Perencanaan. Problematika yang sejak dulu terjadi dalam meraih sebuah
tujuan salah satunya adalah tidak bisa ‘merencanakan rencana dengan baik’. Tentu
semua orang sudah memiliki rencana yang pasti dalam meraih tujuan yang dituju.
Namun tidak semua rencana yang sudah ia rancang dapat berjalan dengan baik. Salah
satu penyebabnya adalah kurang memahami dengan baik situasi yang terjadi saat ini
dan kedepannya. Penyebab lainnya adalah strategi atas rencananya kurang mendetail.
Karenanya akan mendapatkan banyak ancaman yang berbahaya, jikalau kita tidak
memikirkan apa saja peluang dan detail dari strategi yang sudah kita rencanakan.
Dalam bukunya PR Smith ‘Marketing Communications’ dijelaskan bahwa ‘SOSTAC can in fact be applied to any kind of plan- corporate, marketing,
marketing communications, direct mail or even a personal plan.
SOSTAC, adalah pendekatan sederhana untuk membangun sebuah perencanaan dengan baik yang diiringi oleh pemahaman situasi, tujuan, strategi, taktik dan monitoring.
Sederhananya SOSTAC adalah
sebuah trobosan perencanaan yang dapat diaplikasikan untuk perencanaan apapun. Perencanaan
di perusahaan, pemasaran atau bisnis dan bahkan bisa diaplikasikan pada rencanca
pribadi kita untuk masa depan, misalnya. Sebut saja ini tips and trick dalam
membuat rencana dengan baik.
sumber |
S
– Situation Analysis (where are we now?)
Pada elemen situasi analisis ini kita diajak untuk menganalisa
keadaan yang terjadi saat ini dan nanti. Dalam membuat perencanaan langkah paling
awal adalah memahami situasi. Pada point ini biasanya dalam perencanaan dibutuhkan
pengkategorian pihak-pihak yang terlibat. (Siapa pesaingnya, siapa channel
distributornya). Selain itu juga dibutuhkan analisis SWOTnya, (kelebihan dan kelemahan
pada produk serta kesempatan atau ancaman yang relevan produk atau organisasi
tersebut. Situasi analisis ini dapat disesuaikan berdasarkan kasus yang terjadi
pada perusahaan atau rekam jejak seseorang. Misalnya kita adalah seorang penjual,
dengan sedemikian kelebihan dan sekian kelemahan.
O
– Objective (where do we want to go?)
Pada point selanjutnya
adalah adalah tujuan atau target seperti apa yang ingin kita capai. Kemana arah yang ingin tuju. Hal ini disesuaikan
berdasarkan kasus atau organisasi dan perusahaan tersebut. Misalnya jika kita
adalah seorang penjual, kita ingin pelanggan banyak yang membeli produk kita
sehingga kita akan mendapat banyak keuntungan.
S
– Strategy (how do we get there?)
Strategi adalah langkah umum
untuk mencapai tujuan kita. Mengambil contoh sebelumnya; agar pelanggan kita banyak
berarti kita harus memuaskan pelanggan kita.
T
– Tactics (the details of strategy).
Kemudian ada taktik sebagai
detail dari strategy atau langkah-langkah rinci dalam mencapai tujuan. Taktik dalam
marketing communications merencanakan
daftar apa yang akan terjadi dan berapa lama (penetapan deadline atau jangka
waktu). Contoh melanjutkan point sebelumnya adalah, cara untuk memuaskan pelanggan
adalah dengan memperbagus kualitas barang dan memperbanyak bonus pembelian.
A
– Action (putting the plans to work)
Aksi
ini merupakan tindakan nyata dari taktik yang sudah kita rencanakan. Pada aksi
inilah implementasinya
C
– Control (measurements, monitoring, reviewing and modifying)
Pada
poin ini kita akan memonitoring apa yang yang sudah kita lakukan pada rencana
kita. Pada bagian ini juga akan ada evaluating
jika ada hal yang tidak sesuai. Dan contoh mengakhiri dari point sebelumnya
adalah, kita harus menjaga hubungan dengan baik agar pelanggan tetap mengkonsumsi
produk dari kita.
Perencanaan
merupakan proses yang interaktif. Dan menurut para ahli yang sudah menggunakan
trobosan perencanaan SOSTAC ini berpendapat bahwa SOSTAC adalah pendekatan paling
bagus dan efektif untuk siapapun yang ingin berkembang maju dan lebih baik.
Bahkan teori perencanaan SOSTAC ini sudah dicoba Marketing Director dari Microsoft UK.
Buat kamu-kamu yang punya rencana untuk tujuan apapun; rencana sederhana apalagi rencana besar, SOSTAC bisa jadi solusi yang ampuh. Jadi
trobosan seperti apalagi yang bisa ‘merencanakan rencana dengan baik’ selain
SOSTAC? :)
sumber: Smith, PR, 1998, Marketing Communications London: Kogan Page
Wah cocok nih buat di terapin sama gue, yang mau memulai hidup sediri..
BalasHapussemangaaat, semoga rencananya berhasi 👍👍😉
BalasHapusInspiratif, simple tapi bermakna luas khususnya buat anak2 muda yg galau, lanjutkan ka, ditunggu tulisan2nya yg lain ☺✊👍👍
BalasHapusbeberapa kali mencoba buka usaha dan belum berhasil. mungkin aku harus mencoba lagi dengan menerapkan prinaip-prinsip sostac ini kali ya
BalasHapusCobaaaa aaaah
BalasHapus