Tampilkan postingan dengan label QnA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label QnA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 November 2017

       

        Kembali lagi di segmen QnA (Question and Answer). Pada kesempatan kali ini narasumber aku tidak dirahasiakan lagi namanya seperti QnA-QnA sebelumnya. Sebab narasumber kita kali ini bisa dikategorikan sebagai keluarga Allah, karena telah menyelesaikan hafalan qur'an 30 Juz yang insyaAllah selalu diamalkannya. Judul QnA kali ini adalah QnA how to be the best young hafidz/ah. Menceritakan bagaimana awal mereka menghafal dan bagaimana mereka yang masih berstatus mahasiswa bisa sukses dengan al-quran. Langsung saja tanpa bertela-tele berikut QnA bagaimana menjadi Hafidz/ah  muda yang terbaik.

Menghafal alquran sejak usia berapa?
Umair  : Masuk SMP, 11 thn
Syifa    :  Dari TK B/ setengah tahun sblm SD
Reyhan: Sejak kelas 1 SMP , sekitar umur 13
Aisyah : Mulai menghafal dari SMP, tapi SD udah hafal juz 30

Apa/Siapa Motivasi kamu menghafal Alquran?
Umair : Khairukum man taallamal qurana wa allamahu
Syifa    : Keluarga terutama kakak pertama yang udah selesai di umur 10 tahun (saat itu umur saya masih 3 tahun)
Reyhan: motivasiku ingin jadi keluarga Allah Dan memberi mahkota ke orang tua
Aisyah : Awalnya gatau manfaatnya maklumlah masih polos cuma kalo disuruh hafal quran iya iya aja, tapi setelah belajar dan tau manfaatnya jadi semangat ngafal quran karena mau banggain umi abi, dan mau kasih mahkota ke orang tua pas di akhrat nanti, amin
Usia berapa dan butuh berapa tahun untuk menamatkanya?
Umair  : Di usia 16 thn, selama 5 tahun.
Syifa    : Di umur 16 tahun. Mulai benar2 fokus dan komitmen buat nyelesai di umur 12 tahun, jadi kira2 butuh waktu 4tahun.
Reyhan: Usia 13-17 tahun. Kurang lebih 4 tahun khatam
Aisyah : Khatamnya pas kelas sebelas, tanggal 16 februari 2015, umur 16 tahun butuh waktu kurang lebih lima tahun

Apa prestasi di bidang Al Qur'an? 
Umair  :  Juara 1 MTQ 30 juz tafsir bahasa arab kota tangsel
Syifa    : Alhamdulillah, dibidang hifzil/hafalan dijadikan penyemangat buat murajaah dan melancarkan hafalan, pernah dibidang tafsir, fahmil, maupun sains/keilmiahan
Reyhan:  Juara 2 MTQ cabang tafsir inggris Palembang, Juara MHQ 20 juz Serang
Aisyah : Juara 2 cabang 5 juz mhq unnes 2017, juara 2 cabang 20 juz MHQ unnes 2017, peserta mtqmn malang, cabang 10 juz, juara 2 tafsir inggris cabang bekasi 2017

Apa punya prestasi selain dibidang Al-Qur'an, jika iya apa prestasi tersebut?
Umair  :  Finalis karya tulis ilmiah tingkat nasional di Universitas Brawijaya.
Syifa    : Karena Al Quran pintu segala ilmu, terbanyak dibidang akademik/olimpiade/cerdas cermat terutama matematika, public speaking (pidato, puisi, story telling, dsb)
Reyhan: Di Kampus alhamdulillah barusan lolos PKM GT di Danai
Aisyah : Juara 2 cabang 5 juz mhq unnes 2017, juara 2 cabang 20 juz MHQ unnes 2017, peserta mtqmn malang, cabang 10 juz, juara 2 tafsir inggris cabang bekasi 2017

Kuliah dimana dan semester berapa? 
Umair  :  LIPIA jurusan Syariah sama Universitas Pamulang jurusan teknik informatika Semester 1
Syifa    : Di Univ Brawijaya, semester 5
Reyhan: Kuliah kedokteran UNS semester 3
Aisyah : Arsitektur UNNES Semester 3
Selain menghafal Al-Qur'an kegiatan di kampus dan di luar apa?
Umair  :  Aktif di organisasi KAMMI sebagai dan mengajar Al-Qur'an di generasi qurani dan Rumah Tahfidz Al-Madani
Syifa    : Aktivis dakwah kampus lebih fokus di rohis, KAMMI, membina komunitas sama mengajar ngaji anak2 di setiap akhir pekan
Reyhan: Ikut di 5 organisasi kampus
Aisyah : UKM Teknologi Qur'an, Kerohanian Islam Teknik (Ristek), KAMMI fatahillah unnes

Mulai sejak kapan aktif di kegiatan tersebut? 
Umair  :  Sejak lulus SMA
Syifa    : Untuk mengajar anak2, dan menjadi aktivis dakwah kampus sudah sejak semester pertama. Untuk komunitas sendiri awal mulanya disemester 2, hanya inisiatif dari 2 orang temen lainnya, kita saling setoran setiap sebelm maupun sesudah kuliah, mengajak satu persatu smpai membentuk komunitas dengan waktu dan agenda yg lebih rapi
Reyhan: Mulai bulan Januari 2017
Aisyah : Sejak kuliah semester 2 mulai aktif di organisasi

Alasan untuk aktif di kegiatan tersebut apa? 
Umair :  Mengembangkan kapasitas diri dan memaksimalkan waktu
Syifa    : Di rohislah sarana terbesar dalam dakhwah memperjuangkan kejayaan islam.
Sedangkan mengajar dan komunitas sebenernya untuk menjaga diri biar terus istiqomah. Karena dulu sulit mencari tempat menyetor/sulit menyesuaikan jadwal dgn fasilitas2 yg ada akhirnya memutuskan untuk membangun sendiri dari lingkungan kita sendiri.
Reyhan: Karena ingin melatih soft skill ga cuma belajar aja di Kedokteran
Aisyah : Biar banyak channel sama cari pengalaman cari banyak temen juga dan biar bisa membuka banyak pengetahuan dari hasil diskusi

Apa manfaat yg kamu rasakan sebagai mahasiswa yg sudah Hafidz? 
 Umair :  Al quran banyak sekali memberi keberkahan dalam kehidupan, mempermudah banyak hal
Syifa    : Alhamdulillah. Disni byk org2 yg sangat menghargai penghafal alquran, mulai dari masyarakat, mahasiswa hingga dekan yg kemudian menawarkan kosan gratis untk para penghfal quran, Allah mudahkan dlm menerima ilmu dan masih byk lainnya
Reyhan: Banyak sekali, contohnya bisa masuk fk uns, bisa beasiswa full sampe jadi dokter dll
Aisyah : Manfaat yg dirasakan, kalo denger kajian trus pematerinya nyebutin dalil kita bisa nyambung dengerin dalil itu, trus tilawahnya juga gampang, apalagi kalo udah faham seisi2nya enak bisa mengkaji dan mengamalkannya di kehidupan sehari2, selain itu sekarang penghafal Quran Banyak beasiswa yg ditawarkan, mau masuk universitas tinggal kasih sertifikat Hafiz nanti gampang diterimanya

Apa yg diharapkan dari dirimu yg seperti ini untuk bangsa dan agama?
Umair  :  Bangsa ini menjadi bangsa yg sadar akan pentingnya bermuamalah baik dengan Allah, mementingkan kedua sisi hablun minallah dan hablun minan nas, sadar akan indahnya nilai2 keislaman bila diamalkan
Reyhan: Semoga bisa jadi dokter yg berguna bagi bangsa dan agama

Apa pesan untuk generasi mudah yang sedang berjuang untuk menamatkan Al-Qur'an? 

Umair :  Fokus, jaga hati jaga pikiran, berusaha terus utk istiqomah dan sabar dalam mengahafal, karena menjadi penghafal quran adalah berkah yg tidak semua org Allah berikan kesempatan utk menjadi
Syifa    : Manfaatkan waktu  ygkita miliki dengan optimal, jika lupa dan lalai maka ngajilah ketika ingat, karena perjuangan yang paling indah adalah saat menghafalkan kalam2Nya, rahmatNya mengalir deras dalam tiap ayat yg dihafalkan.tapi ingat, Sesungguhnya perjuangan dengan quran itu sampai akhir hayat bukan sampai akhir ayat. Maka jangan sampai ketika selesai ayat terakhir dihafalkan selesai pula urusan kita dgn alquran. Naudzubillah
Reyhan: Jangan pernah lelah , karena kalian akan tahu manis nya kalo dah selesai hafalan kalian. Semangaat
Aisyah : Mudahan para penghafal Quran selalu istiqomah, bisa membuat komunitas murojaah soalnya di Indonesia sekarang yg hafal Quran udah Banyak banget, dan bisa terjun ke masyarakat nggak harus dibidang quran, dibidang lainnya juga harus, itu membuktikan Quran bisa masuk segala aspek Dari politik, keilmiahan, seni, maupun kerohanian


Keluarga memang menjadi peran yang sangat berpengaruh pada potensi setiap anak. Para penghafal qur'an memang manusia biasa, tapi keseharian dan kegiatan aktivitaslah yang membuat mereka tetap pda jalan kebaikan. Sebab hari-hari kita jika tidak diisi dengan kebaikan, pastilah tentang keburukan atau yang tidak membawa manfaat. Perjuangan para hafidz/ah dalam memperjuangkan al-quran dan berkhidmat untuk dakhwah dan ummat adalah pelajaran yang bisa kita contoh dan dijadikan motivasi agar bisa seperti mereka, bahkan lebih baik dari mereka. Mereka memang bukan yang terbaik dari semua hafidz/ah mudah yang baik. Mereka hanya beberapa dari banyaknya hafidz/ah yang sukses dan berprestasi di usia muda. Mereka aja bisa, kita pasti juga bisa :')

Sampai jumpa di QnA berikutnya...

Rabu, 01 Maret 2017

Ceritanya Dilan tanpa Milea. Eak
Berhubungan dengan postingan yang sebelumnya QnA 'How to be Single' versi wanita, kali ini aku akan menggambarkan QnA 'How to be Single' versi kaum adamnya. Banyak yang nanya jawaban wawancara ini mau diapakan dan apa tujuannya dibuat konsep QnA. Jadi tujuan utama dari tulisan yang bertemakan 'Single' buat mengikuti tema bulanan yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger (KOMBUN). Karena bingung mau dikemas seperti apa tulisannya, dan merasa bosen kalo tulisannya dikemas such as feature. Jadi munculah ide QnA ini, dibuat dari daftar pertanyaan dengan membidik orang-orang yang sekiranya sesuai untuk menjawab pertanyaan mengenai 'single.' Penasaran kan seperti apa curhatan lelaki single bahagia? Baca terus sampai habis yaa. P.s nama-nama dibawah ini bukanlah nama yang sebenarnya. Happy reading :)
Apa di benakmu kalo mendengar kata single? 

Rio: Single adalah pilihan terbaik tatkala menjadi "couple" ternyata membawa banyak masalah hidup
Bena: Sendiri, mandiri.
Mas Gagah: Jomblo
Dilan: Single itu produk impor, kalo jomblo produk lokal.
Salman: Single adalah sarana sempurna disaat kebersamaan hanyalah membawa dosa.

Kamu merasa hidupmu dipenuhi dengan kesendirian?

Rio: Engga dong, alhamdulillah aku punya banyak teman hebat yang mengisi hari-hariku dengan penuh warna. hehe
Bena: Tidak, karena setiap hari kita selalu bertemu dengan orang banyak baik teman atau keluarga.
Mas Gagah: Tidak
Dilan: Tidak. Karena kita punya Tuhan, keluarga, sahabat, teman, dll
Salman: Terkadang. Saat hati tidak terpaut dengan dzikir, saat teman menjadi lawan, saat sahabat tak lagi teringat.

Tapi pernah ngerasain punya pasangan, aka kekasih?

Rio: Pernah, ngerasa gak tentram hidup. karena belum saatnya. hehe
Bena: Pernah.
Mas Gagah: Tidak
Dilan: Pernah.
Salman: Punya pacar tidak. Punya idaman pernah. Dan adalah hal yang wajar. Namun, semua bisa ditepis dengan cinta terhadap alquran

Apa yang kamu rasain pas punya pasangan? Lebih bahagia atau lebih sedih dibandingkan saat kamu sendiri?

Rio: Lebihnya emang ada yang care sama kita tiap saat. Beda tipis lah yaa ketika halnya punya gebetan.
Bena: Untuk dibandingkan dengan sendiri tentunya lebih bahagia. Karena punya tempat tukar pikiran, sharing apapun.
Mas Gagah: Belom pernah merasakan apa-apa, saat ini lebih bahagia sendiri.
Dilan: Ga beda jauh sih, yg enak itu kalo pasangan kita deket sama keluarga dan teman2 kita
Salman: Sangat bahagia saat mempunyai pasangan yang halal (In SyaaAllah)


Pernah merasa sedih gak dengan 'kesinglean' yang kamu jalanin?

Rio: Alhamdulillah yaa. Malah aku bangga, karena aku berani beda diantara teman-teman mayoritas wkwk
Bena: Tidak,
Mas Gagah: Tidak
Dilan: Pernah sih. Kadang ngerasa pengen punya pacar biar ada yg bisa diajakan jalan2 berdua tanpa takut ada org lain yg marah.
Salman: Kalau sedih karena kesinglean ga pernah, tapi kalau sedih melihat teman-teman pacaran sering.. Sedih

Suka iri gak sama orang-orang yang punya pasangan?

Rio: Yang pacaran? Enggak sama sekali, kalau sama pasangan halal kadang sukak iri. hehe
Bena: Terkadang, tapi biasa aja
Mas Gagah: Belom pernah merasakan apa-apa, saat ini lebih bahagia sendiri.
Dilan: Kadang-kadang. Karna ngerasa kita gabisa kaya mereka. Padahal sebenernya kita bisa lebih baik dari mereka
Salman:Ga iri.. Biasa aja.. Iri itu kalau ngeliat temen yang sudah nikah

Apa yang kamu rasain dalam ke-single-an kamu? Pernah merasa terpuruk?

Rio: Enggak pernah merasa terpuruk. Kebetulan aku punya waktu lebih banyak untuk melakukan hal" yang sifatnya produktif. 
Bena: Tidak, tergantung menyikapinya bagaimana masing masing orang. 
Mas Gagah: Bahagia. Tergantung pribadi menyikapi setiap masalah. 
Dilan: biasa aja. Jalanin aja dulu
Salman: Ga pernah merasa terpuruk. Cuma galau ngeliat yg sudah berpasangan halal
Pendapat kamu apa buat generasi muda yang suka sedih dengan ke-single-annya?

Rio: Main yang jauh, karena hidup di dunia nggak cuma soal cinta aja
Bena: Banyakkin kegiatan. Sering jalan sama temen temen.
Mas Gagah: Banyak bergabung dengan komunitas yang baik dan aktif.
Dilan: Santai aja, Tuhan udh siapin yg terbaik ko
Salman: Terlalu cengeng, baperan dan tidak berani mengambil tantangan.

Apa pesan kamu buat orang2 single di luar sana?

Rio: Pastikan, "kualifikasi" kamu sesuai dengan "spesifikasi" pasangan kamu kelak.
Bena: Jangan merasa sedih. Allah sudah menetapkan garis kehidupan mu rezeki, mati, jodoh sudah di atur. Jadi gausah takut.
Mas Gagah:  Tetep istiqomah, karna semua ada 'saatnya'
Dilan: Berhenti mencari, mulailah memantaskan diri
Salman: Karena yang baik dengan yang baik. Maka jadilah yang terbaik. Semoga jodoh adalah yang terbaik.
Kalau pesan kamu buat calon pasangan hidupmu kelak?

Rio: Aku disini, lagi mempersiapkan banyak hal buat kami
Bena:  Semoga dia menjadi orang yang bisa menerima kita apadanya. Orang yang cerdas, bisa menjadi pengajar buat anak anak yang cerdas juga nantinya.
Mas Gagah: Siapkan diri agar jadi sepintar aisyah, setegar khodijah dan seberani hafshah.
Dilan: Jaga diri baik2. Inget, suatu hari kita bakal dipertemukan dan menjalani hidup bersama
Salman: Betapapun shalihahnya kepribadianmu, ia takkan pernah berada dalam satu posisi.. Namun pastikan bahwa perubahan posisi itu tetap dalam langkah-langkah kebaikan

Sudut pandang dari kaum adam mengenai 'How to be Single' mengajarkan kita bahwa Single tidak hanya menjadi takdir. Melainkan menjadi sebuah pilihan hidup yang diyakininya menjadi bekal untuk berumahtangga nanti. Hidup ini hanya sekali. Bukankah menjadi hal-hal yang sia-sia, jika hidup kita di dunia tidak dihabiskan dengan mengumpulkan pahala, berlomba-lomba dalam kebaikan, dan meraih prestasi sebanyak-banyaknya. 

Beberapa diantara mereka, mungkin saja menganggap bahwa dengan memiliki kekasih hidup akan terasa berwarna. Memiliki seseorang yang nyaman untuk berbagi keseharian, mempersiapkan rencana masa depan bersama, dan menghadapi masalah dan segala sesuatu bersama. Namun apakah manfaat dunia akhiratnya lebih banyak saat kita memiliki kekasih, dibandingkan saat kita single dan berprinsip 'No Khalwat Until Akad'? Apakah dengan kesingle-an kita menghasilkan banyak mudharat dibandingkan dengan saat kita berpacaran atau menjalani hubungan tanpa status? Engga kan? Jadi tetaplah istiqomah untuk single dalam ketaatan kepadaNya. Bukankah banyak yang perlu dipersiapkan dalam menjadi seorang Ayah? Wahai para calon bapak, jangan sia-siakan masa mudamu. Pendamping hidup dan anak-anakmu kelak ialah tanggungjawab dunia daakhiratmu.



By the way, gimana nih untuk yang (lagi) gak single, apakah rasa sayangmu terhadap kekasih yang akan membawamu ke dalam SurgaNya?

Minggu, 26 Februari 2017

Maimunnah dalam kesendiriannya
  Diakhir zaman seperti sekarang, banyak kawla muda yang sering sedih dengan status 'Single'nya. Perkembangan pergaulan zaman sekarang membuat kebanyakan remaja dengan berbagai latarbelakang memiliki keinginan untuk mempunyai kekasih. Katanya sih guna menghilangkan kesendiriannya, membahagiakan hidupnya dan menemani kesehariannya. Tapi, apakah menjadi 'Single' adalah sebuah pilihan hidup yang buruk? Penasaran kan apa jawaban mereka. Simak berikut jawaban wanita-wanita single yang nyaman kesendiriannya. Ohya nama-nama yang ada dibawah ini hanyalah nama samaran. Bukan nama sesungguhnya. Silahkan menikmati :)
Apa di benakmu kalo mendengar kata single?  
Rani: Belum menikah
Aisyah: Jomblo. Yang suka doain ujan pas malem minggu, jomblo ngenes sih itu.
Mbak Kirana: Single itu satu, satu itu sendiri, sendiri sepi. Ah ga juga kok :))
Maimunnah: Single itu bukan sendiri. Single itu bareng keluarga dan saudara. Single itu bisa berduaan sama Allah (:
Dinda: Kata yang bisa digunakan para jomblo untuk membela diri dan menyebut dirinya single biar lebih keliatan elegan

Kamu merasa hidupmu dipenuhi dengan kesendirian?

Rani: Tidak. Allah selalu bersamaku
Aisyah: Enggaklah, kan punya temen, sahabat, saudara, keluarga, dan Allah sih pastinya eaa
Mbak Kirana: Emng kalo dalam hidup ada 1 pria yg selalu ngisi hari2 kita, akan beda rasanya? Aku punya banyak sahabat kok :))
Maimunnah: Tidak. Karena kemana2 ada malaikat kanan kiri.
Dinda: Engaa doong, ada banyak orang di sekitar kita yang selalu membuat tersenyum dan menangis seperti, orang tua, keluarga, sahabat, dan ada banyak hal yg di lakukan.

Tapi pernah ngerasain punya pasangan, a.k.a kekasih?

Rani: Pernah
Aisyah: Pernah
Mbak Kirana: Pernah.
Maimunnah: Belum. Nanti aja setelah "Sah"
Dinda: Pernah. Beberapa tahun lalu, udah lama banget

Apa yang kamu rasain pas punya pasangan? Lebih bahagia atau lebih sedih dibandingkan saat kamu sendiri?

Rani: Lebih bahagia sendiri
Aisyah: Kalo sedih atau senengnya sih sm aja gak ada bedanya, tapi sedihnya org pacaran ga mutu banget gak sih? Alay aja sekarang klo ingetnya. Kalo yang d rasa pas punya pasangan sih was was ya takut org tua tau
Mbak Kirana: Biasa aja si, karna waktu itu pacarannya cuma main-main doaang, ntah kalo serius(?)
Maimunnah: Kayaknya ribet, semua harus dibagi~
Dinda: Jika kita punya pasangan kita mempunyai kebahagiaan tersendiri dan rasa kesedihan bahkan marah, sedangkan dengan status single kita mempunyai rasa bahagia yang berbeda, kesedihan yg berbeda pula. Bahkan terkadang adakalanya merasa lebih bahagia jika kita sendiri

Pernah merasa sedih gak dengan 'ke-single-an' yang kamu jalanin?

Rani: Ngga sih. Keep husnudzon with Allah
Aisyah: Pernah sih kalo lagi sendirian di kontrakan karena anak2nya pada malem mingguan. Untungnya masih bs main hape, nonton youtube jadi udah terhibur lagi
Mbak Kirana: Pernah sih. Kadang ngerasa pengen punya pacar biar ada yg bisa diajakan jalan2 berdua tanpa takut ada org lain yg marah, pernah merasa ingin ada yg merhatiin juga, ngelindungin, bikin kita jadi spesial deh pokoknya
Maimunnah:  Pernah sih. Makanya berusaha menyibukkan diri untuk kebaikan, kalo ngga bisa2 terjerumus dalam hal 'kotor' itu
Dinda: Sedih sih engga. Paling ada rasa "Ah gue pengen deh punya pacar" tapi setelah dipikir2 hanya sekedar keinginan yg ga mau di wujudin aja 

Suka iri gak sama orang-orang yang punya pasangan?

Rani: Ngga sih. Sendiri lebih baik
Aisyah: Kadang. Apalagi klo malem2 liat temen gue suka dapet makanan gitu dari pacarnya, tp abis itu biasa lagi, kan gue kedapetan makanannya juga wkwk. Atau pas lagi dirayain ultah, tp gue kan punya temen yg suka ngerayain ultah gue juga, jd ga ngiri lagi
Mbak Kirana: Kadang2. Karna ngerasa kita gabisa kaya mereka. Cuma yaaa kalo diratapin terus ga akan ada habisnya :"
Maimunnah: Enggak sama yg belum halal mah~
Dinda: Iri sama beberapa pasangan sih, apalagi pasangan yang kemungkinan itu jodohnya dia dan udah persiapan mau nikah 😔

Apa yang kamu rasain dalam ke-single-an kamu? Pernah merasa terpuruk?

Rani: Biasa aja
Aisyah: Enggaklah, enak malah temenan sm siapa aja bisa.
Mbak Kirana: Terpuruk banget engga, cuma gimana ya? Kadang kalo lagi sendirian tuh suka mikir "coba punya cowo, pasti bla bla bla..."
Maimunnah: Jangan lebay ah
Dinda: Engga dong, karna pernah merasa terpuruk dikala pacaran jadi lebih bahagia dong kalau single haha 


Pendapat kamu apa buat generasi muda yang suka sedih dengan ke-single-annya?

Rani: Kalem. Allah punya waktu terbaik
Aisyah: Gausah alay deh. Doa aja yg banyak biar dipertepat jodohnya dan waktu
Mbak Kirana: Yaelah lu ga bakal mati, main aja yg jauh, cari banyak temen, nanti juga lupa sendiri kalo jomblo
Maimunnah: Sedih kenapa sih? Banyak orang yg butuh kebermanfaatan kita lho ;)
Dinda: Ngapain sedih sih, dengan single lo dapat melakukan hal2 yg mungkin gak lo dapet di masa pacaran, dengan menjadi single lo bisa mempersiapkan banyak hal untuk menjadi dewasa. Jalani aja selagi lu masih sendiri dan belum dikekang sama sidia "terutama bagi wanita yang kodratnya harus mengikuti suami"

Apa pesan kamu buat orang2 single di luar sana?

Rani: Fokus perbaiki diri aja dulu
Aisyah : Gausah sedih, gausah ngerasa gak laku, pacaran ga seenak yg di bayangin
Mbak Kirana: Lakuin yg terbaik ajaa biar dapet yg baik jugaa
Maimunnah: Nikmati masa sendiri, manfaatkan semaksimal mungkin. Apalagi buat calon ibu ;)
Dinda: Yuk berbenah diri, persiapkan diri menjadi lebih baik sehingga bisa menemukan pasangan yang ideal.
Kalau pesan kamu buat calon pasangan hidupmu kelak?

Rani: Jaga shalat dan Alqur'an
Aisyah: Belajar yg bener, sholatnya jgn pernah ditinggal, tahajud dhuha nya di tingkatin, sekarang sama2 usaha perbaikan diri dulu
Mbak Kirana: Di sini aku lagi berusaha untuk menjadi baik, semoga kamupun begitu :"
Maimunnah: Semangat selalu berbagi denganku 
Dinda: Jaga pandanganmu yaa dari hal2 yang nggak nggak, ttp jaga hatimu untuk cinta sejatimu


The conclution is many woman more happier than she have a couple. Disaat banyak wanita yang terpuruk dengan ke-single-annya, masih banyak juga wanita yang berprinsip untuk tidak mempunyai pasangan sampai 'saatnya' nanti. Status 'Jomblo Sampai Halal' yang disandang membuat mereka percaya bahwa seseorang yang baik untuk pasangan yang baik pula. Berbenah dan meningkatkan kualitas diri menjadi pilihan terbaik untuk para kaum single. 

Selain karena dilarang dalam islam pada surat Al-isra ayat 32 yang berbunyi: Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk, ketidak-single-an/pacaran termasuk juga hubungan tanpa status adalah hal yang berdampak negatif untuk studi kita, perilaku keseharian kita, dan tentunya mempengaruhi ketaatan kita pada Allah juga orangtua. Wajar bila setiap orang mempunyai kisah masalalu dengan seseorang lawan jenis yang ia kasihi. Tetapi yang terpenting adalah pilihan hidupnya yang sekarang, yang menjadikan status 'single' ialah bukti ketaqwaan dan kecintaannya terhadap sang pencipta. 


By the way buat yang (lagi) gak single, apa kalian yakin bahagia bersama kekasih kalian dengan menjalakankan larangan yang maha kuasa?