Tampilkan postingan dengan label KOMBUN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMBUN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Desember 2017

Menurut anda apa penyebab LGBT bagi umat islam? faktor psikologi kah, ekonomi atau pergaulan?
 Pada tanggal 14 Desember 2017 kemarin, kita semua tahu MK melaksanakan persidangan atas gugatan uji materi tentang zina dan hubungan sesama jenis atau (LGBT).Yang saya baca di media katanya ada tiga pasal KUHP yang dimohon untuk diuji oleh MK, yakni pasal 248 tentang perzinahan, pasal 285 tentang perkosaan, dan pasal 292 tentang pencabulan anak. Terus katanya ada beda pendapat antar hakim gitu deh. Agak ribet juga jelasinnya.

Yang mau saya bahas, adalah maraknya LGBT dan penyebabnya. Secara keseluruhan berdasarkan Data Kementerian Kesehatan pada 2012 menunjukkan bahwa terdapat 1.095.970 Lelaki berhubungan Seks dengan Lelaki (LSL) alias gay yang tersebar di semua daerah. Dari jumlah itu, sebanyak puluhan ribu orang terindikasi merupakan penderita HIV/AIDS. Di Provinsi Banten  jumlah pria penyuka sesama jenis mencapai 2.175 orang dan waria 3.735 orang berdasarkan ata sementara yang dimiliki KPA Banten. Kemudian penderita HIV/AIDS di Banten pada 2017 sebanyak yakni 5.397 jiwa.

Angkanya yang semakin mencuat tinggi membuat saya miris. Terlebih saat menonton Dokter Dewi Inong di Indonesia Lawyer Club (ILC) pada 19 Desember lalu. Data pengidap dan korban HIV dari LGBT semakin memuncak. Banyak di antaranya pasien yang tidak mampu secara ekonomi, sehingga lembaga swadaya masyarakat milik dokter yang membayarnya. 

Awalnya penyebab kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) ini saya kira tentang kurangnya perhatian dari lingkungan terdekat. Seorang lelaki bisa mempunyai kecendrungan dengan sesama jenis, karena merasa kaum perempuan kurang menaruh perhatian padanya. Itu yang saya tonton dari beberapa pengakuan mereka di media. Berangkat dari kurangnya perhatian ini yang menyebabkan rusaknya pergaulan. Satu orang laki-laki pengidap AIDS dan syphilis diketahui mempunyai tiga pacar laki-laki dan satu pacar perempuan- dan keempatnya pernah berhubungan badan dengannya. Selain faktor psikologi, faktor ekonomi dan genetik juga bisa menjadi penyebabnya.

Seperti biasa, berdiskusi dengan Ayah saya, menurutnya penyebab LGBT tak perlu ribet-ribet dari banyak faktor. Cukup di lihat bagaimana sholat lima waktunya. Jika sholatnya lengkap lima waktu, insyaAllah tahu cerita Nabi Luth dan kaum Sodom. Insya Allah tahu azab Allah pada orang-orang yang melakukan hubungan sesama jenis. Maka dari itu, jika mengetahuinya, insya Allah tidak akan mendekati perilaku LGBT. Selesai. Sebab ini adalah perihal keimanan.

Kita sebagai muslim juga perlu untuk mengambil pelajaran dari apa yang sudah terjadi sebeumnya. Kalau dalam hal ini azab yang di timpakan pada kaum semasa Nabi Luth. Sebab muslim tidak hanya butuh untuk mengimani keberadaan mereka saja. Namun juga mengambil hikmah dari setiap peristiwanya. Semoga para pembaca semua tergolong orang-orang yang beriman pada Allah (bagi yang muslim).

Lalu bagaimana untuk yang beragama non muslim?

Mohon maaf itu. It's not my chase. Bukan kapasitasku untuk mengomentari hehe.

Yang sudah tahu cerita Nabi Luth, yuk kita sebarkan ceritanya agar menjadi amal karena telah menyebarkan kebaikan. Dan kita pelajari kembali kaum-kaum yang di azab Allah. Seperti kaum 'ad pada zaman Nabi Hud, Kaum Nabi Nuh, Kaum Tsamudnya Nabi Shaleh dan lain-lain. Maka insyaAllah perkara seperti LGBT dan lainnya bisa kita hindarkan. Mungkin di postingan selanjutnya aku bahas azab apa sih yang menimpa kaum sodom atas perilaku homoseksuaknya, dan apakah keluarga Nabi Luth semuanya selamat dari Azab Allah? 

Anyway, udah bingung closingnya gimana. Maafkan aku


Selasa, 26 Desember 2017


Belakangan ini saya makin sadar akan satu hal. Makin banyak produk ataupun jasa yang menjadikan web series buat ajang promosi dan alat marketing. Promosi halus yang bahkan tak terlihat langsung bahwa this is video endorsement or video promotion. Sehingga penonton sama sekali tak terganggu dalam keterlibatan brand atau jasa tersebut dalam film pendeknya. Bukan hanya web series sih, bisa video dokumenter ataupun short movie. Marketing melalui konten video saya kira bagus untuk sarana mempertahankan keberadaan brandnya agar tetap familiar di masyarakat. Contoh video yang udah saya tonton video dokumenter dari parfum Axe, Move On Trip dan Bitersweet dari Samsung, Isyana's Story dari Cornetto, Arah Kisah Kita dari Opera dan Pencarian Bakso dari Traveloka. Brand Ambassador Oppo, Kevin Hendrawan juga beberapa kali membuat Short Movie di akun Youtubenya dan secara tidak langsung mempromosikan kelebihan Oppo.

Sore - Istri dari Masa Depan

Tahun 2017 awal Tropicana Slim meluncurkan web series yang cukup booming di Youtube. Judulnya Sore; Istri dari Masa Depan.. Saking boomingnya, film series ini banyak dibuat parody dan video reaction oleh banyak orang termasuk youtuber sekelas HanYoo Ra. Saya pun tahu film series ini dari Youtuber Arief Muhammad. Emang sih ini konsepnya menarik dan unik banget. Pun beberapa Blogger saya temui juga ada yang menuliskan tentang film series ini. Salah satunya Blogger Galih Setio Utomo

Lokasi syuting di Itali dan adanya pelajaran berharga jadi nilai plus banget buat web series ini. Jadi esensi dari film bukan cuma adanya cerita as an entertain lalu di relate ke produknya. Melainkan mencakup pengenalan citra kota yang ada di Italy dan gerakan hidup sehat dengan olahraga, tidur teratur, makanan berprotein. Web Series ini menyadarkan kita bahwa dalam hidup itu meskipun mungkin awalnya kurang mengenakkan, Tuhan selalu kasih kita banyak kejutan indah yang tidak kita duga. It's happen. Saya gak mau spoiler. Buat kalian yang belum nonton, silahkan nonton ini versi fullnya.


Sebelum web series ini, sebenernya saya lebih dulu nonton video dokumenter dari Axe sih. Konsepnya cukup menarik. Perjalanan pria-pria hingga sukses dengan selalu memakai parfum Axe. Videonya hanya ada satu tokoh utama. Beda-beda orangnya, dari artis, seniman atau influencer. Saya baru nonton yang perjalanan Keenan Pearce, Chicoo Jerikho sama Agung Hapsah. Perjalanan satu orang dibagi jadi tiga sampai empat video.

The Untold Story

Cukup berkesan dan selalu ingat perjalanan Keenan Pearce dalam pelariannya ke sebuah desa terpencil. Alasan kepergiannya di dasari dengan mencari ide untuk projek pekerjaannya. Atasannya tidak menyetujui konsep campaign yang ia rancang. Awalnya saya bingung sih ini semacam jasa kreatif gitu sepertinya. Sampai pada Keenan bertemu gadis sederhana yang mengabdi untuk anak-anak desa. Dia membantu gadis itu mengajar dan membantu anak-anak desa membuat video ucapan terima kasih kepada sang gadis tersebut. Dari bantuannya itulah ia mendapatkan ide untuk membuat campaign bernama project thank you. Kemudian bisa kembali ke Jakarta dengan mempresentasikan idenya.
Berterimakasih membuat kita lebih respect sama orang lain. Membuat kita lebih menghormati diri kita sendiri. Buat kebanyakan orang, project thank you sama dengan project gratisan. Itu sebab makna dari terima kasih ikut terdegredasi. 
Saya percaya dibelakang kesuksesan semua orang pasti ada seseorang yang berjasa dalam hidupnya. Kadang kala kita lupa urgensi dari terima kasih. Padahal mungkin without them, we're nothing. Salah satu dokumenter dari Keenan ini buat saya cukup sederhana tapi sangat menyentuh. Berkaca pada usaha Keenan dalam mencari ide, membuat saya semakin sadar kalau semua masalah datang dengan lebih banyak jalan keluar.  Jalan keluar bisa sesederhana itu akan datang pada kita. Asalkan kita lebih tenang dan cermat menghadapinya.

Ah iya Mini Beauty Dramanya Bittersweet dari Beauty Vlogger Abel Cantika. Setiap akhir episodenya ada tutorial make up atau skin care produk Emina yang diperagakan Abel. I don't know well. Apakah mini drama ini termasuk video marketing atau tidak?

Yang sangat saya suka dari web series atau short movie produk, ialah ada kalimat yang bisa jadi nilai jual atas produk itu. Saya kurang tau sih kalo produk lain, ingetnya short movienya Kevin Hendrawan dengan produknya Oppo. Menurut kacamata saya, melalui kalimat ini Oppo mengajak masyarakat untuk selfie menggunakan oppo.

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjcwtqU567YAhWKOY8KHSZsBagQtwIIKTAA&url=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3D-0dqb4nujjk&usg=AOvVaw32b2pkScTerR6k_xlTEMHX


Jaman now hiburan bukan hanya dari film di bioskop atau di TV. Yeah every body know that Youtube is more than TV. Meluncurkan film di Youtube bisa menjadi hiburan untuk banyak orang. Buat saya semacam short movie dan lainnya bahkan bisa menjadi tempat belajar juga. Tempat mencari inspirasi, menambah pengetahuan juga jalan keluar masalah. Bahkan saya tipe orang yang sering mendapatkan ide maupun pencerahan dari menonton sebuah cerita.

Memperhatikan sinematografi dan konsep cerita web series bisa melahirkan banyak kreatifitas. Perusahaan kini tak perlu kesulitan dalam mempertahan elektabilitas produk dan jasanya. Promosi jaman now buat saya tak perlu lagi dengan memakai seragam produk lalu berdiri di pinggir jalan dan membagikan brosur pada pengguna jalan yang lewat. Manfaatkan media sosial dengan sebaik-baiknya. Maka dengan cepat akan viral di media sosial. Sekarang jamannya era digital kok. Terlebih Youtube kini lagi marak-maraknya dipergunakan. Youtube pun buat saya jadi sarana komunikasi yang baik kepada publik. Sebab dari video yang di apload di Youtube kita bisa melihat dan mengkaji viewr, comment, demografi dan target audiens.

Buat kamu yang punya produk atau jasa tidak ada salahnya membuat web series sebagai alat marketing. Bukankah pemasaran itu harus mengikuti perkembangan zaman? Coba tulis di kolom komen kira-kira web series yang mana lagi yang perlu saya tonton dan review?

Minggu, 24 Desember 2017

Image result for jersey girl
Poster Film
Cerita ini berawal dari setiap murid di sekolah termasuk Ms. Gertrude Trinke  harus Cerita ini berawal dari setiap murid di sekolah termasuk Ms. Gertrude Trinke  harus menceritakan tentang ayahnya, yaitu Ollie Trinke. Gert, putri dari Ollie mengatakan hidup dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu new york dan new jersey. Ollie digambarkan oleh anak nya sebagai seseorang yang workaholic. Mencintai pekerjaanya di new York, tapi tak melebihi perasaan cintanya pada istrinya. Sayangnya, Istrinya yang bernama Gerthude meninggal dunia saat Trinke bayi dilahirkan. Itulah alasan mengapa bayinya diberi nama Gertrude Trinke.

Sebagai seorang PR Film dan humas musik, Ollie bekerja untuk mengatakan hal baik tentang penyanyi dan artis. Setelah istrinya meninggalnya, Ollie mengalami banyak kesulitan. Selain menata lagi hatinya, ia juga harus mengurusi bayinya di sela-sela rutinitas pekerjaannya yang padat. Setelah masa berkabungnya, Ollie harus menerima kenyataan bahwa telah terbit satu tulisan negatif tetang perusahaannya yang di posting di media new jersey. Rekan kerjanya tidak memberitahukan masalah itu kepadanya karena takut mengganggu masa berdukanya. Ollie meyakini apapun yang terjadi pada kliennya harus tetap mempertahankan loyalitas penggemar terhadap penyanyi dan artist sebagai costumernya. Ollie melakukan peranan humas dengan baik karena dia telah berusaha mencegah berita-berita negatif tentang perusahaannya dengan kliennya.

Saat akan diadakannya konferensi pers, bayi Getrude sedang rewel. Bahkan Ollie membawa bayinya datang ke konferensi pers. Pikiran dan hatinya begitu kacau harus menghadapi wartawan dan jurnalis yang ingin mengetahui berita dan informasi tentang kliennya pemusiknya. Ketika anaknya tak juga berhenti menangis, jiwa ayahnya tak bisa ia tutupi lagi. Ia bawa bayinya ke hadapan khalayak. Sayangnya ia tak bisa menjaga perkataan dan amarahnya. Padahal seorang humas harus memperhatikan ucapannya kepada publiknya, baik itu kepada costumernya, terutama kepada media. Karena kesalahan ucapanya, membuat wartawan yang berkumpul di acara konferensi pers seorang artis, mengutip pernyataan buruk yang mengenai kliennya. Akibatnya Mr. Ollie harus menerima kenyataan dipecat dari tempat kerjanya. Sungguh itu adalah kesalahan terbesar yang dilakukan seorang humas. Kesalahan kecil pada ucapan akan selalu diingat. Membuat Oliie harus menerima kenyataan bekerja dengan ayahnya sebagai pekerja wilayah di new Jersey selama tujuh tahun lamanya.

Sampai pada saat konferensi pers mengenai pekerjaan kontruksi, masyarakat yang hadir tidak bisa menahan amarahnya dan menumpahkan aspirasinya dengan kasar dihadapan para pemerintah. Dan pemerintah tidak dapat menjelaskan dengan baik apa yang sebenarnya terjadi. Dengan dorongan kakeknya dan anaknya, yang sudah berusia tujuh tahun, Ollie berhasil ke maju depan dan meyakinkan warga untuk menyetujui sesuatu yang memang terbaik. Ollie mengarang beberapa hal yang menjadi sangat memukau. Ollie sebagai mantan bos yang melakukan pekerjaan PR dapat membalikkan suasana. Semua yang dikatakan Ollie padahal hanya seputar pertimbangan uang, tapi ia berhasil membuat warga untuk menerima pendapatnya.

Bagian yang menjadi puncak film ialah saat Ollie mendapatkan wawancara pekerjaan di kantor milik teman lamanya yaitu, Arthur di new york. Yang berarti jika ia lulus test wawancara ia dan anaknya bisa pindah lagi ke kota new York. Ollie mengungkapkan kepada anaknya bahwa ia mencintai pekerjaan lamanya dan merindukannya setiap hari. Ollie tidak ingin mengambil sampah selamanya.

Namun anaknya mengingat pada saat konferensi pers mengenai pekerjaan kontruksi, Ollie mengatakan bahwa pekerjaan memperbaiki saluran air dan mengurusi sampah adalah pekerjaan yang bagus, karena tidak memerlukan setelan. Ollie berdalih, alasan dia mengatakan itu guna warga setuju dengan perbaikan saluran air. Anaknya yang pintar dengan polosnya ia menyimpulkan bahwa  ayahnya telah berbohong kepada semua warga yang hadir di tempat itu. Ollie mencoba membuat kesepakatan jika ia tak menyukai apa yang ditanyakan pewawancara, maka ia tak akan mengambil peluang pekerjaan tersebut. Lagi-lagi Trinke kecil mengartikan bahwa ayahnya telah berbohong kepada anaknya. Padahal dalam kode etik seorang humas, tidak diperbolehkan untuk berbohong. Ada yang penasaran dengan ending filmnya? Aatau sudah perfnah menontonnya? Film komedi drama ini rilis tahun 2004. Comment down below kalo mau aku ceritakan akhir film yang mengesankaini hhe

Nilai-nilai yang dapat diambil dari film Jersey Girl adalah:
-Mencegah berita-berita negatif tentang perusahaannya dengan kliennya
-Seorang humas harus memperhatikan ucapannya kepada publiknya
-Humas harus bisa meyakinkan target untuk menyetujui sesuatu yang memang terbaik
-Kode etik seorang humas, tidak diperbolehkan untuk berbohong
Image result for ahed tamimi berita
Ahed Tamimi usia 12 tahun. Sumber. 
Masih ingat kah kamu dengan Ahed Tamimi, gadis cilik Palestina yang sangat berani berhadapan dengan tentara Israel? Dalam usianya yang masih berumur 11 tahun, ia berani memukul dan mengepalkan tinjuannya di hadapan tentara Israel. Saat itu ia marah lantaran kakaknya ditahan oleh tentara Isreal.  Ahed merupakan anak dari Bassem dan Nariman Tamimi yang juga merupakan aktivis Bethelem, Tepi barat Palestina. Keluarga Tamimi sering mengikuti demonstrasi warga Palestina terhadap kekejaman Israel di Desa Nabi Shaleh.

Belakangan ini gadis yang kini berusia 16 tahun kembali mencuri perhatian dunia internasional. Dari apa yang ku baca di berbagai media, gadis ini telah ditangkap dan di tahan pasukan Israel dini hari Selasa, 19 Desember 2017. Rumahnya di gedor dan di buat berantakan barang-barangnya. Lalu mereka menangkap Ahed tanpa memberikan alasan apapun. Setelah ku baca lebih jauh, rupanya perlakuan tentara Israel tersebut dipicu dari keberanian Ahed Tamimi dalam memukul dan menampar Tentara Israel. Tindakannya terekam dalam video dan viral di media sosial. Empat hari setelahnya di tangkaplah Ahed pada dini hari di rumahnya. Ketika itu tentara Israel tidak menanggapi aksi Ahed pada siang itu.

Image result for ahed tamimi berita
Tamimi 16 tahun. Sumber.

Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman mengatakan bahwa siapa yang bertindak liar di siang hari maka akan ditangkap di malam hari. Israel membuat video seperti itu menjadi alasan kalau Palestina sudah memancing Israel untuk bertindak kekerasan. Sampai sekarang Ahed masih ditahan bahkan diperpanjang masa tahanannya.

Mempunyai nyali besar, media kerap kali menyebut Ahed sebagai simbol perlawanan generasi muda Palestina. Ia juga tak bosan-bosan dalam menyuarakan ketimpangan sosial akibar ulah zionis Israel. Keberanian Ahed mengingatkan kita akan keberanian Rachel Corrie. Corrie aktivis kemanusiaan asal Amerika Serikat (AS) yang wafat dilindas buldoser Israel. Apa yang dilakukan Ahed menjadi cerminan Rachel Corrie jaman now. Tidak hanya Ahed, gadis Palestina, kita generasi muda Indonesia juga bisa menjadi cerminan dari Rachel Corrie.

Buat kamu yang belum baca tulisanku tentang Rachel Corrie, yuk baca hehe Dari Rachel Corrie Untuk Palestina

Sabtu, 23 Desember 2017


Oleh : Shofiyah Najiyah


Jika tidak terganggu bisa dinyalakan musiknya

Awal Desember 2017 lalu ramai berita Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Keputusan sepihak dari AS memicu genderang kemarahan dunia. Sebab yang menimpa Palestina sudah menyangkut pelanggaran Hak Asasi Manusia. Oleh karena itu, atas dasar kemanusiaan siapa pun perlu mendukung semua aksi dan upaya untuk menghentikan tragedi kemanusiaan di Palestina. Berbicara perihal kemanusiaan di Palestina, ada sosok pahlawan dari AS yang mengorbankan nyawanya demi membela masyarakat Palestina. Siapakah itu? Dialah Rachel Corrie.

Rachel Corrie

Rachel Alliance Corrie lahir pada 10 April 1979 di Olympia, Washington, Amerika Serikat. Beliau asli keturunan Yahudi. Sejak kecil Corrrie rajin dalam segala kegiatan sosial untuk membantu orang lain. Saat teman sebayanya sedang menikmati hiburan anak muda dan kebebasan hidup di Amerika, dia lebih memilih menjadi seorang relawan kemanusiaan demi membantu orang lain. Hal yang paling mengejutkan saat dia berusia 10 tahun, Corry berpidato dengan lancar tanpa naskah di konferensi pers World Children Report 1989. Berdiri di hadapan banyak orang menceritakan kondisi sosial. Itu bukan kebiasaan seorang gadis cilik melainkan anak diatas usia kelas 5 SD.

Sumber: di sini. 
“Aku di sini, untuk anak-anak yang lain. Aku di sini karena aku peduli….karena empat puluh ribu orang meninggal kelaparan setiap hari. Mimpiku adalah menghapus kemiskinan pada tahun 2000….mimpiku itu, bisa dan akan terwujud, jika kita menatap masa depan dan melihat cahaya di sana.”
 
Walaupun misinya belum terwujud, tetapi pada tahun 2000 dia terus aktif di berbagai kegiatan sosial. Salah satunya dengan menggalang dana untuk korban kelaparan. Bahkan dia juga ikut tidur di pinggiran jalan pada saat protes anggaran sosial tunawisma. Rachel menempuh pendidikan di Evergreen Stage Collage, Olympia. Pada 2002 dia bergabung pada International Solidarity Movement (ISM), sebuah gerakan solidaritas kemanusiaan. Gerakan ini memiliki misi mewujudkan perdamaian memperjuangkan hak kemanusiaan dan kemerdekaan. Corry diterbangkan ke jalur Gaza pada 22 Januari 2003.

Corrie melihat semua kekejaman Israel yang membabi buta di tanah perjuangan Palestina. Mesin militer mengelilingi tempatnya bermukim seolah akan membunuh siapa pun yang berada di tempat itu. Kerap kali ia mengirim surat dan menelpon ibunya untuk menceritakan apa yang dia lihat di Palestina. Ibunya mengungkapkan, dia ingin negaranya tahu kenyataan apa yang terjadi di Palestina. Kendati ingin terus memperjuangkan kemerdekaan atas Palestina, hidupnya malah berakhir di tanah panas Palestina. Pada 16 Maret 2003, aktivis kemanusiaan dari AS ini menjadi tameng hidup untuk melindungi pemukiman warga di Rafah. Dia melindungi rumah warga Rafah yang akan di lindas buldoser Israel. Dengan gagahnya ia menghadang alat berat itu. Melindungi rumah warga Palestina yang bahkan tidak dia kenal. Tangannya melambai, merentang dan menyilang, memberi tanda pada buldoser. Biasanya langkah tersebut mampu membatalkan niat para buldoser untuk menggusur.

Sumber: di sini

Akan tetapi, Israel mengabaikan peringatan dari Rachel. Rekan-rekannya sudah memperingatkannya untuk menyingkir. Namun Rachel tetap berdiri mempertaruhkan nyawanya. Tubuhnya remuk terlindas bersama reruntuhan rumah warga Rafah. Dalam usia 23 tahun ia korbankan jiwa raganya untuk membela Palestina. Membela dengan seluruh kemampuannya. Duka Palestina terasa beda karena menangisi kepergian relawan asal Amerika Serikat. Tempat peristiwa tersebut kini diberi nama jalan 'Rachel Corrie Street.'

Sumber: di sini
Hero Zaman Now

Pengorbanan seorang Rachel Corrie mengingatkan kita bahwa berasal dari daerah manapun kita, kita perlu memperjuangkan korban tragedi kemanusiaan di muka bumi ini. Tak mengenal tempat dan tak mengenali asal suku korban penindasan berasal. Di situlah kita harus memperjuangkan kemerdekaannya. Korban kekejaman Israel di Palestina semakin meningkat tajam. Terhitung dari tahun 2000 sampai Februari 2017 lalu, tercatat tindakan kekejaman Israel menewaskan sebanyak 2069 anak-anak. Sebesar 86% anak Palestina hidup di bawah garis kemiskinan dan 2000 keluarga hidup miskin. Lalu apa yang sudah kita lakukan selain mendoakannya?

Mungkin di luar sana masih banyak 'Rachel Corrie' lainnya, yang siap memasang badan untuk membela Palestina. Perjuangan yang dilakukan Rachel tetap abadi di hati masyarakat Palestina. Rachel telah banyak membentang kebaikan dengan mewujudkan perdamaian dari AS sampai ke Palestina. Kisah hidupnya diabadikan dalam teater bertajuk 'My name is Rachel Corrie'. Para musisi pun turut mengapresiasi Corrie dengan membuat tak kurang dari 30 lagu. Bahkan telah dibentuk Rachel Corrie Foundations, lembaga sosial sebagai estafet perjuangannya.

Saya yakin siapa pun juga bisa menjadi hero zaman now untuk Palestina seperti apa yang dilakukan Corrie. Semua orang bisa menjadi 'Rachel Corrie' dengan tataran yang berbeda. Membela Palestina sebetulnya tidak butuh alasan panjang. Pun tidak melihat latar belakang agama maupun ras. Rachel Corrie, gadis keturunan Yahudi Washington AS pun bisa membuktikannya. Rachel sangat menjunjung tinggi perdamaian manusia dan mengecam terhadap pelanggaran HAM di Palestina. Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan mengungkapkan bahwa tidak perlu menjadi muslim untuk membela Palestina, cukup kita jadi manusia. Hal ini senada dengan yang dituturkan Ketua MPR Zulkifli Hasan pada Aksi Bela Palestina tanggal 17 Desember lalu; Membela Palestina itu kewajiban konstitusi. Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Bukan hanya umat Islam, apapun agamanya, darimana pun asalnya, wajib membela perikemanusiaan dan perikeadilan di sana. 

Donasi dari Dompet Dhuafa

Untuk itu saya mengajak pembaca semua untuk ikut membentang kebaikan melalui donasi kepada Palestina dengan Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa sebagai lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan memberikan layanan bagi siapa pun yang ingin berdonasi untuk Palestina. Dompet dhuafa memberi bantuan berupa logistik makanan pada Palestina sejak tahun 2013. Mari kita lanjutkan perjuangan Rachel Corrie terhadap rakyat Palestina dengan semampu yang kita bisa. Segera donasi ke Bank Muamalat 340.0000.482 atau BCA 2377.878.783 atas nama Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Kirim konfirmasi donasi ke 08121292528 (WA). Rachel Corrie, seorang penggiat kemanusian asal AS mungkin telah tiada. Akan tetapi mimpinya tentang perdamaian, kemanusiaan dan kemerdekaan masih terus lahir sampai kapan pun.