Jumat, 12 Juli 2019


Pagi ini gue mau truly curhat aja. Basi banget ya gue udah lama vakum gak ngeblog, dateng-dateng malah curhat haha. Gapapalah yaa, mohon maaf juga kalau berbelit-belit, tanda baca dll gak sesuai dengan eyd. Jadi mungkin ini adalah alasan kenapa gue gak posting-posting tulisan di blog ini. Gue prolog dulu jadi pertengahan 2018, di awal semester baru itu, gue orangnya semangat banget gak sabar buat ngejalanin perkuliahan di semester kedua. Saking bersemangatnya gue gak mau ada sampe ada hal-hal kecil yang kelewat. Apapun itu, mau itu dari segi pendidikan, kerjaan gue, pola hidup gue, bahkan gue juga bikin blog tracker untuk organize konten-konten apa aja yang mau gue posting di blog ini. Jadi buat mereminder hal-hal tersebut, semuanya gue catet di bullet journal gue. Yap enam bulan pertama (akhir 2018) sampai dua bulan pertama di tahun 2019 semuanya alhamdulillan berjalan lancar. IPK gue masih diatas 3,5. Gue masih ambisius untuk lulus 1,5 tahun. Gue sempro di bulan Februari 2019 ini.

Namun semuanya berubah sejak Maret 2019 ini. Ketika gue gak ada lagi harapan untuk lulus 1,5 tahun. Gak tau kenapa semuanya kaya ngerembet kemana-mana. Gue inget sejak bulan Maret, gue ngerasa gak punya semangat untuk kerja, kuliah, jalanin hidup. Yang gue lakuin hanyalah menjadi penonton kesuksesan orang-orang. Gue cuma jadi consumer keberhasilan orang-orang. Gue berasa jadi robot, yang yeah melakukan hal yang sama setiap harinya tanpa ada semangat dan gairah. Sebenernya hal tersebut somehow masih gue rasakan sampai gue nulis ini. Hanya gak separah dulu aja, yang bener-bener gak tau harus ngapain. Semuanya terasa menyedihkan. Ya gue jadi gampang sedih, ngerasa gagal jadi human being. Seringkali gue menyalahkan diri sendiri, mengkasihani diri sendiri. Yang disaat bersamaan gue merasa tertekan sama diri gue sendiri. Aneh ya gue ya. Kadang gue juga mikir, ini gue kesambet kali ya. Gue sama diri gue sendiri aja gak ngerti coy maunya apa. Impian yang selama ini tanampkan terasa tertutupi sama kabut kesedihan, kegalauan. Karir gue ngerasa mentok, rasanya dalam hati pengen ngamuk dan bilang 'WOY GUE MAU RESIGN.'

Alhamdulillahnya, kesedihan bak tak berkesudahan itu lumayan berkurang di bulan Ramadhan. Ya sebenernya sejak akhir April 2019 ya. Gue mulai take a chill ajalah. Terus awal Meinya kan masuk bulan puasa ya. Namun setelah lebaran usai, gue pun galau lagi sodara-sodaraa. Di bulan Juni ini gue totally sadar, kenapa gue belum juga menikah, kenapa gue belum juga dapet karir yang bagus, kenapa gue gak punya temen yang setia sama gue. Apa ya disaat gue galau kaya gini, gue kaya butuh temen yang gue gak perlu jelasin banyak-banyak alasan gue galau. Gue cuma butuh curhat sedikit dan support saran mereka aja. Jadi gue mulai mengakui kesalahan gue yang menyebabkan seperti ini, dan menoticed banget apa yang seharusnya gue lakukan. Meskipun sejak akhir bulan ramadhan itu, gue kaya mencollect lagu-lagu yang gue rasa, duh ini gue banget.

Berbekal perenungan panjang di bulan Juni tersebut, di bulan Juli ini gue mulai ngelakuin proses dalam pencapaian mimpi gue. Gue puas-puas-in meng explore apa yang mau gue capai, termasuk impian terpendam gue yang gue gak tau sebenernya masih bisa terwujud apa engga. Gue menganggap kegalauan gue beberapa bulan terakhir ini merupakan proses dari perbaikan gue sendiri.

1. Disaat itu mungkin gue lupa kalau rahmat Allah ke kita itu gak akan pernah berhenti, jadi sebetulnya gak ada alasan gue untuk bersedih lama-lama. Sadar atau engga, gue seperti mengabaikan kata Allahu ma'ana. Gue dzikir nih tapi gue dzikirnya  cuma di mulut, gak di hati, jadi lah gue sedih mulu. Padahal Allah kan udah bilang laa tahzan :') Jadi guys semua masalah solusi utamanya adalah relationship kita sama yang diatas. 

2. Konsep diri ini juga penting banget. You've to know who you are, knowing things you have to done and you have to know how to handle it. Jadi ketika ada sesuatu yang bikin lu down, you already know what should you do.

3. Waktu itu gue akuin, gue lupa akan khasiat dari kalimat 'man jadda wa jadda.' Ya lu kalau mau dapetin sesuatu harus struglle dulu. Lu mau karir lu bagus, rejeki lu bagus, emang usaha lu udah sampe mana neng? bisa dibilang gue kaya orang kebanyakan yang selalu menekankan keterbatasan gue untuk menjadi alasan sulit mewujudkan impian. Padahal usahanya ini kan dari yang sederhana dulu, yaitu pola hidup. Percuma kan lu passion misal di IT, tapi kerjanya cuma leyeh-leyeh di kasur. Cita-cita penghafal quran, tapi sepanjang harinya hp terus yang ada di genggaman. Lo banyak yang harus dikerjain, tapi gak manfaatin waktu dengan baik.

Intinya guys jangan menyerah. Selalu ada jalan menuju roma, selalu inget semua impian lo. Kalau perlu itu mimpi-mimpi lo bacain sebelum lo tidur dan saat bangun di pagi. Termasuk step by step untuk meraihnya. Kalau ada hal yang bikin down lagi, perkuat dengan dzikir, sholat dan sabar. Bukankah Allah udah bilang, washta'inu bisabri washolah. Emang nih kitanya aja yang batu. Nyari penghilang sedih dengan hiburan-hiburan yang gak jelas manfaatnya. Ini gue juga lagi ngomong ke diri sendiri yaa. Jadi gue amat sangat merekomendasikan tiga hal tersebut. Dzikir, Sabar, Sholat. Kalau masih sedih, dzikir lagi, dan pake hati atuh dzikirnya. Minta ampun sama Allah, mungkin kita kebanyakan dosa. Allah baik, pengen jadiin kesempatan ini biar kita jadi tambah deket sama Allah. Mungkin kitanya emang yang udah kelamaan, kejauhan, kenapa gak curhat aja sama Allah. Kenapa terlalu terlena sama lagu-lagu galau, (yang meskipun memang liriknya mewakili perasaan kita). Tapi hal tersebut bukanlah sebuah jalan keluar gengs. Jalan keluarnya ya yang tadi gue bilang. Lagian masalah lu seberat apa sih, sampe lu gak punya gairah untuk hidup. Kaki tangan penglihatan, pendengaran masih sehat. Keluarga juga sehat walafiat. Hahahaha aneh emang gue terlalu banyak insecure sama banyak hal.

So guys, Allah gak bakalan berhenti ngasih rahmatNya ke kita. Kitanya aja yang terlalu hopeless. Selalu deketin Allah. Allah mah gak akan ninggalin kita. Kitanya aja yang sering lalai mengingat Allah. The last one, Jangan putus asa, selalu perjuangin mimpi-mimpi lo. Selalu inget apa aja yang mau lo capai di dunia ini.

Minggu, 31 Maret 2019

Reza Rahadian memaknai Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret sebagai momen yang tepat dalam merayakan keberagaman film Indonesia. Reza Rahadian menjelaskan pangsa pasar film indonesia yang meningkat menandakan momentum kebangkitan film nasional. Peningkatan tersebut menunjukkan kenaikan minat masyarakat Indonesia terhadap film lokal yang tentunya tak lepas dari film yang berkualitas. Para pekerja film seperti para pemeran, sutradara, penulis skenario, para kru, editor, dan produser, menurutnya perlu mendapat apresiasi tinggi, sebab telah bekerja keras untuk menjaga dan meningkatkan kualitas film Indonesia. 
            Indonesia menempati posisi ke-8 di dunia sebagai negara dengan pangsa pasar film nasional yang cukup baik. Film Indonesia terbukti mampu meraih penghargaan tingkat internasional dan mengalami peningkatan pangsa pasar film lokal. Banyaknya film Indonesia yang telah diproduksi menjadi sebuah citra dari keberagaman Indonesia, mulai dari lokasi syuting, adegan, ide cerita hingga bahasa dalam dialog pengadeganannya. Banyak sineas film Indonesia yang mengambil setting penggambaran keelokan tanah air, luasnya nusantara, tradisi lokal dan makanan khas Indonesia.
Contohnya dari film Laskar Pelangi yang memperlihatkan dengan keindahan Pulau Belitung, pantai, hutan serta pasar-pasar tradisional mendadak ramai pengunjung setelah filmnya sukses mencuri perhatian masyarakat. Bahkan dibuka trip travel dengan nama wisata Laskar Pelangi untuk para wisatawan. Film yang tembus box office Indonesia peringkat ke-4 dengan 4,7 juta penonton ini mendapatkan penghargaan Asian Film Awards, Hong Kong dalam kategori Best Film dan Best Editor. Film tersebut merupakan karya kolaborasi produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza.
Diproduksi oleh sineas yang sama, tahun 2016 film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 yang merupakan sekuel dari AADC tahun 2008, menampilkan wisata-wisata menarik yang ada di Yogyakarta. Film yang menduduki peringkat ke-6 film box office Indonesia dengan total 3.6 juta penonton ini melakukan banyak adegan di tempat wisata seperti Punthuk Setumbu, Istana Ratu Boko, Pantai Parangtritis, juga wisata sejarah Makam Panembahan Senopati. Tahun 2012 melalui film 5 CM, berhasil menggaet anak muda yang tertarik naik gunung dan melihat langsung panorama Gunung Semeru yang menakjubkan. Dalam film tersebut menggambarkan keindahan Oro-oro Ombo, Ranu Kumbolo dan Ranu Pane. 5 CM mendapatkan banyak penghargaan nasional, salah satunya dari Festival Film Bandung (FFB) 2013 kategori Film Terpuji.
Nominasi Film Panjang Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2018 diramaikan berbagai film yang merepresentasikan budaya di wilayah Indonesia. Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak yang rilis tahun 2017 menyuguhkan eksotisme padang Sabana di daerah Sumba, Nusa Tenggara Timur. Film tersebut sukses mendapatkan banyak penghargaan nasional maupun internasional, dua diantaranya ialah sebagai Film Terbaik Asian Nest Wave dari The QCinema Film Festival, Filipina dan pemenang Fim Terbaik di FFI 2018. Tayang tahun 2018, Film Aruna dan Lidahnya menyoroti kehidupan masyarakat Pontianak dan singkawang di Kalimantan Barat. Film yang mendapat penghargaan Sinematografi Terbaik di Festival Film Asia Jogja-NETPAC berhasil menggiurkan lidah penonton dengan memamerkan 21 makanan lokal khas Indonesia. Lima diantaranya yaitu rawon iga, kacang kowa, campor lorjuk, pengkang dan choi pan.
Nominasi FFI 2018 lainnya jatuh pada Film Sekala Niskala yang pernah menyabet kemenangan dalam nominasi Grand Prize di Tokyo FILMeX International Film Festival 2017, dilatarbelakangi dari tradisi kepercayaan masyarakat Bali dan menggunakan bahasa penduduk pulau Dewata. Kemudian dari pemenang Film Terbaik pada FFI 2016, film Athirah mengisahkan drama keluarga Indonesia yang mengangkat budaya Bugis Makassar yang memikat.  
Keterlibatan ciri khas Indonesia dan keindahan alamnya yang dihadirkan pada film-film tersebut menjadi sebuah citra keberagaman Indonesia. Sebuah film tidak sekedar berbicara mengenai bagaimana estetika filmnya, atau bercerita melalui genre komedi, drama, horor ataupun action. Sebuah film dengan apapun genrenya, dapat mewakili karakter suatu bangsa. Film dengan kekuatan sinematografi dapat memperkenalkan keberagaman yang dimiliki Indonesia melalui tempat wisata, kekayaan kuliner, dan bahasa-bahasa daerah. Film Indonesia dapat mempromosikan dan mengangkat pariwisata sebuah daerah. Secara tidak langsung penonton film dapat menikmati jelajah keindahan nusantara. Karenanya, esensi film lebih dari sekedar menghibur dan mengedukasi. Mari mengapresiasi film-film lokal dengan menonton langsung di bioskop-bioskop kesayanganmu.
 Selamat Hari Film Nasional, 30 Maret 2019. Jaya Perfilman Indonesia!

Sabtu, 03 November 2018


Pada postingan kali ini, saya akan share peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah islam di dunia.  Berawal dari rasa penasaran bagaimana awal mula palestina bisa terjajah, dan merambat pada kisah dihapuskannya Daulah Ustmaniyyah. Saya jadi berniat untuk coba mengurutkan peristiwa-peristiwa tersebut. Sumbernya sebagian besar dari Cordova Media dan berbagai situs-situs sejarah Islam lainnya yang insyaAllah valid.

1. Andalusia ditakhlukkan oleh Thariq Bin Ziyad mengalahkan Roderick, pemimpin Kerajaan Visigoth pada 29 Ramadhan 92 H (711 M)

Pertempuran terjadi di Lembah Sungai Barbate selama 8 hari. Allah memberikan pertolongan kepada pasukan muslim dan memenangkannya. Setelah kemenangan itu, muslim berkuasa hingga 800 tahun lamanya.

2. Kekalahan Pasukan Umayyah atas Pasukan Frank pada 9 Ramadhan 114 H atau 10 Oktober 732M

Penyebab kekalahan kaum muslimin ini karena adanya fanatisme kesukuan antara pasukan dari etnis Arab dan Berber [Afrika Utara] serta memperebutkan harta rampasan perang. Selain itu Kerajaan Frank yang dimpin oleh Charles Martel ini telah mempelajari taktik dan strategi perang kaum muslimin.

3. Penaklukkan Anatolia dipimpin oleh Sultan Alp Arslan pada Jum'at tanggal 26 Dzulqaidah 464 H /Agustus 1071 M
Pertempuran antara Kesultanan Turki Seljuk dengan Kekaisaran Byzantium di Anatolia ini terjadi di kota Manzikert atau Malazgirt, Turki timur saat ini. Kekalahan Byzantium tersebutlah yang mendorong Perang Salib dan penjajahan di wilayah Syam oleh Khatolik Romawi.

4.  Pembebasan Al-Quds oleh Shalahuddin Al-Ayyubi pada 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187 M

Setelah Perang Salib membantai lebih dari 10.000 muslim Al-Quds pada 1099 M. 88 tahun setelahnya Shalahuddin Al-Ayyubi membebaskan Al-Quds tanpa bertindak keji sebagaimana perlakukan pasukan Kristen saat mengalahkan kaum Muslimin. Shalahuddin bahkan melindungi umat kristiani beserta gerejanya dan melarang kaum muslimin menjarah harta milik mereka.
  
5. Kemenangan Muslim Mamluk melawan Mongol di Ain Jalut (Palestina) pada Jum'at 25 Ramadhan 658 H/ 3 September 1260 M

Dipimpin oleh Sultan Saifuddin Quthuz kaum muslimin melawan pasukan Mongol yang dipimpin oleh Kitbuqa Noyan. Pasukan Mongol dapat dikalahkan berkat taktik Quthuz yaitu pura-pura kabur dan mundur. Mongol yang sebelumnya telah memusnahkan Baghdad pada 1258,(dua tahun sebelumnya) atas izin dan kehendak Allah dapat dikalahkan. 

6. Penaklukan Konstatinpel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih pada 20 Jumadil Ula 857 H atau 29 Mei 1453

Saya sudah pernah bahas mengenai penalukkan konstatinpel pada pada postingan sebelumnya disini, buat kalian yang belum baca. Konstatinopel akhirnya dapat ditaklukkan pada 8 abad setelah nubuat nabi Muhammad tentang pembuka Konstatinopel dan Roma. Penaklukkan kota konstatinopel ini dipimpin oleh panglima Sultan Muhammad Al-Fatih. Setelah dua bulan lamanya bertempur, ia dan pasukannya dapat memasuki wilayah kota terkuat itu dengan cara menyebrangkan kapal mereka ke Golden Horn (tanduk emas) melewati bukit Galata. Al-Fatih dan pasukannyalah yang diceritakan oleh Rasulullah; sebaik-baiknya pemimpin dan sebaik-baiknya pasukan.

 
Bersambung....


Next: Spoiler. Runtuhnya Daulah Turki Ustmani dan awal mula Palestina dijajah

Sabtu, 13 Oktober 2018


Assalamu'alaikum temen-temen hehe. Setelah sebelumnya berkutat pada serial Public Relations, kali ini pembahasannya yang religius nih. Seperti yang sudah temen-temen baca di judul. Topik kali ini akan menjabarkan pentingnya karakter islami dalam kehidupan seorang muslim. Tak perlu panjang lebar, langsung aja kita masuk apa aja sih 10 karakteristik muslim yang tangguh.

1. Aqidah yang lurus.

Aqidah ini adalah awal dari segalanya. Adalah pondasi dari amal. Amalan-amalan baik yang dikerjakan rutin setiap harinya berawal dari aqidah yang bersih dan lurus. Berangkat dari aqidah yang lurus akan menghasilkan ketenangan dan istiqomah dalam jalanNya. Sehingga tidak mudah goyah oleh ikatan dunia.

2. Ibadah yang benar.

Mengapa harus ibadah dengan benar? Teman-temanku yang insyaAllah selalu dirahmati Allah, ibadah wajib dan sunnah merupakan sarana kita untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Kedekatan seorang hamba ditentukan oleh intensitas dan kualitas ibadahnya. Tentu saja kualitas juga termasuk, apalah jumlah rakaat jika tidak khuysu atau tu'ma ninah. Dengan ibadah yang ihsan, maka akan mendatangkan kecintaan dan pertolongan Allah SWT. Shalat ialah termasuk hal yang Allah katakan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 153; "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu."

3. Akhlak yang tangguh
Dalam hal ini kita dituntut untuk memiliki akhlak yang mulia seperti Rasulullah SAW. Seperti jujur, cerdas, mengingatkan saudaranya dan amanah.

4. Bermata pencaharian
Ustadz Yusuf Mansur sering mengingatkan pada jama'ahnya bahwa umat Islam itu 'harus' kaya. Alasan yang pertama ialah untuk bisa menjalankan rukun islam yang sempurna. Bila mempunyai uang berlebih maka muslim dapat mengeluarkan zakat, sedekah wakaf, haji dan ibadah lainnya. Oleh karena itu menjadi penting bagi umat muslim untuk mandiri secara ekonomi. Dalam artian tidak menganggur. Ingat, dakhwah membutuhkan pengorbanan harta. Tapi jangan menjadikan dakhwah sebagai sumber penghasilan kita hehe.

5. Wawasan yang luas
Seorang muslim harus cerdas, memiliki wawasan yang luas, baik dalam urusan dunia maupun agama. Kita perlu meneladani Rasulullah yang dengan amanah dakhwah yang ia emban, mendapatkan gelar fathonah atau cerdas.

6. Jasmani yang kuat
Untuk mengemban amanah dakhwah tentu tidak hanya secara ruhiyah dan fikriyyah saja. Melainkan kesehatan dan kekuatan jasmani sangatlah penting.

7. Memerangi hawa nafsu
Agar tidak terjerumus pada kejahatan dan kebatilan, maka perlu adanya kesungguhan. Kesungguhan dalam senantiasa istiqomah memegang teguh hukum Allah. Setiap harinya kita bujuk rayuan setan selalu menghampiri kita. Maka dengan adanya sungguh-sungguh, niscaya akan berhasil melawan hawa nafsu.

8. Teratur urusannya.
Untuk mencapai keberhasilan, tentu memerlukan perencanaan agar mampu mengatur urusannya. Seorang muslim yang tangguh harus mengetahui dan merencanakan hal apa saja yang akan dilakukan untuk esok, seminggu atau sebulan kemudian. Kemudian ketika di penghujung hari, dianjurkan melakukan evaluasi terhadap urusan kita pada hari itu.

9. Pandai menjaga waktu
Seorang teman SMA pernah mengatakan dalam quptesnya; bekerja dan beramal memang melelahkan. Namun waktu luang membinasakan. Maka setiap individu muslim dituntut agar dapat mengelola waktu dengan kegiatan-kegiatan positif. Tidak boleh ada waktu yang dibuang dengan percuma.

10. Bermanfaat bagi orang lain
Seperti yang kita ketahui dalam hadist; sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat bagi orang lain atau minimal di lingkungan sekitarnya. Sehingga seorang mukmin, apalagi penyeru kebaikan selalu berusaha memberi manfaat bagi orang banyak. Tidak hanya bermanfaat untuk diri kita sendiri saja.

Naah berdasarkan dari buku yang saya baca, makna dari ke sepuluh karakteristik tersebut ialah:
Kedekatan seseorang kepada sang Pencipta akan menghasilkan perilaku-perilaku yang membawa manfaat terhadap dirinya dan lingkungannya. Perilaku-perilaku inilah yang akan selalu melekat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti diantaranya: keikhlasan yang tinggi, amal yang berkelanjutan, semangat perjuanan, jiwa berkorban, merdeka, teguh pendirian, tulus, ukhuwah islamiyah, dan tsiqah (kepercayaan). 

Sabtu, 29 September 2018


Disclaimer: penulisan ini dibuat tidak untuk menyudutkan pihak siapapun, hanya sebagai momentum karena bertepatan dengan hari Sarjana Nasional pada 29 September.

Sebelumnya sedikit marak sebuah kutipan yang berisi begini:

Menurut prinsip yang saya pegang, pendidikan tinggi itu penting buat siapa aja. Gak cuma hanya pria, wanita juga. Kenapa? karena pendidikan adalah investasi masa depan kita. Entah itu untuk bekal untuk mendidik anak, untuk karir yang lebih gemilang dan lain sebagainya. Namun untuk menjadi seorang ibu kelak di masa depan, apakah kuliah itu penting untuk wanita? toh nanti hidup sepenuhnya di tanggung oleh suami. Atau toh nanti aktivitas seorang ibu di dominasikan dalam mengurus rumah tangga dan keperluan anak dan suami. Pun, emangnya kelak anak akan tanya dulu skripsi atau tugas akhir kuliah kita pakai metode apa? Apakah betul menjadi ibu yang cerdas perlu untuk menempuh skripsi? Lantas apakah wanita masih butuh kuliah? Berikut beserta alasan beserta penjelasannnya:

1. Sebagai seorang muslim, kita perlu berargumen dengan berlandaskan kacamata islam. Salah satu karakteristik muslim yang tangguh ialah berwawasan luas. Logikanya begini, kalau yang kuliah aja pengetahuan literasinya masih kurang, apa kabar yang tidak kuliah. Dengan berpendidikan tinggi, literatur pengetahuan yang didapat insyaAllah akan lebih banyak.

2. Memiliki keturunan artinya membentuk generasi. Maka akan lebih baik kalau kita sebagai calon orangtua memiliki persiapan yang matang dalam hal pendidikan. Amat disayangkan, kalau menggunakan alasan 'tidak perlu kuliah untuk jadi ibu cerdas' untuk lantas tidak sarjana. Pun kalau terhambat biaya, kini beasiswa banyak kok tersedia.

3. Orang tua menjadi qudwah, suri tauladan buat anak-anaknya.

Hampir semua anak mengidolakan orang tuanya. Tak sedikit anak-anak yang menjadikan capaian orang tuanya menjadi pecutan untuk dirinya. Orang tua tentu menjadi contoh untuk anak-anaknya. Akan jadi apa seorang anak kelak, tak akan lepas dari peranan orang tuanya.

4. Orang tua dapat menanamkan nilai-nilai berdasarkan pengalamannya.

Ibu yang biasanya lebih dekat dengan anaknya, kelak tidak hanya bisa mendukung. Melainkan menceritakan pengalaman dan nilai-nilai yang bisa anak terapkan dalam kehidupannya. Sehingga usaha orangtua di masa muda menjadi referensi sang anak untuk lebih baik lagi dalam hal pendidikan. Effortnya seorang orang tua pada saat kuliah akan berdampak pada perkembangan belajar anak. Esensi kuliah lebih dari sekedar menuntut ilmu, ada pembelajaran mengatur waktu, belajar tahan banting dan pembentukan karakteri diri disana.

5. Khoirunnas anfa'uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain.

Penuturan dari teman sarjana ilmu pemerintahan, 'kalau banyak ilmu pasti bisa lebih ngasih manfaat keorang banyak. Jadi kalau porsi kita banyak di bidang ilmu insyallah yg kita ajarin juga lebih banyak ke generasi selanjutnya, ngga cuma anak kita sih. Siapapun itu.'

Menurut temanku yang lain, calon sarjana agama; kuliah merupakan salah satu sarana buat nambah ilmu. Adapun pendapat teman lainya, sarjana muda dan calon ibu dari anaknya: meskipun kuliahnya belum kepakai saat ini, setidaknya kita punya cadangan buat bantu suami, ketika suatu saat lagi ada kendala ekonomi. Output orang yang hanya belajar otodidak tanpa melewati jenjang kuliah mungkin gak akan sebagus orang yang merasakan bangku kuliah. Juga mungkin tidak akan mendapatkan pengalaman seperti orang-orang yang kuliah lainnya. Harus pandai mengatur waktu antar tugas per mata kuliahnya, menyiapkan mental bertemu dosen killer, sabar dan pantang mundur meskipun tekanan dimana-dimana dan lain sebagainya. Nah anak akan punya banyak referensi mengenai hal tersebut jika orangtuanya sudah melewati masa-masa kuliah.

That's the it. Cerdas bukan hanya perihal banyak ilmunya saja. Akan tetapi bisa menanamkan berbagai value, memotivasi hingga membentuk generasi yang tangguh dan bisa membanggakan bangsa maupun agama. Last but not least, semangat menempuh jenjang kuliah para calon ibu dimanapun kalian berada. Selamat hari sarjana nasional :) 

Jumat, 07 September 2018

Asian Games 2018 telah berakhir. Namun tak sedikit masyarakat Indonesia yang masih merasakan euforianya. Mulai dari euforia Opening Ceremony terbaik, harap cemas pada saat menonton pertandingan, dan Closing Ceremony Asian Games yang spektakuler. Dari semua hal tentang Asian Games tahun ini, buat saya yang paling menarik adalah official song Asian Gamesnya. Lagu soundtrack Asian Games 2018 ini ada sebanyak 18 lagu. Kebanyakan orang lebih mengenal lagu 'Meraih Bintang' yang dinyanyikan Via Vallen. Ada satu lagu official song Asian Games ini yang buat saya beda dari yang lain. Mungkin kebanyakan orang hanya sekilas tau reffnya saja tanpa tahu judulnya. Jadi judulnya 'Bright As The Sun.'
Lagu ini saya sebut beda dari yang lain, karena merurut saya lagu ini sarat akan makna dan motivasi. Diciptakan oleh musisi tanah air yaitu Rian dan Rama D'Masiv, Nino RAN, Irfans Samsons dan Ade Govinda. Dan dinyanyikan oleh 18 penyanyi yang pasti juga asal Indonesia. Sebelum saya menulis mengenai ini, saya sudah cek banyak yang menceritakan motivasi apa saja dibalik lagu tersebut.

Baca ini: Ini Dia 7 Makna Plus Motivasi di Balik Lirik Lagu 'Bright As The Sun' sebagai Theme Song Asian Games 2018.
 
Lagu ini layak diperdengarkan untuk semua pemuda, pun momentumnya tidak hanya waktu Asian Games aja. Lagu ini cocok banget buat memecut semangat apapun situasinya. Saat sudah mau pupus harapan, saat mulai selisih karena perbedaan dan lain sebagainya. Lagu ini bisa dikatakan 'anak muda banget'. Selain emang nadanya kekinian dan liriknya pun sangat sesuai dengan pemuda.

Mari kita lihat, pada lirik Tegaklah berdiri, Terbanglah Kau Tinggi mengajarkan untuk tidak cepat puas atas pencapaian kita. Teruslah menjadi lebih baik lagi. Kita tahu pemuda adalah dimana masa-masanya sedang mencari jati diri. Keberadaan mereka ingin diakui, ingin eksis, ingin dikenal banyak orang dan lain-lain. Buat saya sesuai dengan lirik selanjutnya Inilah Saatnya, Namamu Bergema. Menjadi sebuah pecutan bukan buat anak muda?

Kemudian pada makna lirik selanjutnya, para pembaca pasti tahu dan paham kekalahan sebagai kemengan yang tertunda. Namun rupanya tidak cukup hanya tahu dan paham saja. Seperti lirik selanjutnya Jangan pernah berputus asa, jadi yang terbaik. Yakin deh pasti diantara dari kalian ada yang nulis motto jaman SD atau SMPnya; 'Don't Give Up' atau jangan menyerah dan semacamnya. Namun realitanya berapa banyak orang yang dikasih kesulitan sedikit, langsung ngeluhnya minta ampun dan udah langsung mundur teratur. Tanpa tahu hasil kalo kita coba dulu akan jadi apa. Lalu berapa banyak pemuda yang mengerjakan sesuatu dengan maksimal. Semisal mengerjakan tugas dari dosen atau dari atasan, mengerjakannya yang semampu kita aja udah. Tanpa mau repot-repot memberikan yang terbaik dan mempersembahkan yang terbaik yang udah kita kerahkan semua kemampuan kita.

Dalam bagian reffnya menggunakan bahasa inggris diantaranya and fight your fears come on, don't waste your times. Bisa dikatakan hal ini yang paling sulit untuk dikontrol adalah melawan rasa takut dan malas. Mari kita kalkulasikan dalam satu tahun, kesempatan emas apa yang kita lewati hanya karena takut atau buang-buang waktu? Dalam satu hari, berapa jam waktu kita diisi dengan hal-hal yang bermanfaat dan produktif? Yuk kita evaluasi.

Lirik yang paling mengena di hati ialah; berbeda bukan alasan untuk tak saling menopang. Tujuan, cita dan harapan. Tak bisa saya pungkiri bahwasanya kebanyakan dari kita terlalu gengsi untuk mau bahu-membahu, hanya karena dari golongan yang berbeda. Kita sudah terlalu mengkotak-kotakkan, sehingga sulit untuk bersatu padu. Padahal yaa sejak jaman nabi pun yang menjadi kunci kesuksesan adalah kebersamaan dan tidak mudah terpecah belah. Kemudian buat saya lirik yang paling pamungkas yang mengingatkan pada Muhammad Al-Fatih, sang penakluk Konstatinopel; jadikanlah jiwa mudamu, mengukir sejarah. Memang usia-usia produktif seperti pemuda ini harus diotimalkan untuk mencetak sejarah kebaikan.

Lagu ini bagus untuk menyadarkan kawla muda menggapai impian yang lebih tinggi. Kita harapkan lagu ini berbanding lurus dengan realita yang ada. Tentu kalau dari kacamata saya, jauh sebelum lagu ini dibuat sudah ada yang membuktikkan menjadi cerah seperti matahari. Bright as the Sun. Sudah ada yang menaklukkan dunia dengan semangat muda penuh gelora didadanya. Usia boleh muda, tapi nyalinya seperti orang dewasa. Menurutku lagu ini guna untuk recovery memanfaatkan momentum di Asian Games tahun ini. Hal yang lagi dibicarakan akhir-akhir ini adalah naiknya kurs dollar dan rupiah semakin merosot. Sebagai pemuda mari kita bantu pemerintah untuk menjaga mata uang tercinta kita. Meminimalisir kebiasaan menjadi komsumtif dalam pembelian barang elektronik, impor dan pergi travelling ke luar negeri. Meskipun melambungnya nilai tukar rupiah, tidak menjadi alasan untuk malas mewujudkan impian pemuda. Bekerja dan belajarlah dengan giat. Give your best, let God do the rest. Sumber energi paling besar terdapat pada bersatunya pemuda. Gak heran kan Soekarno mau mengumpulkan 10 pemuda untuk taklukkan dunia :) Last but not least #AyoLebihBaik!

Sabtu, 01 September 2018


Halo berjumpa lagi di blognya anak public relations. Setelah postingan sebelumnya saya bahas perihal pentingnya bidang kerja social media specialist dan apa aja jobdescnya. Di postingan kali ini saya akan menjabarkan apa aja hal-hal yang perlu diperhatikan jika menjadi social media officer. Sebagai pembukaan sedikit saya akan jabarkan mengenai pekerjaan saya. Awal September nanti alhamdulillah saya genap setahun bekerja bagian admin media sosial di sebuah yayasan pendidikan. Dan apa yang saya tulis disini tak lain adalah berdasarkan pengalaman dan riset kecil terhadap bidang pekerja media sosial. Seperti yang sudah saya jelaskan di dua episode sebelumnya, hal tersebutlah yang saya lakukan selama ini. Tidak hanya sekedar upload konten di media sosial kemudian di evaluasi. Namun ada beberapa hal yang tidak boleh luput dari perhatian. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1.  Buat to do list atau jadwal Pengelolaan Media Sosial setiap harinya. Dari mulai mau mengecek email, facebook, atau repost instagram, menganalisis sikap audience hingga memperhatikan kompetitor kita. Berikut saya berikan contoh agenda kerja saya setiap harinya. Kalau saya sendiri dimulai dari membuat atau mempersiapkan konten yang akan dipublish besok atau hari itu. Kemudian pada pukul 9 pagi, jadwalnya mengapload konten dan mengecek semua sosial media, termasuk email yang paling krusial. Kemudian pada siang hari dianjurkan untuk mengecek ulang semua media sosial dan memberikan tanggapan terhadap semua respon yang masuk. Kemudian pada sore hari mengevaluasi atau mengkaji ulang terhadap statistik kunjungan hari ini. Dan sebelum pulang kantor usakan menjadwalkan postingan otomatis untuk keesokan harinya. Untuk menjadwalkan postingan di berbagai media sosial, saya rekomendasi untuk menggunakan Hootsuite .
2. Pelajari dengan baik profile audience kita. Memahami dengan baik latar belakang audience membantu bagaimana kita mengatur (gaya bahasa) di sosial media. Sentuhan yang kita berikan pun bisa disesuaikan berdasarkan field of experience yang dimiliki target sasaran kita. Maka menjadi penting untuk kita meriset background dan kesukaan audience. Misalnya follower pada media sosial anda kebanyakan adalah anak muda dengan usia kisaran 18 sampai 23 tahun, maka bahasanya pun juga harus menyesuaikan. Pun dengan tetap sesuai dengan konteks produk atau jasa yang perusahaan tonjolkan.
3. Merancang konten dari jauh-jauh hari. Pekerja media sosial harus tahu konten yang perlu di publikasikan beberapa minggu bahkan beberapa bulan ke depan. Maka konten sudah harus dibuat, jauh sebelum waktunya akan di post. Contoh konten-konten yang disiapkan ini seperti memperingati peristiwa penting kemerdekaan dan hari keagamaan. Termasuk pula di dalamnya agenda organisasi atau perusahaan yang akan dateng.
4. Menjadwalkan waktu mengapload konten di sosial media. Adalah hal yang cukup penting menentukan waktu mengupload di media sosial. Jangan sampai kita mengupload konten pada waktu-waktu dimana audience kita jarang atau sedikit sekali yang online. Seperti contohnya mengapload di malam hari jam 12. Pada umunya orang akan melihat media sosial di pagi hari sekitar jam 9an. Berdasarkan pengalaman saya juga, jam 1 sampai jam 3 siang termasuk waktu terbaik untuk upload. Dan tidak disarankan mengupload pada pukul 5 sore sampai malam hari. 
5. Menjaga komunikasi dengan audience. Menjaga hubungan dengan follower kita, tak lepas dari komentar pro dan kontranya. Tentu sebagai admin, perlu memiliki sifat ramah dan bijak dalam menangani sesuatu. Termasuk dalam menghadapi komplain costumer. Sehingga perlu adanya kemampuan komunikasi yang baik. Yang perlu digaris bawah ialah komentar haters berbeda tipis dengan komentar kontra. Tergantung susbtansi dan tujuannya. Jika ada komentar yang komplain dengan menjelaskan alasan ketidakpuasan terhadap jasa atau produknya, maka menurut saya komentar itu perlu dibalas dengan mengedukasi publik. Yap balik lagi public relations is about how we educated public. Namun jika ada komentar yang mengandung unsur fitnah dan provokasi, maka komentar tersebut perlu dihapus. Guna meminimalisir adanya prasangka buruk audience lain terhadap perusahaan.

Oke, sekiranya episode ini menjadi bagian terakhir tulisan saya mengenai social media specialist.  Sampai jumpa serial Public Relations selanjutnya.