Minggu, 31 Maret 2019

Reza Rahadian memaknai Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret sebagai momen yang tepat dalam merayakan keberagaman film Indonesia. Reza Rahadian menjelaskan pangsa pasar film indonesia yang meningkat menandakan momentum kebangkitan film nasional. Peningkatan tersebut menunjukkan kenaikan minat masyarakat Indonesia terhadap film lokal yang tentunya tak lepas dari film yang berkualitas. Para pekerja film seperti para pemeran, sutradara, penulis skenario, para kru, editor, dan produser, menurutnya perlu mendapat apresiasi tinggi, sebab telah bekerja keras untuk menjaga dan meningkatkan kualitas film Indonesia. 
            Indonesia menempati posisi ke-8 di dunia sebagai negara dengan pangsa pasar film nasional yang cukup baik. Film Indonesia terbukti mampu meraih penghargaan tingkat internasional dan mengalami peningkatan pangsa pasar film lokal. Banyaknya film Indonesia yang telah diproduksi menjadi sebuah citra dari keberagaman Indonesia, mulai dari lokasi syuting, adegan, ide cerita hingga bahasa dalam dialog pengadeganannya. Banyak sineas film Indonesia yang mengambil setting penggambaran keelokan tanah air, luasnya nusantara, tradisi lokal dan makanan khas Indonesia.
Contohnya dari film Laskar Pelangi yang memperlihatkan dengan keindahan Pulau Belitung, pantai, hutan serta pasar-pasar tradisional mendadak ramai pengunjung setelah filmnya sukses mencuri perhatian masyarakat. Bahkan dibuka trip travel dengan nama wisata Laskar Pelangi untuk para wisatawan. Film yang tembus box office Indonesia peringkat ke-4 dengan 4,7 juta penonton ini mendapatkan penghargaan Asian Film Awards, Hong Kong dalam kategori Best Film dan Best Editor. Film tersebut merupakan karya kolaborasi produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza.
Diproduksi oleh sineas yang sama, tahun 2016 film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 yang merupakan sekuel dari AADC tahun 2008, menampilkan wisata-wisata menarik yang ada di Yogyakarta. Film yang menduduki peringkat ke-6 film box office Indonesia dengan total 3.6 juta penonton ini melakukan banyak adegan di tempat wisata seperti Punthuk Setumbu, Istana Ratu Boko, Pantai Parangtritis, juga wisata sejarah Makam Panembahan Senopati. Tahun 2012 melalui film 5 CM, berhasil menggaet anak muda yang tertarik naik gunung dan melihat langsung panorama Gunung Semeru yang menakjubkan. Dalam film tersebut menggambarkan keindahan Oro-oro Ombo, Ranu Kumbolo dan Ranu Pane. 5 CM mendapatkan banyak penghargaan nasional, salah satunya dari Festival Film Bandung (FFB) 2013 kategori Film Terpuji.
Nominasi Film Panjang Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2018 diramaikan berbagai film yang merepresentasikan budaya di wilayah Indonesia. Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak yang rilis tahun 2017 menyuguhkan eksotisme padang Sabana di daerah Sumba, Nusa Tenggara Timur. Film tersebut sukses mendapatkan banyak penghargaan nasional maupun internasional, dua diantaranya ialah sebagai Film Terbaik Asian Nest Wave dari The QCinema Film Festival, Filipina dan pemenang Fim Terbaik di FFI 2018. Tayang tahun 2018, Film Aruna dan Lidahnya menyoroti kehidupan masyarakat Pontianak dan singkawang di Kalimantan Barat. Film yang mendapat penghargaan Sinematografi Terbaik di Festival Film Asia Jogja-NETPAC berhasil menggiurkan lidah penonton dengan memamerkan 21 makanan lokal khas Indonesia. Lima diantaranya yaitu rawon iga, kacang kowa, campor lorjuk, pengkang dan choi pan.
Nominasi FFI 2018 lainnya jatuh pada Film Sekala Niskala yang pernah menyabet kemenangan dalam nominasi Grand Prize di Tokyo FILMeX International Film Festival 2017, dilatarbelakangi dari tradisi kepercayaan masyarakat Bali dan menggunakan bahasa penduduk pulau Dewata. Kemudian dari pemenang Film Terbaik pada FFI 2016, film Athirah mengisahkan drama keluarga Indonesia yang mengangkat budaya Bugis Makassar yang memikat.  
Keterlibatan ciri khas Indonesia dan keindahan alamnya yang dihadirkan pada film-film tersebut menjadi sebuah citra keberagaman Indonesia. Sebuah film tidak sekedar berbicara mengenai bagaimana estetika filmnya, atau bercerita melalui genre komedi, drama, horor ataupun action. Sebuah film dengan apapun genrenya, dapat mewakili karakter suatu bangsa. Film dengan kekuatan sinematografi dapat memperkenalkan keberagaman yang dimiliki Indonesia melalui tempat wisata, kekayaan kuliner, dan bahasa-bahasa daerah. Film Indonesia dapat mempromosikan dan mengangkat pariwisata sebuah daerah. Secara tidak langsung penonton film dapat menikmati jelajah keindahan nusantara. Karenanya, esensi film lebih dari sekedar menghibur dan mengedukasi. Mari mengapresiasi film-film lokal dengan menonton langsung di bioskop-bioskop kesayanganmu.
 Selamat Hari Film Nasional, 30 Maret 2019. Jaya Perfilman Indonesia!

Sabtu, 03 November 2018


Pada postingan kali ini, saya akan share peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah islam di dunia.  Berawal dari rasa penasaran bagaimana awal mula palestina bisa terjajah, dan merambat pada kisah dihapuskannya Daulah Ustmaniyyah. Saya jadi berniat untuk coba mengurutkan peristiwa-peristiwa tersebut. Sumbernya sebagian besar dari Cordova Media dan berbagai situs-situs sejarah Islam lainnya yang insyaAllah valid.

1. Andalusia ditakhlukkan oleh Thariq Bin Ziyad mengalahkan Roderick, pemimpin Kerajaan Visigoth pada 29 Ramadhan 92 H (711 M)

Pertempuran terjadi di Lembah Sungai Barbate selama 8 hari. Allah memberikan pertolongan kepada pasukan muslim dan memenangkannya. Setelah kemenangan itu, muslim berkuasa hingga 800 tahun lamanya.

2. Kekalahan Pasukan Umayyah atas Pasukan Frank pada 9 Ramadhan 114 H atau 10 Oktober 732M

Penyebab kekalahan kaum muslimin ini karena adanya fanatisme kesukuan antara pasukan dari etnis Arab dan Berber [Afrika Utara] serta memperebutkan harta rampasan perang. Selain itu Kerajaan Frank yang dimpin oleh Charles Martel ini telah mempelajari taktik dan strategi perang kaum muslimin.

3. Penaklukkan Anatolia dipimpin oleh Sultan Alp Arslan pada Jum'at tanggal 26 Dzulqaidah 464 H /Agustus 1071 M
Pertempuran antara Kesultanan Turki Seljuk dengan Kekaisaran Byzantium di Anatolia ini terjadi di kota Manzikert atau Malazgirt, Turki timur saat ini. Kekalahan Byzantium tersebutlah yang mendorong Perang Salib dan penjajahan di wilayah Syam oleh Khatolik Romawi.

4.  Pembebasan Al-Quds oleh Shalahuddin Al-Ayyubi pada 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187 M

Setelah Perang Salib membantai lebih dari 10.000 muslim Al-Quds pada 1099 M. 88 tahun setelahnya Shalahuddin Al-Ayyubi membebaskan Al-Quds tanpa bertindak keji sebagaimana perlakukan pasukan Kristen saat mengalahkan kaum Muslimin. Shalahuddin bahkan melindungi umat kristiani beserta gerejanya dan melarang kaum muslimin menjarah harta milik mereka.
  
5. Kemenangan Muslim Mamluk melawan Mongol di Ain Jalut (Palestina) pada Jum'at 25 Ramadhan 658 H/ 3 September 1260 M

Dipimpin oleh Sultan Saifuddin Quthuz kaum muslimin melawan pasukan Mongol yang dipimpin oleh Kitbuqa Noyan. Pasukan Mongol dapat dikalahkan berkat taktik Quthuz yaitu pura-pura kabur dan mundur. Mongol yang sebelumnya telah memusnahkan Baghdad pada 1258,(dua tahun sebelumnya) atas izin dan kehendak Allah dapat dikalahkan. 

6. Penaklukan Konstatinpel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih pada 20 Jumadil Ula 857 H atau 29 Mei 1453

Saya sudah pernah bahas mengenai penalukkan konstatinpel pada pada postingan sebelumnya disini, buat kalian yang belum baca. Konstatinopel akhirnya dapat ditaklukkan pada 8 abad setelah nubuat nabi Muhammad tentang pembuka Konstatinopel dan Roma. Penaklukkan kota konstatinopel ini dipimpin oleh panglima Sultan Muhammad Al-Fatih. Setelah dua bulan lamanya bertempur, ia dan pasukannya dapat memasuki wilayah kota terkuat itu dengan cara menyebrangkan kapal mereka ke Golden Horn (tanduk emas) melewati bukit Galata. Al-Fatih dan pasukannyalah yang diceritakan oleh Rasulullah; sebaik-baiknya pemimpin dan sebaik-baiknya pasukan.

 
Bersambung....


Next: Spoiler. Runtuhnya Daulah Turki Ustmani dan awal mula Palestina dijajah

Sabtu, 13 Oktober 2018


Assalamu'alaikum temen-temen hehe. Setelah sebelumnya berkutat pada serial Public Relations, kali ini pembahasannya yang religius nih. Seperti yang sudah temen-temen baca di judul. Topik kali ini akan menjabarkan pentingnya karakter islami dalam kehidupan seorang muslim. Tak perlu panjang lebar, langsung aja kita masuk apa aja sih 10 karakteristik muslim yang tangguh.

1. Aqidah yang lurus.

Aqidah ini adalah awal dari segalanya. Adalah pondasi dari amal. Amalan-amalan baik yang dikerjakan rutin setiap harinya berawal dari aqidah yang bersih dan lurus. Berangkat dari aqidah yang lurus akan menghasilkan ketenangan dan istiqomah dalam jalanNya. Sehingga tidak mudah goyah oleh ikatan dunia.

2. Ibadah yang benar.

Mengapa harus ibadah dengan benar? Teman-temanku yang insyaAllah selalu dirahmati Allah, ibadah wajib dan sunnah merupakan sarana kita untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Kedekatan seorang hamba ditentukan oleh intensitas dan kualitas ibadahnya. Tentu saja kualitas juga termasuk, apalah jumlah rakaat jika tidak khuysu atau tu'ma ninah. Dengan ibadah yang ihsan, maka akan mendatangkan kecintaan dan pertolongan Allah SWT. Shalat ialah termasuk hal yang Allah katakan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 153; "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu."

3. Akhlak yang tangguh
Dalam hal ini kita dituntut untuk memiliki akhlak yang mulia seperti Rasulullah SAW. Seperti jujur, cerdas, mengingatkan saudaranya dan amanah.

4. Bermata pencaharian
Ustadz Yusuf Mansur sering mengingatkan pada jama'ahnya bahwa umat Islam itu 'harus' kaya. Alasan yang pertama ialah untuk bisa menjalankan rukun islam yang sempurna. Bila mempunyai uang berlebih maka muslim dapat mengeluarkan zakat, sedekah wakaf, haji dan ibadah lainnya. Oleh karena itu menjadi penting bagi umat muslim untuk mandiri secara ekonomi. Dalam artian tidak menganggur. Ingat, dakhwah membutuhkan pengorbanan harta. Tapi jangan menjadikan dakhwah sebagai sumber penghasilan kita hehe.

5. Wawasan yang luas
Seorang muslim harus cerdas, memiliki wawasan yang luas, baik dalam urusan dunia maupun agama. Kita perlu meneladani Rasulullah yang dengan amanah dakhwah yang ia emban, mendapatkan gelar fathonah atau cerdas.

6. Jasmani yang kuat
Untuk mengemban amanah dakhwah tentu tidak hanya secara ruhiyah dan fikriyyah saja. Melainkan kesehatan dan kekuatan jasmani sangatlah penting.

7. Memerangi hawa nafsu
Agar tidak terjerumus pada kejahatan dan kebatilan, maka perlu adanya kesungguhan. Kesungguhan dalam senantiasa istiqomah memegang teguh hukum Allah. Setiap harinya kita bujuk rayuan setan selalu menghampiri kita. Maka dengan adanya sungguh-sungguh, niscaya akan berhasil melawan hawa nafsu.

8. Teratur urusannya.
Untuk mencapai keberhasilan, tentu memerlukan perencanaan agar mampu mengatur urusannya. Seorang muslim yang tangguh harus mengetahui dan merencanakan hal apa saja yang akan dilakukan untuk esok, seminggu atau sebulan kemudian. Kemudian ketika di penghujung hari, dianjurkan melakukan evaluasi terhadap urusan kita pada hari itu.

9. Pandai menjaga waktu
Seorang teman SMA pernah mengatakan dalam quptesnya; bekerja dan beramal memang melelahkan. Namun waktu luang membinasakan. Maka setiap individu muslim dituntut agar dapat mengelola waktu dengan kegiatan-kegiatan positif. Tidak boleh ada waktu yang dibuang dengan percuma.

10. Bermanfaat bagi orang lain
Seperti yang kita ketahui dalam hadist; sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat bagi orang lain atau minimal di lingkungan sekitarnya. Sehingga seorang mukmin, apalagi penyeru kebaikan selalu berusaha memberi manfaat bagi orang banyak. Tidak hanya bermanfaat untuk diri kita sendiri saja.

Naah berdasarkan dari buku yang saya baca, makna dari ke sepuluh karakteristik tersebut ialah:
Kedekatan seseorang kepada sang Pencipta akan menghasilkan perilaku-perilaku yang membawa manfaat terhadap dirinya dan lingkungannya. Perilaku-perilaku inilah yang akan selalu melekat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti diantaranya: keikhlasan yang tinggi, amal yang berkelanjutan, semangat perjuanan, jiwa berkorban, merdeka, teguh pendirian, tulus, ukhuwah islamiyah, dan tsiqah (kepercayaan). 

Sabtu, 29 September 2018


Disclaimer: penulisan ini dibuat tidak untuk menyudutkan pihak siapapun, hanya sebagai momentum karena bertepatan dengan hari Sarjana Nasional pada 29 September.

Sebelumnya sedikit marak sebuah kutipan yang berisi begini:

Menurut prinsip yang saya pegang, pendidikan tinggi itu penting buat siapa aja. Gak cuma hanya pria, wanita juga. Kenapa? karena pendidikan adalah investasi masa depan kita. Entah itu untuk bekal untuk mendidik anak, untuk karir yang lebih gemilang dan lain sebagainya. Namun untuk menjadi seorang ibu kelak di masa depan, apakah kuliah itu penting untuk wanita? toh nanti hidup sepenuhnya di tanggung oleh suami. Atau toh nanti aktivitas seorang ibu di dominasikan dalam mengurus rumah tangga dan keperluan anak dan suami. Pun, emangnya kelak anak akan tanya dulu skripsi atau tugas akhir kuliah kita pakai metode apa? Apakah betul menjadi ibu yang cerdas perlu untuk menempuh skripsi? Lantas apakah wanita masih butuh kuliah? Berikut beserta alasan beserta penjelasannnya:

1. Sebagai seorang muslim, kita perlu berargumen dengan berlandaskan kacamata islam. Salah satu karakteristik muslim yang tangguh ialah berwawasan luas. Logikanya begini, kalau yang kuliah aja pengetahuan literasinya masih kurang, apa kabar yang tidak kuliah. Dengan berpendidikan tinggi, literatur pengetahuan yang didapat insyaAllah akan lebih banyak.

2. Memiliki keturunan artinya membentuk generasi. Maka akan lebih baik kalau kita sebagai calon orangtua memiliki persiapan yang matang dalam hal pendidikan. Amat disayangkan, kalau menggunakan alasan 'tidak perlu kuliah untuk jadi ibu cerdas' untuk lantas tidak sarjana. Pun kalau terhambat biaya, kini beasiswa banyak kok tersedia.

3. Orang tua menjadi qudwah, suri tauladan buat anak-anaknya.

Hampir semua anak mengidolakan orang tuanya. Tak sedikit anak-anak yang menjadikan capaian orang tuanya menjadi pecutan untuk dirinya. Orang tua tentu menjadi contoh untuk anak-anaknya. Akan jadi apa seorang anak kelak, tak akan lepas dari peranan orang tuanya.

4. Orang tua dapat menanamkan nilai-nilai berdasarkan pengalamannya.

Ibu yang biasanya lebih dekat dengan anaknya, kelak tidak hanya bisa mendukung. Melainkan menceritakan pengalaman dan nilai-nilai yang bisa anak terapkan dalam kehidupannya. Sehingga usaha orangtua di masa muda menjadi referensi sang anak untuk lebih baik lagi dalam hal pendidikan. Effortnya seorang orang tua pada saat kuliah akan berdampak pada perkembangan belajar anak. Esensi kuliah lebih dari sekedar menuntut ilmu, ada pembelajaran mengatur waktu, belajar tahan banting dan pembentukan karakteri diri disana.

5. Khoirunnas anfa'uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain.

Penuturan dari teman sarjana ilmu pemerintahan, 'kalau banyak ilmu pasti bisa lebih ngasih manfaat keorang banyak. Jadi kalau porsi kita banyak di bidang ilmu insyallah yg kita ajarin juga lebih banyak ke generasi selanjutnya, ngga cuma anak kita sih. Siapapun itu.'

Menurut temanku yang lain, calon sarjana agama; kuliah merupakan salah satu sarana buat nambah ilmu. Adapun pendapat teman lainya, sarjana muda dan calon ibu dari anaknya: meskipun kuliahnya belum kepakai saat ini, setidaknya kita punya cadangan buat bantu suami, ketika suatu saat lagi ada kendala ekonomi. Output orang yang hanya belajar otodidak tanpa melewati jenjang kuliah mungkin gak akan sebagus orang yang merasakan bangku kuliah. Juga mungkin tidak akan mendapatkan pengalaman seperti orang-orang yang kuliah lainnya. Harus pandai mengatur waktu antar tugas per mata kuliahnya, menyiapkan mental bertemu dosen killer, sabar dan pantang mundur meskipun tekanan dimana-dimana dan lain sebagainya. Nah anak akan punya banyak referensi mengenai hal tersebut jika orangtuanya sudah melewati masa-masa kuliah.

That's the it. Cerdas bukan hanya perihal banyak ilmunya saja. Akan tetapi bisa menanamkan berbagai value, memotivasi hingga membentuk generasi yang tangguh dan bisa membanggakan bangsa maupun agama. Last but not least, semangat menempuh jenjang kuliah para calon ibu dimanapun kalian berada. Selamat hari sarjana nasional :) 

Jumat, 07 September 2018

Asian Games 2018 telah berakhir. Namun tak sedikit masyarakat Indonesia yang masih merasakan euforianya. Mulai dari euforia Opening Ceremony terbaik, harap cemas pada saat menonton pertandingan, dan Closing Ceremony Asian Games yang spektakuler. Dari semua hal tentang Asian Games tahun ini, buat saya yang paling menarik adalah official song Asian Gamesnya. Lagu soundtrack Asian Games 2018 ini ada sebanyak 18 lagu. Kebanyakan orang lebih mengenal lagu 'Meraih Bintang' yang dinyanyikan Via Vallen. Ada satu lagu official song Asian Games ini yang buat saya beda dari yang lain. Mungkin kebanyakan orang hanya sekilas tau reffnya saja tanpa tahu judulnya. Jadi judulnya 'Bright As The Sun.'
Lagu ini saya sebut beda dari yang lain, karena merurut saya lagu ini sarat akan makna dan motivasi. Diciptakan oleh musisi tanah air yaitu Rian dan Rama D'Masiv, Nino RAN, Irfans Samsons dan Ade Govinda. Dan dinyanyikan oleh 18 penyanyi yang pasti juga asal Indonesia. Sebelum saya menulis mengenai ini, saya sudah cek banyak yang menceritakan motivasi apa saja dibalik lagu tersebut.

Baca ini: Ini Dia 7 Makna Plus Motivasi di Balik Lirik Lagu 'Bright As The Sun' sebagai Theme Song Asian Games 2018.
 
Lagu ini layak diperdengarkan untuk semua pemuda, pun momentumnya tidak hanya waktu Asian Games aja. Lagu ini cocok banget buat memecut semangat apapun situasinya. Saat sudah mau pupus harapan, saat mulai selisih karena perbedaan dan lain sebagainya. Lagu ini bisa dikatakan 'anak muda banget'. Selain emang nadanya kekinian dan liriknya pun sangat sesuai dengan pemuda.

Mari kita lihat, pada lirik Tegaklah berdiri, Terbanglah Kau Tinggi mengajarkan untuk tidak cepat puas atas pencapaian kita. Teruslah menjadi lebih baik lagi. Kita tahu pemuda adalah dimana masa-masanya sedang mencari jati diri. Keberadaan mereka ingin diakui, ingin eksis, ingin dikenal banyak orang dan lain-lain. Buat saya sesuai dengan lirik selanjutnya Inilah Saatnya, Namamu Bergema. Menjadi sebuah pecutan bukan buat anak muda?

Kemudian pada makna lirik selanjutnya, para pembaca pasti tahu dan paham kekalahan sebagai kemengan yang tertunda. Namun rupanya tidak cukup hanya tahu dan paham saja. Seperti lirik selanjutnya Jangan pernah berputus asa, jadi yang terbaik. Yakin deh pasti diantara dari kalian ada yang nulis motto jaman SD atau SMPnya; 'Don't Give Up' atau jangan menyerah dan semacamnya. Namun realitanya berapa banyak orang yang dikasih kesulitan sedikit, langsung ngeluhnya minta ampun dan udah langsung mundur teratur. Tanpa tahu hasil kalo kita coba dulu akan jadi apa. Lalu berapa banyak pemuda yang mengerjakan sesuatu dengan maksimal. Semisal mengerjakan tugas dari dosen atau dari atasan, mengerjakannya yang semampu kita aja udah. Tanpa mau repot-repot memberikan yang terbaik dan mempersembahkan yang terbaik yang udah kita kerahkan semua kemampuan kita.

Dalam bagian reffnya menggunakan bahasa inggris diantaranya and fight your fears come on, don't waste your times. Bisa dikatakan hal ini yang paling sulit untuk dikontrol adalah melawan rasa takut dan malas. Mari kita kalkulasikan dalam satu tahun, kesempatan emas apa yang kita lewati hanya karena takut atau buang-buang waktu? Dalam satu hari, berapa jam waktu kita diisi dengan hal-hal yang bermanfaat dan produktif? Yuk kita evaluasi.

Lirik yang paling mengena di hati ialah; berbeda bukan alasan untuk tak saling menopang. Tujuan, cita dan harapan. Tak bisa saya pungkiri bahwasanya kebanyakan dari kita terlalu gengsi untuk mau bahu-membahu, hanya karena dari golongan yang berbeda. Kita sudah terlalu mengkotak-kotakkan, sehingga sulit untuk bersatu padu. Padahal yaa sejak jaman nabi pun yang menjadi kunci kesuksesan adalah kebersamaan dan tidak mudah terpecah belah. Kemudian buat saya lirik yang paling pamungkas yang mengingatkan pada Muhammad Al-Fatih, sang penakluk Konstatinopel; jadikanlah jiwa mudamu, mengukir sejarah. Memang usia-usia produktif seperti pemuda ini harus diotimalkan untuk mencetak sejarah kebaikan.

Lagu ini bagus untuk menyadarkan kawla muda menggapai impian yang lebih tinggi. Kita harapkan lagu ini berbanding lurus dengan realita yang ada. Tentu kalau dari kacamata saya, jauh sebelum lagu ini dibuat sudah ada yang membuktikkan menjadi cerah seperti matahari. Bright as the Sun. Sudah ada yang menaklukkan dunia dengan semangat muda penuh gelora didadanya. Usia boleh muda, tapi nyalinya seperti orang dewasa. Menurutku lagu ini guna untuk recovery memanfaatkan momentum di Asian Games tahun ini. Hal yang lagi dibicarakan akhir-akhir ini adalah naiknya kurs dollar dan rupiah semakin merosot. Sebagai pemuda mari kita bantu pemerintah untuk menjaga mata uang tercinta kita. Meminimalisir kebiasaan menjadi komsumtif dalam pembelian barang elektronik, impor dan pergi travelling ke luar negeri. Meskipun melambungnya nilai tukar rupiah, tidak menjadi alasan untuk malas mewujudkan impian pemuda. Bekerja dan belajarlah dengan giat. Give your best, let God do the rest. Sumber energi paling besar terdapat pada bersatunya pemuda. Gak heran kan Soekarno mau mengumpulkan 10 pemuda untuk taklukkan dunia :) Last but not least #AyoLebihBaik!

Sabtu, 01 September 2018


Halo berjumpa lagi di blognya anak public relations. Setelah postingan sebelumnya saya bahas perihal pentingnya bidang kerja social media specialist dan apa aja jobdescnya. Di postingan kali ini saya akan menjabarkan apa aja hal-hal yang perlu diperhatikan jika menjadi social media officer. Sebagai pembukaan sedikit saya akan jabarkan mengenai pekerjaan saya. Awal September nanti alhamdulillah saya genap setahun bekerja bagian admin media sosial di sebuah yayasan pendidikan. Dan apa yang saya tulis disini tak lain adalah berdasarkan pengalaman dan riset kecil terhadap bidang pekerja media sosial. Seperti yang sudah saya jelaskan di dua episode sebelumnya, hal tersebutlah yang saya lakukan selama ini. Tidak hanya sekedar upload konten di media sosial kemudian di evaluasi. Namun ada beberapa hal yang tidak boleh luput dari perhatian. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1.  Buat to do list atau jadwal Pengelolaan Media Sosial setiap harinya. Dari mulai mau mengecek email, facebook, atau repost instagram, menganalisis sikap audience hingga memperhatikan kompetitor kita. Berikut saya berikan contoh agenda kerja saya setiap harinya. Kalau saya sendiri dimulai dari membuat atau mempersiapkan konten yang akan dipublish besok atau hari itu. Kemudian pada pukul 9 pagi, jadwalnya mengapload konten dan mengecek semua sosial media, termasuk email yang paling krusial. Kemudian pada siang hari dianjurkan untuk mengecek ulang semua media sosial dan memberikan tanggapan terhadap semua respon yang masuk. Kemudian pada sore hari mengevaluasi atau mengkaji ulang terhadap statistik kunjungan hari ini. Dan sebelum pulang kantor usakan menjadwalkan postingan otomatis untuk keesokan harinya. Untuk menjadwalkan postingan di berbagai media sosial, saya rekomendasi untuk menggunakan Hootsuite .
2. Pelajari dengan baik profile audience kita. Memahami dengan baik latar belakang audience membantu bagaimana kita mengatur (gaya bahasa) di sosial media. Sentuhan yang kita berikan pun bisa disesuaikan berdasarkan field of experience yang dimiliki target sasaran kita. Maka menjadi penting untuk kita meriset background dan kesukaan audience. Misalnya follower pada media sosial anda kebanyakan adalah anak muda dengan usia kisaran 18 sampai 23 tahun, maka bahasanya pun juga harus menyesuaikan. Pun dengan tetap sesuai dengan konteks produk atau jasa yang perusahaan tonjolkan.
3. Merancang konten dari jauh-jauh hari. Pekerja media sosial harus tahu konten yang perlu di publikasikan beberapa minggu bahkan beberapa bulan ke depan. Maka konten sudah harus dibuat, jauh sebelum waktunya akan di post. Contoh konten-konten yang disiapkan ini seperti memperingati peristiwa penting kemerdekaan dan hari keagamaan. Termasuk pula di dalamnya agenda organisasi atau perusahaan yang akan dateng.
4. Menjadwalkan waktu mengapload konten di sosial media. Adalah hal yang cukup penting menentukan waktu mengupload di media sosial. Jangan sampai kita mengupload konten pada waktu-waktu dimana audience kita jarang atau sedikit sekali yang online. Seperti contohnya mengapload di malam hari jam 12. Pada umunya orang akan melihat media sosial di pagi hari sekitar jam 9an. Berdasarkan pengalaman saya juga, jam 1 sampai jam 3 siang termasuk waktu terbaik untuk upload. Dan tidak disarankan mengupload pada pukul 5 sore sampai malam hari. 
5. Menjaga komunikasi dengan audience. Menjaga hubungan dengan follower kita, tak lepas dari komentar pro dan kontranya. Tentu sebagai admin, perlu memiliki sifat ramah dan bijak dalam menangani sesuatu. Termasuk dalam menghadapi komplain costumer. Sehingga perlu adanya kemampuan komunikasi yang baik. Yang perlu digaris bawah ialah komentar haters berbeda tipis dengan komentar kontra. Tergantung susbtansi dan tujuannya. Jika ada komentar yang komplain dengan menjelaskan alasan ketidakpuasan terhadap jasa atau produknya, maka menurut saya komentar itu perlu dibalas dengan mengedukasi publik. Yap balik lagi public relations is about how we educated public. Namun jika ada komentar yang mengandung unsur fitnah dan provokasi, maka komentar tersebut perlu dihapus. Guna meminimalisir adanya prasangka buruk audience lain terhadap perusahaan.

Oke, sekiranya episode ini menjadi bagian terakhir tulisan saya mengenai social media specialist.  Sampai jumpa serial Public Relations selanjutnya.

Kamis, 23 Agustus 2018


Malam ini saya mau bahas hal yang paling kronis dalam bangsa kita, yakni menghargai orang lain. Termasuk di dalamnya menghargai usaha dan kebaikan orang lain. Sudah terlalu banyak orang yang tidak menghargai, memberikan apresiasi kepada orang lain, bahkan terhadap circle hidup mereka. Sesimpel memberi sedikit pujian atau mengucapkan terima kasih akan sangat berarti dibandingkan kita menjatuhkan hasil karya orang lain. Contoh dari tidak menghargai jaman sekarang bukan lagi berupa acuh, melainkan sebuah cacian, makian, dan nyinyiran. Dampak dari tidak menghargai orang lain tentu bisa mempengaruhi psikis atau perkembangan orang lain. Buat saya, kebaikan sekecil apapun sangat butuh diapresiasi. Kenapa? karena kita gak tahu se-effort apa orang itu sudah berjuang memberikan yang terbaik.

Oke sekarang saya beri contoh sederhana. Orangtua yang tidak menghargai nilai rapor anaknya, lalu kemudian memarahi dan berlanjut menjugde anak itu bodoh. Percayalah anak butuh proses dalam belajar. Justru menghargai, memberikan apresiasi dan semangat akan lebih baik untuk perkembangan belajar dan mental anak. Sama halnya dengan guru kepada murid, atasan karyawan terhadap bawahan, dengan teman sejawat, rekan kerja, tetangga dan masih banyak lagi. Termasuk yang lagi marak sekarang adalah tidak menghargai para penyanyi yang memeriahkan Ceremony Opening Asian Games dan atlet Asian Games. Dalam kasus ini menurut saya ialah bukti puncaknya warga Indonesia tidak bisa menghargai jerih payah orang lain. Bahkan kini medianya sudah canggih. Hanya dengan memasukkan kalimat dalam kolom komentar, orang dengan mudah meruntuhkan semangat perjuangan orang lain. Yang mungkin tidak kita tahu, orang itu sudah mengerahkan segala kekuatan, menguras keringat, bersimpah darah dan amat memeras kantong uang. Kita gak tahu apa saja yang udah orang itu korbanin. Misalnya seperti bisa quality time bersama keluarganya, rela waktu istirahatnya disita, dan lain sebagainya.

Kalau untuk menghargai sesama aja kita belum bisa, apalagi kita mau bersama menyongsong masa depan yang lebih baik. Mulailah mencoba mengeluarkan kalimat-kalimat yang baik, minimal untuk orang di sekitar kita. Jikalau anak, murid, teman, atau saudara kita mengalami kegagalan atau berbuat suatu kebaikan yang menurutmu belum benar. Cobalah untuk menghargai dulu usaha mereka dan menasehatinya dengan lembut. Sesalah-salahnya mereka melakukan sesuatu, buat saya penting untuk diapresiasi. Misal seorang anak berusaha berbakti pada orangtuanya dengan membantu pekerjaan rumah lebih totalitas lagi, kemudian ternyata hasilnya tidak sesuai dengan keinginan atau standar orangtuanya. Lalu apakah lantas anak itu berhak untuk dimarahi atau diketusin? apakah lantas orangtua tidak berhak menghargai usaha anak yang mencoba menjadi anak yang baik untuk orangtuanya?

Mari kita viralkan untuk 'gerakan menghargai orang lain' ini. Mungkin terlihat sepele, tetapi dampak dari menghargai dan tidak menghargai orang lain akan sangat besar. Kita lihat bagaimana para youtuber bisa sukses dengan pencapaiannya, pasti terdapat didalamnya support dan apresiasi dan para subscribernya. Anak-anak yang bisa juara kelas pasti terdapat dorongan semangat dan penuh penghargaan dari orangtua dan gurunya. Para karyawan yang bisa mempersembahkan output kerjanya dengan baik pasti tidak luput dari dukungan atasannya. Akan sangat menyedihkan kalau kita jadi bom besar yang secara tidak sadar meruntuhkan semangat juang orang lain. Begitupun sebaliknya, akan sangat berarti sebuah apresiasi dan dukungan untuk suatu pencapaian.

Seperti yang kita tahu bahwa sebaik-baiknya manusia ialah bermanfaat untuk orang lain. Lantas apa manfaat yang kita dapatkan dari tidak menghargai orang lain?

#AYOBELAJARMENGHARGAI
#AYOBERIAPRESIASI
#AYOBERIDUKUNGAN

Jumat, 17 Agustus 2018


Berdasarkan apa yang saya posting sebelumnya mengenai definisi dan pentingnya bagian pekerjaan social media specialist. Pada postingan kali ini, saya akan bahas apa saja tanggungjawab pada bidang pekerjaan ini. Sebelumnya masuk pada materi tersebut, saya akan bahas rumpun pengetahuan yang menghasilkan bidang pekerjaan ini. Jadi pada umumnya, pekerjaan ini mengutamakan pelamar dari lulusan sarjana atau diploma dari jurusan ilmu komunikasi seperti program studi public relations, marketing communication dan advertising communication.

Meskipun banyak perusahaan yang mempersilahkan untuk freshgraduates atau pendidikan akhir SMA, namun pelamar juga dibatasi oleh persyaratan minimal satu tahun pengalaman dalam bidang terkait. Oke, balik lagi. Kenapa lebih mengutamakan jurusan dari rumpun ilmu komunikasi. Sebab dalam memegang tanggungjawab media sosial, sama artinya dengan mengedukasi publik melalui media sosial.

Berikut tanggung jawab Social Media Specialist atau Social Media Officers (SMO):
  1. Mengupdate sosial media dengan konten yang sesuai dengan tren terbaru. Publik akan menaruh perhatian lebih jika konten yang dihasilkan mengikuti tren yang sedang marak diperbincangkan. Dalam pemberian kontennya pun harus ada valuenya. Tidak hanya sekedar mempromosikan produk atau jasa perusahaan. Namun harus ada sesuatu yang informatif, inspiratif dan edukatif.
  2. Bertanggungjawab penuh atas konten yang diciptakan. Mulai dari mengumpulkan bahan konten yang ingin di publikasikan, menjadwalkan konten yang akan di unggah, mengubah atau mengevaluasi konten yang sudah diupload. Buat saya pekerjaan ini termasuk ke dalam golongan yang menggunakan fungsi manajemen. Sehingga konten yang publik lihat di media sosial tidak hanya sekedar konten untuk menyebarkan pesan semata. Namun secara kontinyu direncanakan, dipersiapkan dan dievaluasi terhadap setiap pergerakannya. 
  3. Membangun hubungan baik dengan audience. Seperti yang sudah kita pahami bahwa media sosial adalah media paling mudah untuk mencangkup dan merangkul banyak audience dalam waktu yang singkat. Social media specialist harus mendengarkan, merespon komentar audience dengan ramah dan membantu mereka bila ada masalah. Balik lagi tujuannya adalah mengedukasi publik. Bagaimana kita memberi pemahaman kepada mereka, dan membantu menyelesaikan kendala yang dihadapinya. 
  4. Meningkatkan advocacy brand melalui word of mouth marketing. Inilah yang bisa kita andalkan jika kita sudah memiliki costumer yang sudah puas dan berlangganan dengan kita. Konsepnya dalam hal public relations begini, kita harus membuat pelanggan menceritakan kepada orang lain tentang betapa worth it nya produk atau jasa perusahaan kita. Menandakan bagaimana kita harus memperlakukan costumer dengan baik. Untuk kemudian perusahaan menjadi produk atau jasa yang direkomendasikan. 
  5. Monitoring terhadap kompetitor atau pesaing. Hal ini sangat perlu dilakukan. Jadi pesaing adalah sekelompok atau organisasi yang memiliki pasar yang sama dengan kita. Misalnya Gojek, kompetitornya berarti Grab. Pesaingnya Indomaret yaitu Alfamart. Manfaat dari memerhatikan perkembangan pesaing ialah menjadi bahan evaluasi kita dalam berkerja. 
  6. Evaluasi setiap project dan laporan hasil. Termasuk ke dalam step yang krusial yaitu evaluasi dan laporan output pergerakan kita di media sosial. Apalah perencanaan tanpa adanya evaluasi. Evaluasi berguna untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi.
Well temen-temen, sudah kebayang belum nih tugas dari Social media officers seperti apa. Silahkan isi komentar di bawah untuk menambahkan apa aja tanggung-jawab dari social media officers di suatu perusahaan atau organisasi. Masih ada lagi nih satu episode untuk serial social media specialist. Tunggu postingan selanjutnya yaa.