Selasa, 12 Desember 2017

Oleh: Shofiyah Najiyah
Kalian pernah gak merasa hidup kalian stuck gitu-gitu aja?
Pernah gak bingung ini hidup mau gue jalanin gimana sih? Cemburu melihat teman-teman sudah pada menikah bahkan punya anak, Merasa hidup orang lain lebih sukses lebih beruntung daripada hidup kita
Akhir-akhir ini gue memikirkan banyak hal. Saking banyaknya gue sampe bingung hal mana yang akan gue tuang dalam bentuk tulisan. Apparently i realize gue orang yang cukup ambisius untuk mewujudkan tujuan gue. Kalau udah passionate sama sesuatu kadang gue sampe lupa sama sewaktu. Tapi disisi lain gue nanya sama diri gue sendiri apa hidup yang gue jalanin ini udah sesuai dengan apa yang gue inginkan. Entahlah. Pun gue ngerasa masih setengah-setengah terhadap hal yang gue passionate into. Gue jadi merasa terdistraksi mana hal penting yang harusnya dilakukan dengan tekun dan mana hal yang perlu gue pelajarin di lain waktu. Iyap, intinya gue bingung sama hidup gue sendiri.

Berawal dari gue ngerasa hidup gue gini-gini aja, gak seseru hidup orang lain. Gue merasa bakat gue susah banget diasah dengan sempurna kaya orang-orang. Gak tau kenapa gue juga akhir-akhir ini semakin menemukan alasan kalau gue butuh banget pendamping hidup. Rupanya gue kalo ngiri sama orang gak setengah-setengah. Gue selalu ngiri sama hidup orang yang berkualitas banget dengan keaktifan dia di organisasi, bakat dia yang menjadikan nilai jual dia di perusahaan, dan keberuntungan orang-orang yang dengan cepat mendapatkan jodohnya. Bahkan gue iri dengan orang-orang sehat yang hidupnya selalu diisi dengan kesibukan yang bermanfaat (berkaca pada faktor fisik setelah operasi). Padahal gue juga sadar sih, dengan diam di rumah kita juga bisa menghasilkan karya dan bermanfaat kok buat orang lain.

By the way, dibandingkan blogwalking gue lebih suka youtube walking sih (hehe maksain ya). Mayoritas yang gue kepoin terus blognya, ialah orang yang lebih dulu youtubenya gue pantengin. Sebut saja itu Vina yang menceritakan kegalauannya di Youtube saat menginjak usia 25 tahun. Kemudian di deskripsi boxnya dia cantumin link blognya. Gue menemukan sebagian besar kemiripan yang ada di kegalauan ini. Gue baru tahu kalo kegalauan itu normal setelah gue ngobrol sama orang-orang yang lebih tua dari gue dan mengalami krisis tersebut.

Krisis kegalauan itu dinamakan Quarter Life Crisis. Menurut beberapa situs yang gue baca, krisis ini hanya dialami oleh orang berusia 20-an yang masih terjebak dalam dunia remaja namun umur telah "memaksa" mereka untuk masuk ke dunia orang dewasa. Krisis ini datangnya perlahan-lahan dan tanpa kita sadari telah terjebak di dalam Quarter Life Crisis dan bahkan tak tahu harus berbuat apa. Setelah gue pikir-pikir kegaluan itu normal banget, karena sedang masa peralihan dari masa remaja yang menggebu-gebu menuju masa dewasa 25 tahun ke atas.

Gue menemukan kenalan gue yang sebut saja Ikhsan, yang merasa depresi lantaran waktu pengerjaan skripsinya yang tak kunjung usai di usia 24 tahun. Sementara itu teman-temannya sudah pada memasuki jenjang kehidupan berikutnya yaitu bekerja, menikah dan punya anak. Okay, gue setuju memang hidup ini bukan hanya tentang lulus kuliah segera, menikah dengan pasangan idaman lalu punya anak yang lucu. But somehow lingkungan sekitar yang memaksa kita untuk menjalankan step hidup itu. Like we don't have any choise except that circle of life. Lalu karena depresi berat, progres hidupnya semakin stagnan. Mungkin bukan hanya sebagai orang yang iri, sebagian orang tambah depresi bahkan lantaran ditinggal nikah. Oke, gue sepakat ini hanya soal waktu. Kelak lo juga akan menikah kok. 

Meskipun gue udah 22 tahun, gue merasa bahwa hidup gue penuh dengan kebohongan. Setelah gue tanya pada lubuk hati yang paling dalam, at least bukan hidup yang seperti ini yang gue mau. Entahlah apakah gue terlihat seperti sedang memakai topeng menutupi apa yang sebenarnya gue inginkan. Tapi gue baru sadar akan satu hal, mungkin gue jadi begini karena gue terlalu dimanjakan dengan zona nyaman sehingga gue enggan keluar area yang padahal itu kunci untuk mendapatkan hidup yang gue inginkan. Mungkin bukan hanya gue yang merasa terlalu dimanjakan dengan hal yang sifatnya konsumtif, hingga abai dalam meraih hidup yang berkualitas. Mungkin bukan hanya gue yang kurang belajar dan doa sampai gue tak seberuntung hidup orang lain. Setiap orang memang punya tujuan dalam hidupnya, tapi tidak sedikit orang yang tidak fokus terhadap tujuan hidupnya. Banyak orang (termasuk gue) yang menggunakan istilah gabut lalu mencari hal-hal hiburan yang kurang bermanfaat. Padahal kalau kita evaluasi tujuan hidup kita, kita akan sadar kalo banyak banget hal yang perlu dikerjain. Banyak hal yang lebih deserve kita perhatikan, ketimbang kita lari cari hiburan demi menghilangkan kegabutan.

Pada akhirnya memang proses itu gak selamanya 'nyaman'. Tapi karena proses itulah kita bisa ada di posisi nyaman dengan hidup berkualitas dan membuat kita jadi lebih kuat dari sebelumnya. Yeah, we've to spririt buat mencapai tujuan kita masing-masing. Kadang yang membuat kita kurang beryukur itu karena terlalu banyak melihat ke atas, dan lupa bahwa masih banyak orang-orang yang nasibnya kurang beruntung. Lately i also talk too much with my frieds at university, and she said kalau gue gak boleh galau karena hidup yang gue jalanin sekarang. Sebab sesungguhnya gue punya kelebihan-kelebihan yang sebetulnya juga bisa dijadiin uang, hidup gue cukup beruntung karena lulus D3 tepat waktu, lalu langsung kerja, kemudian tahun depan bisa lanjut kuliah S1 kelas karyawan sambil kerja.

Gue sadar sih, kayanya emang kurang muhasabah aja. Gue mau naik level dalam kehidupan, tapi usaha gue belum sebanding dengan tujuan gue. Harusnya gue gak perlu iri dan sedih lihat achievement hidup orang lain. Melainkan mendorong agar gak pernah bosen untuk belajar. Bukan cuman keburuntungan dan modal nekad yang bikin seseorang bisa terus naik standar hidupnya, tapi ilmu yang dimiliki oleh seseorang juga akan sangat membantu mereka untuk naik lebih tinggi lagi. Kata blog yang gue baca, jangan terlalu sering bandingin hidup kita dengan hidup orang lain. Melainkan bandingin diri kita yang sekarang dengan diri kita misal setahun yang lalu. Pasti udah banyak kan  pencapaiannya. Ya memang harus seperti itu sih, biar kita fokus aja sama kelebihan dan pencapaian kita, hingga lupa dengan kekurangan kita. Dan gue juga sadar sih, keirian gue dengan hidup orang lain sama aja kurang mengapresiasi perjuangan dia untuk ada di posisi yang sekarang. (mana kita tahu rintangan apa yang dia lewatin untuk jadi yang sekarang ini).

Hehe katakanlah itu semua sekelibat keluhan dan kegalauan gue akhir-akhir ini. Tetapi mungkin kalian yang baca sudah melewati ini atau sedang merasakan kaya gue juga, yuk kita beranjak dari titik ini. Mari buat hidup kita lebih berkualitas dan lebih produktif. Kalau kata temen gue, sebaik-baiknya penantian ialah yang menambah dan mengasah keterampilan, hehehe. Lain kalo kata bapake, hadapi hidup dengan al-qur'an- yang setiap kali gue nanya saran, acap kali bapake cuma jawab ' baca aja al-waqiah' kalo gue nanya lagi- 'yaudah tambah sama al-mulk'. :))) emang sejatinya Al-Quran yang bisa menaikkan derajat hidup seseorang.

Hemat kata, gak perlu kebanyakan mikir, yuk jadi yang lebih baik lagi :)

Senin, 11 Desember 2017

Dalam gelombang asam basa itu, kita sepasang senyawa ada di antaranya. Tak ada henti-hentinya senyum propenamu terbangkan kabut ke dalam relung molekulku. dan senyawa-senyawa lain pun menjadi lampion semarak reaksi redoksmu. Sungguh kau telah melarutkan seluruh massaku.

Kadar cintaku tak bisa ku hitung dengan derajat pH keasaman yang hanya mentok pada angka 14. Hanya kau yang bisa menentukan seberapa banyaknya, karena di sanalah kau melarutkan cairan kepercayaan padaku. Hingga detik ini aku selalu melakukan penetralan, sampai aku sadar bahwa kita hanyalah sepasang senyawa yang tak mungkin bisa terlarut dan bersat. Aku tak peduli jika kita hanya mengalami dipol sesaat. Memperjuangkan beribu-ribu atommu yang masih saja ku ikat erat dalam balutan oksigen secukupnya dan sisa-sisa karbondioksida. Molekulku masih utuh, selalu membuntuti gerak-gerik reaksi kehidupanmu.

Sungguh aku tak memaksamu agar kita saling terlarut. Aku tau perhitungan mol antara kita belum mencapai pada ketentuan semestinya. Juga dengan segala macam fraksi-fraksi, dan elektron-elektronnya. Aku mencintaimu, seharusnya itu sudah lebih dari cukup kan? atau kita biarkan saja senyawaku memelukmu seutuhnya, dan berilah atom-atom kita tempat dan waktu agar saling bersua, lebih dalam.

Minggu, 10 Desember 2017



Oleh: Shofiyah Najiyah

Simpe tips untuk membuat sebuah tulisan. Tips ini aku kembangkan dari ilmunya Ahmad Dimyati, Jawara Motivasi No. 1. Aku memang bukan expert sih. But bagi kalian yang mau nulis, dan bingung mau nulis apa dan bagaimana. Here it is i recommend you to read this until finish. Probably it's help you to writing. So, lets we start it!

1. Pilihlah Topik Materi

Pilih topik materi yang paling temen-temen ingin sampaikan, yang menjadi kegelisahan selama ini, atau yang sesuai dengan passion temen-temen. Sehingga menguasai topik tersebut. Bisa sharing ilmu kuliah kita atau tutorial-tutorial yang mungkin aja banyak orang-orang cari di internet. Atau bisa juga mengangkat isu-isu yang sedang marak terjadi, kemudian kita bisa bicarakan itu dengan mengemukakan pendapat dan juga solusinya. Jadi tulisan kita bisa mengikuti perkembangan masyarakat.

2. Pembukaan yang memukau.

Pembukaan pada satu paragraf pertama akan mempengaruhi apakah pembaca akan membaca tulisan sampai akhir. Oleh karena itu perlu pembukaan yang memukau. Bagaimana membuat pembukaan yang memukau? kita bisa pilih sesuai dengan kemampuan kita.

  • Powerful Question. Secara alami, pertanyaan akan membuat audiens berpikir dan mencari jawabannya.
  • Story. Menceritakan kisah yang berkaitan dengan topik yang akan kita bahas. Story ini sudah sangat banyak yang menerapkan, entah itu berdasarkan pengalaman pribadinya dia, atau dia melihat penegalaman orang lain. 
  • Shock Fact. Memberikan fakta yang tidak diketahui sebagai bahan untuk pembuka. Fakta disini berupa data maupun survey penelitian.
  • Kutipan. Mengambil kutipan dari tokoh sebagai acuan dalam mengembangkan materi anda
3. Kerangka Tulisan.

Sebuah tulisan juga harus terstruktur. Kontruksinya juga harus kokoh layaknya sebuah bangunan. Agar pembaca bisa paham dengan jelas dan menyimpulkan makna dan kesimpulan dari tulisan kita. Nah kontruksi sederhana dari sebuah tulisan adalah W2H, yakni Why-What-How. Kita dahulukan Why karena untuk membangun rasa penasaran pembaca. Selanjutnya What untuk menjelaskan duduk permasalahannya. Kemudian setelah itu baru kita kasih solusinya.

 Contohnya kita akan menulis tentang kenakalan remaja jaman now. Firstly kita kasih data dulu seberapa banyak remaja yang berbuat kenakalan berdasarkan survey data yang valid. Kemudian kita bisa kasih contoh kasusnya. Lalu sebelum masuk ke solusi, berikan dulu beberapa informasi tentang kenakalan remaja. Seperti apa penyebabnya dan apa jenis-jenis kenakalan remaja. Setelah itu barulah kita berikan jalan keluar terhadap permasalahan yang kita angkat.

4. Berikan foto atau video

Foto maupun video ialah sebagai penunjang materi. Adanya illustrator diharapkan bisa menambah pengertiannya pembaca atas tulisan kita. 

5. Penutupan yang powerful

Cantumkan akhir dengan kesimpulan yang singkat, padat dan jelas. Selain memberikan kesimpulan, kita juga bisa memberikan kutipan singkat yang kemudian akan selalu diingat pembaca. Kita juga bisa call to action, yakni mengajak pembaca untuk melakukan apa yang sudah didapatkan dari tulisan kita. 

Just five step that you can try. Menentukan tema, pembukaan yang memukau, terstrukturnya sebuah tulisan dengan kunci; Why-What-How, sisipkan gambar, dan penutup yang berkesan. Jadi, selamat mencoba temen-temen. 

Jangan menangis dikala susah
Susah sedikit hadapi saja
Jadi penulis cukuplah mudah
Asal kreatif dan takhenti baca







Sabtu, 09 Desember 2017

Oleh: Shofiyah Najiyah

Akhir-akhir ini gue banyak diskusi sama ayah tentang mendapatkan rezeki. Banyak orang bilang, cara untuk kaya adalah dengan pintar-pintar mengelola keuangan. Tentang seberapa pintar kita menyisihkan uang kita bisa dengan menabung juga investasi. Gue gak bilang kalau cara ini salah. Ada benernya kok. Orang yang tidak punya tabungan atau investasi masa depan akan kalang kabut nantinya jika mendadak harus mengerluarkan banyak uang untuk suatu hal. Kita bisa ambil contoh suatu hal tersebut misalnya bencana atau sakit yang memelurkan uang banyak untuk berobat. Pandai mengelola nafsu belanja yang tidak perlu memang itu baik, dan tentu termasuk ke dalam bisa mengelola keuangan. 

Oke mengasah skil. Itu juga bisa termasuk. Sebab jika kita mengelola kemampuan dengan baik, sehingga akan menjadi nilai jual. Uang kelak akan datang dengan sendirinya. Akan banyak tawaran-tawaran yang datang dengan harga yang fantastis kepada kita. Itulah yang namanya keberuntungan. Namun apakah itu jaminan kita akan tetap kaya? Tentu tidak, kemampuan mau sehebat apapun, tidak akan menjadi jaminan, jika Allah sudah berkehendah.

Sudah tahu kan berati apa jaminannya? Iya yang bisa membuat kita kaya adalah ridho Allah. Kan Allah yang punya semua kuasa. Mau kita sepintar atau sehemat apapun dalam keuangan, tetapi jika Allah sudah berkehendak? Jadi kunci pertamanya adalah ridho Allah.

Banyak orang-orang yang sudah tahu bahwa rezeki itu ya di tangan Allah. Ini no offense sih ya, sebenernya ini gue juga sambil ngomong sama diri sendiri yang terkadang masih mengkhawatirkan perihal rezeki. Padahal rezeki udah Allah yang mengaturnya. Namun yang masih sering luput dari kita ialah usaha kita dalam meminta rezekinya kepada Allah.

Seperti apa yang dituturkan oleh K.H. Abdul Hasib Hasan, Lc: Sumber rizkimu itu berada di langit. Tapi kamu nguber-nguber rizki di bumi.
Jadi ini adalah perihal ibadah, spiritual dan seberapa dekat kita pada Allah. Dengan cara apa? perbanyak sholat dhuha, interaksi terus dengan Al-Qur'an dan melakukan amalan sunnah lainnya. Kenapa perlu dengan cara itu? kata bapake, karena Allah yang maha mengatur segala yang terjadi, baik maupun buruk. Maka ketidakberuntungan atau bencana seperti bangkrutnya usaha kita atau yang lainnya bisa Allah tiadakan dengan ibadah kita kepada Allah. Terlebih lagi dalam setiap rezeki yang kita punya terdapat hak orang lain. So, lengkaplah sudah alasan kenapa Allah sering banget memerintahkan sholat dan zakat dalam firmannya pada Al-Baqarah ayat 43.

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ
Setiap kita punya rezeki, itu Allah kasih ujian dengan pengeluaran yg tak terduga. Pengeluaran tak terduga itu bisa jadi cobaan buat kita atau ujian dari saudara terdekat. Pengeluaran tak terduga ini bisa berdampak negatif bisa juga positif. Kalo yg negatif kita bisa ambil contoh artis-artis yang sakit sampe seluruh harta dia habis buat berobat. Bahkan sampe harta dia minus. Caranya biar kita terhindar atau ditunda dari hal-hal yg seperti itu dengan apa? Dengan memperkuat iman. Kalo kita ibadahnya kenceng, musibah-musibah yang bisa menguras pengeluaran dan harta kita itu bisa ditunda bahkan bisa tidak dateng kepada kita. Kuncinya yaa balik lagi dengan kencengin doa dan ibadah.

Sedangkan pengeluaran tak terduga yang berdampak positif, contohnya kita bantu orang yang memang berhak untuk dibantu. Seperti anak yatim piatu dan janda2 misalnya. Atau bantu saudara-saudara kita misal yang tidak punya biaya buat sekolah atau biaya berobat. Kalo kita mau bantu, mau sekecil apapun biayanya. Nanti biaya yang udah kita keluarkan insyaAllah justru Allah beri gantinya berlipat ganda.

Jadi kesimpulannya kata bapake orang bisa kaya dan kekayaan nya awet itu bukan karena dia nabung terus, dan uangnya bertambah. Tapi karena keimanan dia pada Allah. Banyak orang sedekah, tapi sholat lima waktu aja jarang. Gak semua orang yang rajin sedekah itu beriman. Tapi semua orang yang beriman pasti suka sedekah. Dari situ Allah buktiin kalo dalam konsep rezeki 1+1 itu sama dengan 11. Ending atau hasilnya bisa jadi bertambah atau bahkan minus kalo dia sedekahnya bukan karena Allah. Maka dari itu untuk sedekah kita pakailah konsep tangan kiri tidak perlu tahu apa yang tangan kanan lakukan.

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi." (QS. Fatir: 29) 
At least harta sebenernya bukan apa yang kita punya, kita pakai, tempat yang kita tinggali, tapi seberapa banyak harta yang kita sedekahkan kepada orang lain. Itu lah sejatinya harta yang kita miliki. Jadi temen-temen tak perlu sampai stres mencari rezeki dan bingung bagaimana untuk tetap kaya. Sebab sejatinya kita hanya perlu menjalankan apa yang Allah ridhoi, sholat, sedekah dan menjauhi hal-hal yang menjerumuskan dosa. Oke memang tidak mudah. Gue pun juga susah payah untuk selalu istiqomah. Tetapi apa salahnya mencoba dan berkomitmen untuk selalu mengupgrade keimanan dan kualitas ibadah. Jadi temen-temen tetep semangat bekerja, mencari uang namun ibadah kepada Allah tetap yang paling utama untuk diprioritaskan. Selamat menjadi orang kaya :) 

Jumat, 08 Desember 2017


Bertahun-tahun Palestina dijajah oleh zionis Israel sejak tahun 1967. Warga Palestina semakin berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Israel terus menerus melakukan rangkaian besar dalam skenarionya menguasai Palestina yang memiliki ibu kota Yerusalem atau dalam bahasa arab dikenal dengan Al-Quds. Pada tahun 1968 Israel mengambil alih Tembok Buroq, lalu mengubah namanya menjadi Tembok Ratapan. Kini tembok tersebut menjadi tempat peribadatan Yahudi terbesar. Setahun berikutnya Israel membakar sepertiga dari Masjid Kiblat pertama umat muslim yakni Masjid Al-Aqsha. Lambat laun tentara Israel mencoba menguasai Masjid Al-Aqsha, sampai pada 14 Juli 2017 ditutupnya Masjid Al-Aqsha secara total.

Kemudian pada Rabu 6 Desember 2017 dunia internasional dikejutkan oleh pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengakuan Presiden Amerika Serikat ini mendapat banyak kecaman dan kritik dari berbagai penjuru di dunia. Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan langkah sepihak yang dilakukan Amerika Serikat merupakan bentuk dukungan terhadap penjajahan yang wajib ditentang. Pengakuan Donald Trump dilatarbelakangi oleh janji yang ia lontarkan pada saat kampanye kursi Presiden Amerika Serikat pada 2016 lalu untuk memindahkan kedubes Tel Aviv ke Yerusalem. Ia juga menambahkan bahwasanya tujuan dari kebijakan tersebut ialah memberikan unsur kedamaian antara Israel dan Palestina.

Yerusalem sebagai saksi peninggalan tiga agama besar di dunia (Islam, Nasrani dan Yahudi) akan terancam bahaya bila Al-Quds tetap dijadikan ibu kota Israel. Allah sangat memuliakan Palestina karena menjadi bumi para Nabi dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Isa mengajarkan risalah tauhid pada umatnya. Namun dengan dalih menjaga keamanan dan stabilitas negara, Israel akan merenggut seluruh hak yang dimiliki bangsa Palestina dan Arab untuk datang ke tempat-tempat suci di Yerussalem terutama Masjid Al-Aqsa. Israel akan mengendalikan Yerussalem sesuka hati hingga pengusiran siapapun yang tidak memiliki identitas Israel di Yerusalem. Mengorbankan Al-Quds pada Israel, sungguh, berarti sama saja dengan menyerahkan peninggalan sejarah penting untuk dihapuskan dan membawa kekacauan lebih lanjut lagi di Palestina.

Amerika tentunya menjadi negara pertama yang secara resmi menyetujui keputusan Donald Trump. Namun tidak dengan negara timur tengah seperti Iran, Turki, dan Suriah. Inggris, Prancis, Lebanon, Yordania dan Indonesia juga turut memprotes tindakan Trump yang akan menginstruksikan Departemen Luar Negeri untuk mulai memproses perpindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke kota suci Yerusalem.

Apa yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat sama saja mengabaikan penghormatan atas hak asasi manusia dan melanggar resolusi badan-badan dunia. PBB dalam Resolusi Majelis Umum PBB 4 Juli 1967 hingga Resolusi 23 Desember telah menegaskan perlindungan Yerusalem terhadap okupasi Israel. Lebih jauh lagi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pengakuan Trump bukan hanya sebuah pelanggaran terhadap hukum internasional, akan tetapi juga pukulan besar terhadap hati nurani kemanusiaan. Organisasi Kerjasama Islam (OKI) akan menggelar sidang di Istanbul, Turki, 13 Desember 2017 sebagai usaha membatalkan kebijakan Presiden Amerika Serikat.

Aksi solidaritas juga dilakukan di berbagai negara termasuk Indonesia di depan Kedubes Amerika Selatan. Sejak juli 2017, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Haris Yuliana mengatakan bahwa ghirah umat Islam harus bangkit. Siapapun harus aktif menunjukkan sikap tegas kepada Israel menolong Palestina, yang menjadi warisan keimanan umat islam. Agar kemerdekaan bisa direngkuh warga Palestina setelah berpuluh-puluh tahun dalam intimidasi Israel.

Namun amat disayangkan masih banyak muslim yang beranggapan bahwa tak perlu repot mengurus negara orang lain, toh janji Allah islam kelak akan jaya juga. Adapula yang mengatakan "Untuk apa aksi, demo, posting-posting, like atau share berita tentang Palestina di media social? padahal hukum Allah juga nanti tegak. Bahkan usaha kita tidak banyak berdampak untuk mereka."

Ketahuilah saudaraku, mengapa Allah belum juga membinasakan kaum bani Israel. Padahal mudah bagi Allah membinasakan suatu kaum atas kehendaknya. Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Akan tetapi mengapa Allah belum juga melenyapkan kaum yang pernah menutup bahkan membakar Masjid yang dahulu Rasulullah melakukan Isra dan sholat bersama para nabi? Sebab Allah mau menguji hambaNya, seberapa besar perjuangan hambaNya dalam menolong agama Allah. Allah sengaja belum membinasakan bani Israel sebagai medan jihad kita menolong agama Allah.

Mungkin usaha yang kita lakukan tidak mengubah keadaan Al-Quds, namun biarlah Allah tahu dimana posisi kita saat nasib Al-Quds di ujung tombak. Agar kelak kita wafat dapat menjawab usaha apa yang kita lakukan dalam membantu penderitaan saudara kita di Palestina. Hukum Allah pasti kelak akan tegak, tetapi apakah kita menjadi bagian yang berjuang menegakkan atau hanya sebagai penonton dalam diam menunggu takdirNya. Semua orang punya peran dalam kejadian apapun. Tentu sebagai umat islam, kita punya peran dalam membela agama Allah beserta peninggalan-peninggalannya.

Atas dasar akidah seluruh umat islam, tidak hanya mendoakan kita tetapi kita juga wajib memahami problematika Palestina dan menyosialisasikan kondisinya. Telah turun dalil perintah kepada umat islam dalam jihad fi sabilillah dengan harta dan jiwa yang tentunya disesuaikan dengan kondisi mereka. Hal ini disebabkan Palestina merupakan tanah waqaf umat islam yang harus dipertahankan sampai kapanpun. “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.” (Q.S: At-Taubah:9)

Mengacu pada Surat Muhammad ayat 7 yakni "Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." Allah memang memerintahkan kepada semua mukmin untuk menolong agama-Nya, berdakwah kepada-Nya, dan berjihad melawan musuh-musuh-Nya dengan mengharapkan keridhaan-Nya. Dan janji dari Allah bahwa barang siapa yang menolong agama-Nya baik dengan ucapan maupun perbuatan, maka Dia akan menolongnya, memudahkan sebab-sebab pertolongan, seperti keteguhan badan atas kesabarannya.

Pun sejatinya terlepas dari persoalan agama kita harus tetap membela Al-Quds dan Palestina karena sudah menyangkut pelanggaran HAM. Bila kita hanya diam dan membiarkannya lalu buat apa kita belajar kemanusiaan, buat apa kita belajar sejarah, buat apa ada HAM, buat apa ada negara, dan buat apa ada PBB beserta resolusinya.

Jadi adakah alasan untuk tidak membela, menolong dan mendoakan Palestina beserta Ibu Kotanya, Al-Quds?

Kamis, 07 Desember 2017


Akan datang hari  
Mulut dikunci 
Kata tak ada lgi
Akan tiba masa  

Tak ada suara 
Dari mulut kita
Berkata tangan kita 

Tentang apa yang dilakukannya 
Berkata kaki kita 
Kemana saja dia melangkahnya 
Tidak tahu kita 
Bila harinya  
Tanggung jawab, tiba...
 

No, i'm not reviewing the movie of Chrisye, seberapa besar kemiripan karakter almarhum Chrisye dengan penokohan yang dilakoni oleh aktor Vino G. Bastian hehe. Seperti yang tertera di judul dan di awal postingan kali ini gue mau bahas tentang Almarhum Chrisye dan hikmah dari lagu diatas. Chrisye terlahir dengan nama Christian Rahadi pada 16 September 1949 dan beragama kristen. Menekuni dunia musik sejak SMA, dan pada tahun 1977 berhasil menghasilkan dua karya terbaiknya "Lilin-Lilin Kecil" dan "Badai Pasti Berlalu"  

For me, there are many lessons i can learn from Chrisye's life, especially from his song titled "Ketika Tangan dan Kaki Berkata". For you guys i'll make some list of what life lessons can be learned by many people. 

1. Almarhum Chrisye termasuk orang gigih dalam memperjuangkan mimpinya. Perjalanan suksesnya di dunia tarik suara bukanlah perihal yang mudah dalam hal perizinan orang tua. Keaktifannya dalam dunia musik membuat ia dua kali putus kuliah. Meski begitu hasil karyanya dihadiakan sebagai musisi Indonesia terbaik nomor tiga sepanjang masa pada tahun 2011. Semangatnya dalam menjadi musisi selalu ia kejar, karena itu yang membuatnya selalu bahagia.

2.  Ada sejarah yang mengatakan bahwa sebelum akhirnya menjadi mualaf saat menikah dengan istrinya, Darmayanti Yanti. Almarhum Chrisye sebenernya sudah lebih dulu ada keinginan untuk pindah menjadi seorang muslim. Sebelum bertemu istrinya, ia lebih dulu merenung atas keimanannya dan mulai mempelajari tentang islam. Setelah menjadi mualaf, delapan tahun kemudian ia lebih banyak meluangkan waktu mendalami agama. Buatnya, spritualitas memberikan lebih dari sekadar memiliki agama karena spritualitas memberikan rasa aman dan tenteram. "Saya merasakan hidup dan karier saya bergilir pada tujuan yang jelas berkat pendalaman spritualitas jalan yang sama."

The point is dengan spritualitas tidak hanya menjadi sebuah identitas, melainkan juga bisa menghasilkan rasa aman, damai da juga sebuah keberutungan. Dengan bekal iman dan Islam, ia merasa hidup dan karirnya semakin bergulir pada tujuan yang jelas.


Kemudian pada tahun 1997, Almarhum Chrisye meminta bantuan penyair, Taufik Ismail untuk menuliskan lirik lagunya. Sedari awal ia berpesan untuk menciptakan lagu yang bercerita tentang Tuhan. Hal itu menandakan sebegitu kuatnya sisi spiritualitasnya sampai ingin menyanyikan lagu yang religi. Namun Taufik Ismail mengalami kesulitan dalam menemukan ide dalam tiga Minggu pertama. Sampai akhirnya pada suatu malam, Taufik Ismail membaca sedang Alquran surah Yasin. Ketika sampai ayat 65 yang berbunyi yang berarti: "Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan". Iya, lirik lagu Ketiga Tangan dan Kaki Berkata adalah terjemahan dari Surat Yasin ayat 65. Makna ayat yang sangat menggugah itu menceritakan tentang Pengadilan HariAkhir. 

Sungguh dahsyat nya ayat ini sehingga Almarhum selalu menangis saat menyanyikannya. Ia bahkan berulang kali gagal saat hendak rekaman karena terlalu mendalami. Baginya, Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuhnya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah ia nyanyikan.

3. Banyak pendengar lagu itu yang merasa tersentuh. Para penggemar lagu ini termotivasi untuk selalu beribadah, berusaha menghindari hal-hal yang menjurumuskan dosa dan mengingat hari kematian. Quran surat Yasin ayat 65 ini menjelaskan tentang hari akhir kelak, semua mulut manusia akan bisu. Tangan, kaki dan semua indra kitalah yang bertanggungjawab apa yang sudah dikerjakan selama ini. Dipakai untuk apa kedua tangan kita. Mata yang kita punya, apa saja kah yang kita lihat. Kaki yang Allah karuniakan sehat, kemana saja melangkahkannya. Karena kebaikan atau perbuatan buruk yang sekecil atau sesepele apapun semuanya akan ada balasannya. Dengan dijadikannya lirik lagu mendorong banyak orang untuk selalu bermuhasabah pada setiap perbuatannya.

Ada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya. Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. QS. Alzalzalah:6-8.

 4. Melihat dari cara Taufik Ismail mendapatkan ilham untuk lirik lagu ini, menuai pelajaran tersendiri. Bahwasanya sekecil apapun goals yang ingin dapatkan, itu kuncinya dekati penciptanya. Sure dengan sholat, berdoa dan tilawah al-Quran. Gak heran bila mendengar kisah anak kecil yang berhasil menemukan sandal jepitnya di masjid setelah sholat dua rakaat. Terkadang untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, kita terlalu terpaku pada usaha mendapatkannya dengan cara duniawi. Padahal semua yang kita inginkan tidak lepas dari kehendak Allah. Harus diakui pula tanpa sengaja terkadang kita abai, bahwa doa dan ibadah kita pada Allah menjadi bagian dari ikhtiar kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Seperti halnya rezeki, sumber rizki kita berada di langit. Rezeki Allah yang mengatur. Semua orang tahu itu. Tetapi kita masih juga nguber-nguber rizkinya di bumi :)

5. Dalam lagu ini, Almarhum Chrisye secara tidak sadar bukan hanya berkiprah pada dunia musik. Akan tetapi sebagai musisi beliau mengambil peran untuk mengajak kebaikan pada banyak orang melalui lagu yang dinyanyikannya. Almarhum mengingatkan khalayak umum bahwa suatu saat kelak pengadilan hari akhir akan tiba. Maka diajaklah para pendengar untuk meminta ampun dan memohon karuniaNya. Hal tersebut menandakan bahwa apapun profesi kita, kita punya peran untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.

Honestly i doesn't watched the movie of Chrisye yet, but this is what i got from Chrisye's journey of life and his legendary song. Whoever we are, (including me) hopefuly we always remember the message contained in this song that is meaning the surah yasin verse 65. Actually perhaps there are many things that we can learn from Chrisye. Bukan hanya melihat ia sebagai musisi saja, tapi sebagai anak yang memperjuangkan mimpinya depan keluarganya. Juga bagaimana ia sebagai ayah membesarkan anak-anaknya dengan hasil kerja kerasnya. Last but not least mari kita kirimkan surat Al-fatihah sejenak dan mendoakannya semoga almarhum mendapatkan sisi terbaik dihadapan Allah.

That's it, hopefully useful
Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 1-8

Sumber : https://rumaysho.com/3487-tafsir-surat-al-zalzalah-kebaikan-dan-kejelekan-walau-sebesar-dzarrah-akan-dibalas.html
Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 1-8

Sumber : https://rumaysho.com/3487-tafsir-surat-al-zalzalah-kebaikan-dan-kejelekan-walau-sebesar-dzarrah-akan-dibalas.html
Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 1-8

Sumber : https://rumaysho.com/3487-tafsir-surat-al-zalzalah-kebaikan-dan-kejelekan-walau-sebesar-dzarrah-akan-dibalas.html
Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatansekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 1-8

Sumber : https://rumaysho.com/3487-tafsir-surat-al-zalzalah-kebaikan-dan-kejelekan-walau-sebesar-dzarrah-akan-dibalas.html
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (6
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)


Sumber : https://rumaysho.com/3487-tafsir-surat-al-zalzalah-kebaikan-dan-kejelekan-walau-sebesar-dzarrah-akan-dibalas.html
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (6
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)


Sumber : https://rumaysho.com/3487-tafsir-surat-al-zalzalah-kebaikan-dan-kejelekan-walau-sebesar-dzarrah-akan-dibalas.html
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (6
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)


Sumber : https://rumaysho.com/3487-tafsir-surat-al-zalzalah-kebaikan-dan-kejelekan-walau-sebesar-dzarrah-akan-dibalas.html

Rabu, 06 Desember 2017

Recently i just realize, perhaps i do not deserve the label of blogger. I think i just like to write and try how my blog can be filled with various content. Sometimes even i feel, when i'm blogging, like i'm wearing a mask. I feel, oh my god, this is totally not me. Yeah sometimes. But right now, i make sure, i am writing my blog with all of my heart. I do not mean anything, of course no offense with anyone, cause of writing in English. I just want to make the blog post that i am writing now- which actually just unimportant story anyway. It seems elegant because it is packed with English.

Okay, its enough. Starting from i did blog-walking a days ago. I amazed with the people who can produce many posts until 85 posts in his blog for a year. What, who is he? Yeah he is benakribo with his benablog. Benablog reached awarding best blog in Indonesian on 2011. Reflecting of my blog, i produce post not more than 45 even for a year. And i don't have any awarding of my blog. I just update my blog, if i just want to tell my life or getting people to be know about a thing. Apparently, it makes decrease of blogging definition. I don't may be i am one of people who accidentally forget the nature of blogging. Blog has meaning so widely, more than tell who are you, and how's your life. Also make a content in blog can be various kind and stuff. Blog can be transform to catalog online which can review many products, then we get paid for it. 

Oh dude. 

To be honest, i confuse and i do not know what i writing about. But begin this post, i reset my mind, to trying write the post blog honestly and with whole of my heart. A times ago, i did planning my content of blog in a structured way or has scheduled. Big no anymore. When i was writing, feel so like a coercion. Because it is scheduled I have to write with this theme. Then i have to writing about anything else. I just feel like my opinion about something couldn't be expose, cause i am too worried about what people react to my post in blog. 

Again, we shouldn't too expecting how many people which read my post in blog. And of course to be a successful of blogger can not be reach a mouths. But years. Reflecting more with my blogs, which active from 2013 until now, oh my god, i feel nothing :))

However this is what i want to tell. Be a blogger just the way you are. Do not force yourself to write something that you do not really write too. Just because you want to look intelligent in the eyes of your readers. Just the way you are. You don't have to be someone else, to be the best like others. But be the best version of you. Find your niche blog. Maybe that's it what i want to said in here. I'm really sorry if my grammar still wrong. 

Auf Wiedersehen. Wir sehen uns in einem anderen Beitrag :)


Selasa, 05 Desember 2017


Tahukah anda tidak sedikit orang yang tidak percaya diri bila berbicara di depan banyak orang. Orang tua maupun muda memiliki berbagai ketakutan yang dia hadapi saat berdiri dan berbicara di hadapan umum. Seperti halnya grogi, takut salah ngomong, takut ngebleng apa yang ingin dicarakan, takut penonton tidak memerhatikan, takut kalimat tidak terstruktur dan takut menyinggung perasaan penonton. Padahal semua orang mau tidak mau harus pinter public speaking. Mahasiswa harus bisa public speaking dalam presentasi di kelas apalagi ketika seminar proposal atau sidang akhir. Guru pun juga perlu menguasai public speaking. Tujuannya tidak lain buat mengajarkan anak muridnya di kelas, maupun pada saat sambutan atau MC acara sekolah. Karyawan kantor pun juga harus bisa public speaking, untuk mempresentansikan produk maupun jasa yang diperjualkan pastinya. Juga buat presentasi misal dengan atasan ataupun presentasi kerjasama dengan perusahaan lain. 

Sebelum melangkah jauh bagaimana menyingkirkan bagaimana cara menghilangan ketidak-percayaan diri saat memberikan pidato di depan umum atau yang sering dinamakan dengan istilah Public Speaking. Berikut pengertan Public Speaking menurut Charles Henry Woolbert, pendiri Speech Communication Association of America;

Public Speaking adalah sebagai ilmu tingkah laku seseorang. Dalam menyusun materi public speaking harus diperhatikan hal-hal berikut : memahami materi, ketahui yang khalayak senangi dan situasi audiens, pilihlah kalimat secara logis dan mudah dimengerti.

Jadi dalam public speaking, konten yang bicarakan harus disesuaikan dengan khalayak yang menonton kita. Gaya pembawaanya pun juga harus disesuaikan mengikuti usia audiens. Ada cara sederhana agar bisa lancar public speaking, yaitu dimulai dengan fokus selalu berpikiran hal-hal positif. Sehingga aura-aura negatif tidak akan timbul, karena pikiran kita sudah dipenuhi dengan hal-hal yang positif. Atau bisa juga dengan membayangkan orang-orang yang disayangi ada di depan kita. Selanjutnya mulailah bercerita dengan cerita yang dialami. Kemudian jika memiliki materi yang cukup penting, namun sulit untuk dihafal, mulailah berbicara dengan catatan kecil. Lalu cobalah berbicara berulang seperti itu selama dua menit.

Namun sebelum tampil, kita perlu menyiapkan konten yang ingin disampaikan dengan sebaik-baiknya. Selain konten, peralatan juga harus dipastikan tidak akan mengganggu kita selama berbicara di depan. Semisal perihal teknis microfone yang tidak benar bisa membuat kita malu, sehingga bisa membuat kita lupa apa yang ingin kita sampaikan. Setiap orang kadar konsentrasinya memang berbeda-beda. Tidak heran bila ada dosen yang sedang menjelaskan mata kuliah, lalu konsentrasinya terganggu jika ada mahasiswa yang datang terlambat. Sebab tidak sedikit orang yang terdistraksi oleh gangguan-gangguan kecil lalu membuyarkan apa yang ada pikirannya.

Tips singkat Percaya Diri dari Ahmad Dimyati, seorang Jawara No.1 Banten ialah:
  1. Latihan
  2. Persiapan
  3. Film imaginatif
  4. Atur Pernapasan 
  5. Atur fisiologi
  6. Ubah bahasa Tubuh
Body languange memang menjadi hal pertama yang orang-orang lihat pada saat public speaking. Maka dari itu perlu untuk mengatur pernapasan, gaya berdiri, dan mengaktifkan tangan sebagai sarana untuk imajinasi. Tangan yang kita geraakkan akan menjadi representatif dari apa yang kita bicarakan. Tiga sampai lima detik pertama, yang harus kita lakukan ialah TASBI. (TATAP, SENYUM, BICARA). Tatap dulu semua audiensnya selama satu atau dua detik, kemudian tersenyum lalu mulai bicara.

Setelah tasbi berjalan sukses, yang harus dilakukan adalah mencairkan suasana, memikat audience dan memberikan informasi. Jadi kesimpulannya harus perbanyak latihan, perbaiki bahasa tubuh dan jangan lupa untuk tasbi :)

Senin, 04 Desember 2017

Seperti yang kukatakan di postingan sebelumnya, kali ini aku akan membahas infografis secara visual atau desain grafisnya. Sebelum baca tulisan ini, pastikan baca terlebih dahulu postingan yang sebelumnya yaaa.

Visual yaitu terdiri dari media, font, spasi, dan layout. Gambar harus mewakili kerapatan dari sebuah konten. Menggunakan format dan font yang terlalu kecil memungkinkan orang tidak bisa membacanya. Sebelum memasuki penjelasan mengenai penggunakan warna, font, layout dan ilustrasi manual, berikut contoh infografis yang bagus dalam sisi visual.

Infografis yang kami buat selama satu jam saat Workshop KIDI
Infografis diatas ini alhamdulillah jadi pemenang saat praktek workshop Konten Informasi Digital Desember 2016 lalu dari segi visual. Mulai dari software, Infografis bisa menggunakan software Adobe Illustrator, Adobe Photoshop atau Corel Draw. Tergantung kebutuhan dan tingkat kenyamanan masing-masing penyaji. Masuk ke teori tentang penggunaan warna; warna yang dipakai dianjurkan cukup tiga warna saja dan warna netral. Hindari pemakaian warna terang, warna pelangi dan warna font yang sama dengan warna background. Warna dasar yang digunakan diatas ialah warna hitam sebagai background, warna putih sebagai font dan biru sebagai ilustrasi gambar.

Beralih ke font yang digunakan simple sehingga mudah untuk dibaca. Penggunaan gaya font juga tidak boleh terlalu banyak, agar visual tetap stabil. Dalam layout, element yang dipakai harus seimbang. Begitula penataan dalam font. Sebab layout yang tertata dengan rapi setiap elemennya akan membuat audience dengan mudah menarik kesimpulan.

Ilustrasi manual menjadi bumbu penyedap dari sebuah konten infografis. Oleh karena itu gunakanlah ilustrasi yang unik, menarik dan simpel. Ilustrasi yang digambarkan harus sesuai dengan narasi. Bila ingin menampilkan diagram, jangan gunakan angka yang lebih dari 100. Agar audience tidak pusing melihatnya.

Kunci dari suksesnya infografis adalah dengan memposisikan diri sebagai audience yang akan mengambil kesimpulan dari apa yang kita gambarkan.  Jadi berikanlah pemahaman melalui data dan visual yang menarik dan mudah dipahami. Selamat mencoba semoga sukses!

Sebagai penutup serial Infografis. Foto waktu dapetin sertifikat kemenangan di Metro TV

Minggu, 03 Desember 2017

Di era milenial ini penyajian informasi secara non verbal telah berkembang menjadi bentuk yang mudah dipahami. Penyajian informasi yang memuat banyak data dikemas menarik dengan adanya visual melalui infografis. Infografis sering dikenal dengan berbicara mengenai data lewat visual. Sebuah kolaborasi kerja antara konten riset dan graphic design. Infografis biasanya bertujuan untuk mempengaruhi target sasaranya untuk menyadari dan melakukan suatu hal baik. Infografis umumnya bersifat persuasif dan mengedukasi. Contoh infografis yaitu tentang revolusi rental, gerakan internet sehat atau menumbuhkan budi pekerti dan lain-lain.

Kali ini kita akan membahas infografis secara kontennya. Konten yang digambarkan dengan salah akan menjadi salah juga orang menilainya. Maka dari itu untuk menghadapi data dari tema yang telah ditentukan, setidaknya ada empat unsur yang saling berkaitan.
  1. Unsur data itu sendiri. Contohnya adalah tema dari infografis kita adalah kesehatan. Tentukan sisi Kesehatan bagian mana yang akan dikupas.
  2. Latar belakang data yang dihasilkan. Sebelum ada ajakan, pasti ada latar belakang yang menyebabkan. Tampilkan latar belakang dengan singkat padat dan jelas. Contohnya seperti "Sejak 2010 penyebab sakit dan kematian terbesar adalah penyakit tidak menular."
  3. Korelasi antar data (Terhubungnya suatu data dan data lainnya). Setelah ada latar belakang, tampilkan dampak. Setelah dampak berilah solusi. 
  4. Menampilkan kontra dari sebuah solusi. Sehingga target sasaran akan termotivasi untuk menjauhkan kontranya dan melaksanakan solusinya.
Biar gak bingung, langsung aja nih contoh infografis buatanku dan teman-teman jaman kuliah dulu.
Mari kita bedah!

Tema dari infografis diatas jelas mengenai kesehatan mengenai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Latar belakangnya adalah meningkatnya penyebab sakit dan kematian dikarenakan penyakit tidak menular. Korelasi antar datanya, penyakit tidak menular disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan buruk seperi sering menghisap rokok, kurang aktivitas fisik dan lain sebagainya. Lalu juga ditampilkan pro dan kontranya. Satu sisi dari solusi atas apa yang harus dilakukan untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat pada masyarakat. Lalu disisi lain juga ditampilkan kontranya atau kebiasaan buruk apa yang harus ditinggalkan.

Sebagai penyaji kata kita harus mencari kata kunci yang trendy, menarik dan mudah dipahami orang banyak. Seperti memberikan singkatan CERDIK pada solusi menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Kemudian memberikan singkatan SAKIT pada kebiasaan buruk yang harus ditinggalkan. Penyaji data juga harus membuat referensi visual, seperti contohnya diatas lihat perbedaan organ kiri dan kanan. Ditampilkan bentuk organ manusia yang baik pada solusi dalam cerdiknya. Pun organ manusia akan buruk jika tetap melakukan kebiasaan yang menyebabkan penyakit tidak menular.

Kemudian dibutuhkan juga headline atau judul yang provokatif dalam menarik perharian pembaca. Sumber yang kuat juga sangat penting untuk dicantumkan. Sebab kredibilitas infografis terletak pada sumber data yang dihasilkan. Jadi konten yang ditampilkan ialah berdasarkan fakta atau riset penelitian. Mencantumkan sumber termasuk mematuhi etika dari infografis. Selain itu kebenaran informasi dan melakukan verifikasi data juga termasuk salah satu etika infografis. Sebagai penyaji infografis kita memiliki tanggungjawab terhadap data yang telah ditampilkan ke khalayak umum. Jadi konten yang diberikan itu bukan data yang hoax.

Untuk kebenaran infografis yang aku paparkan ini ialah materi dari Workshop dan Technical Meeting Lomba Konten Informasi Digital (KIDI) dari KOMINFO dan Media Indonesia Desember 2016 lalu. Infografis diatas tadi hasil karyaku dan teman-teman menang lomba Infografis tahun lalu di #KIDI 2016 Seri 9. Sharing sedikit gapapalah ya...

Tim PROHUMAS UNJ yang maunya menang terus
Intinya, gunakan data infografis yang dikemas menarik, jelas dan berhasil mempengaruhi orang lain dalam tujuan persuasifnya. Sekian, semoga bermanfaat. Masih berlanjut lagi masih tentang infografis di postingan berikutnya, akan kubahas tentang infografis secara desain grafis. Penasaran kan? Staytune yaaa

Sabtu, 02 Desember 2017

2 Desember 2017


Hai guys. Kali ini ngomongnya pake gue, biar lebih intim gimana gitu. Hari ini sama sih kaya sebelum-sebelumnya kegiatan gue. Yang membedakan cuma ditutup dengan makan malam sama orangtua di luar. Biasanya setiap tanggal 2/12 di tahun-tahun sebelumnya especially jaman gue SMA, gue selalu nulis tentang perjalanan gue selama setahun sampe gue ketemu tanggal ini lagi. Yaa berasa nostalgia lah di umur sebelumnya apa aja yang gue dapetin, dan apa aja yang gue harepin ke depan. Berhubung kayanya selama kuliah udah jarang nulis begitu lagi, sekarang gue mau praktekin lagi.

Wwkwk jadi tema tulisan kali ini, kalian cuma baca resume gue selama setahun belakangan ini guys. Moga gak boring yak hahaha dan jangan hujat aku kalo EBI nya gak bener wkwkwk
Oke. Mulai dari 2 Desember 2016. Siapa sih yang gatau 212 tahun lalu terjadi apa di Indonesia. Iyap aksi bela islam 3 yang sukses dengan 7 juta pesertanya. Gue merasa keren gitu ultah gue yang ke-21 dirayain jutaan umat islam dari segala penjuru. Gue merasa kemaren tanggal lahir gue dibikin legitimasi aksi 212 hho. Dan sekarang ultah gue yang ke-22 pun diadakan lagi reuni 212 di Monas. Engga deng, gue gak merasa keren, karena gue gak ada di bagian aksi itu. Tahun lalu dengan segala macam keriwutan kuliah, gue jadi gabisa kesana, ya karena emang gabisa ditinggal. Kalau tahun ini, pun gue gak dibolehin karena belum boleh aktivitas berat. You know, sakit gue ini soalnya belum sembuh total karena belum juga dua bulan berjalan. Di usia 21 tahun kemarin gue dapetin dua kue ulang tahun. Satu dari temen jurusan sama dari temen IKMB. Makasih  banget ya guys. Gue gak expect rupanya kalian sampe effort beliin begituan.

Muka gak ke kontrol saking bahagianya

Yaa yang ini not bad lah ehe
 Menengok kembali pada satu tahun belakang ini, di umur 21 kemarin gue merasa usia gue dihabiskan oleh berjuang untuk lulus kuliah. Oke, akhir tahun 2016 gue masih bisa jalan-jalan ke Semarang nengokin ade. Tapi januari-februari? :) guys gue dengan segala macam cara mempertaruhkan nasib gue biar bisa nyusun Tugas Akhir di semester itu. Waktu itu ada problem yang bikin gue nyaris nganggur kuliah semester itu. Kebetulan waktu 112 alias 11 Februari 2017, gue ikutan doa bersama di Istiqlal. Disitu gue nangis, minta tolong sama Allah supaya diberikan jalan keluar. Meskipun disitu sebenernya gue malu banget sama Allah. Setelah gue dikasih masalah aja, gue baru ngemis2 tiap hari.  Harusnya setiap hari yaa emang begitu, nangis-nangis aja terus sama Allah minta perlindungan, diberi ampunan, dan dikuatkan bila masalah datang menghadang. As always, andalan gue banget saat itu surat Muhammad ayat 7, kalau kita bela agama Allah, Allah pasti bakal nolong kita.

Yep, doa gue terkabul untuk nyusun semester itu. Gue jadi doyan ikut aksi atau doa bersama lagi karena merasa lebih tenang aja dan merasa deket banget gitu sama Allah. Ya lagian kalo bukan lari ke Allah, kita mau minta-minta sama siapa lagi sih. Gue ikut doa bersama waktu itu di Masjid At-ttin gatau lupa bulan apa. And the effect? wow perjalanan selama gue nyusun TA dimudahkan Alhamdulillah sampai gue diwisuda. Segala macam persoalan dan rintangan gue bisa menghadapinya dengan lancar. Guys bener-bener ya Allah mau menguji hambaNya yang diberi kekuasaan untuk membela agamaNya. Buat gue Muhammad ayat 7 ini bener banget dan terjadi dalam kehidupan gue. Atau coba deh kalian yang pernah ikut aksi, ngerasa gak hidup kalian seperti Allah mudahkan banget? apa cuma gue ya yang merasakan, dan asal cocokolgi aja hehe. komen dibawah ya guys kalau kalian merasa wkwkwk

Menuju hari wisuda gue diuji dengan kehilangan dompet yang dilanjutkan kecopetan hp :) Jadi waktu itu gue pulang jam 10 malem sampe besok paginya gue lupa taruh dimana itu dompet setelah gue bayar grabbikenya setengah sadar. Beberapa hari kemudian dompet gue ketemu. Rupanya cuma terjatuh di kolong kasur tapi kurang keliatan karena nyaru sama tembok. Soalnya dompet gue warna hitam dan kecil bgt. Di pagi hari dompet gue ketemu, siangnya hp gue kecopetan di stasiun Duri :) Pulang-pulang gue nangis karena berasa pulang hampa gak bisa ngabarin orang-orang kalo gue otw balik dari kampus. Bener aja ortu di rumah kelimpungan telpon sana sini nyariin gue (meskipun sebenernya udah tau siangnya kalo hape anaknya kecopetan). Gue baru sadar gue terlampau sombong saat dompet gue ketemu paginya. Gue bilang tuh "Tuhkan dompet kaka ketemu. Selama 21 tahun kaka hidup tuh kaka gapernah mi kehilangan dompet hp gitu2" Ehh karena mulut gue yang asal ngomong ini Allah menguji gue langsung siangnya. Kun Fayakun banget kan. Jangan ditiru ya guys, dan harus lebih hati-hati sama omongan hhoo

Kurang lebih perjalanan gue di usia 21 sih kebanyakan udah gue ceritain di postingan yang Curhatan 7 bulan. Gue ke Semarang, Kalimantan dan Bali. Disini gue cuma melengkapi aja. Gue ngerasa memasuki usia 22 tahun, berasa udah kaya orang dewasa gitu, yang senin-sabtu kerja kerja, minggu kondangan atau ikut pelatihan. Gue udah mengurangi jatah main-main gue dan lebih explore sama bakat sama kesibukan baru gue. Hehehehe itu juga karena temen-temen gue kebanyakan di luar Tangerang dan gue sekarang udah ngendep aja di Tangerang wkwkwk. Jujur sih akhir-akhir ini gue ngerasa gue tuh ansos banget. Gue kurang suka ketemu terus sama temen dalam waktu yang deket. Gue lebih suka kasih space waktu, memupuk rindu biar maksimal. Berharap pas meet up jadinya quality time banget karena jarang ketemu.

Lanjut ke memasuki 22th, gue ngerasa lagi Allah kasih keberkahan lagi. Kemaren 1 Desember maulid baginda kita Nabi Muhammad. Sholawat dan perayaannya masih terasa sampai sekarang. Karena udah H+1, gue jadi merasa Allah mau gue perbanyak sholawat lagi di usia yang makin tua ini. Yaa intinya lebih kenceng lagi perihal ibadahnya beserta amalan sunnahnya. Menghadapi hidup yang makin fantastis di usia yang bukan lagi remaja pasti butuh kuda-kuda spiritual yang kenceng. Biar makin siap dalam menyongsong masa depan yang gemilang. Halah wkwk

Tadi malem gue tidur cepet. Gue gak nungguin malam di penghujung pergantian usia gue kaya tahun-tahun sebelumnya. Lalu menebak siapa yang jadi pengucap pertama ulang tahun gue. Namun dalam tidur, gue merasa otak bekerja. Seakan banyak alarm terpasang mengingatkan bahwa diri yang katakanlah bersahaja ini (cuih) sudah mulai masuk usia dewasa 22 tahun. Dimana lo udah bukan remaja akhir yang dari 19-21 tahun, apalagi masih anak-anak. Yeah, you will face the real life, (after finish college, and start work. Then i'll get married and have children HEHEHE)

But gue udah cukup gamau ngebahas jodoh terlalu banyak, 99% yang doain gue hari ini semua tentang jodoh. Gue percaya jodoh, kematian dan rezeki selalu Allah atur dengan adil dan di waktu yang tepat. We just do the best and hope with praying without stop. Never ending ikhtiar lah hehe. Biar Allah yang menggerakkan hati ini akan melabuhkannya pada lautan yang mana. Usaha dan doa terus, tinggal tunggu tanggal mainnya. Eaq.

Satu atau dua tahun ke depan, sepertinya hidup gue akan lebih seru dan menyenangkan. Gue gak pernah tau episode hidup apa yang bakal menghampiri gue. (Doain gue yang baik-baik ya guys hahaha) Di usia yang sekarang ini gue gak terlalu noticed apa aja yang udah gue dapatkan, selain pastinya pelajaran hidup. Gue gak mau menuntut diri gue yang macem-macem selain menjadi pribadi yang lebih bertaqwa dan berkualitas. Lebih memprioritaskan hal-hal positif apa yang gue share and give ke orang lain daripada apa yang gue dapatkan dari orang lain. Ya intinya kebermanfaaan sih. Setiap aktivitas yang gue lakukan, apakah itu berguna bagi bangsa dan agama gue? apakah membawa manfaat pada orang-orang disekitar gue.

Last but not least, Happy 212 yang ke 22 myself dear.....

Jumat, 01 Desember 2017


Semua orang sejatinya memiliki personal branding yang menampilkan hal yang ingin diperlihatkan pada orang lain. Kita mempunyai kendali penuh atas keputusan dalam merespon sesuatu, menampilkan sesuatu dan membuat sesuatu. Gambar kepribadian dan daftar kemampuan yang kita tampilkan akan membangun citra diri kita. Yeah, everybody marketing something. Setiap orang memasarkan sesuatu yang ada pada dirinya. Namun faktanya tidak demikian. Tidak semua orang bisa mengendalikan personal branding dengan baik. Faktornya bisa dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak mendukung kebebasan berekspresinya, terlalu bersifat konsumtif terhadap hiburan atau apapun, sehingga melupakan apa tujuan yang sebenarnya. Terlalu bersifat konsumtif terhadap hal yang kurang bermanfaat akan mengurangi konsisten dalam branding. Jadi apa sebetulnya personal branding? 

Personal branding adalah proses yang akan membawa skill, kepribadian, dan karakteristik unik seseorang dan kemudian membungkusnya menjadi sebuah identitas yang memiliki kekuatan dibandingkan dengan kompetitor"-Peter Montoya penulis buku The Brand Called You.

Personal branding adalah identitas kita yang bisa menjadi nilai jual dan menjadi modal untuk bersaing khususnya di dunia kerja. Branding adalah apa yang orang puji atau gosipkan tentang kita. Tidak sedikit orang dengan kemampuan luar biasa, namun tidak memiliki personal branding. Bukan hanya karena untuk memaparkan jati diri dan kegiatan yang dilakukan, tetapi bisa juga untuk berbagi cara melakukannya. Jadi orang lain bisa mengikutinya. We could make inspire people. Who knows. 

An example Muzammil Hasbalah lulusan Arsitektur ITB with his skills in recite the quran. Banyak orang dari berbagai kalangan terinspirasi dan mengidolakannya . Or if you know Aulion sebagai creative content creator di Youtube dan instagram. Mereka menampilkan kemampuan masing-masing di sosial media, sehingga bisa menghasilkan uang. Tidak hanya itu mereka juga membuat diri mereka unik dan berbeda dari netizen lainnya. Semua muslim banyak yang bisa membaca al-qur'an. Akan tetapi adakah orang yang membacanya dengan merdu dan mempublikasikannya dengan rutin? So tell the world, what distinguishes you from others and what makes you unique. Sama halnya dengan Aulion, dia berkiprah di dunia youtube sejak tahun 2008. Ketika berusia 13 tahun Aulion pertama kali mulai membuat video stop motion dan dipublikasikannya pada tahun 2010.
Branding adalah suatu hal yang sudah kita lakukan selama beribu-ribu jam sampai kita mahir dan menjadi spesialis dalam hal tersebut. Personal branding isn't built in months, but years.
This is a simple tips of personal branding:
  1. Kesadaran diri sendiri. Jika tidak ada kesadaran sendiri, maka hasilnya akan berbeda dengan orang lain yang penuh dengan self-awareness 
  2. Kenali tujuanmu. Setiap hal yang dilakukan semua orang pasti ada tujuannya.
  3. Pilih bidang atau hal apa yang kamu suka untuk digeluti.
  4. Pilih dengan media atau platform yang ingin kamu gunakan untuk mempublikasikan skill dan identitas kamu.
  5. Bersemangatlah dengan apa yang kamu sukai dan berbuat lebih banyak sesuatu bermanfaat dengan hal yang kamu sukai 
  6. Tell them your stories  (especially why would you do it)
  7.  Istiqomahlah!
  8. Sabar. Tidak ada yang langsung sukses dengan apa yang disukainya. All success must be gradually. Step by step. Everything can not be instantaneous
Personal branding is when you feel so excited in doing it and it can be an identity of you that makes it easy for people to recognize you. Then of course personal branding is learnable. So tell the world what's your personal branding?

Jumat, 10 November 2017



       Sebutan pahlawan memiliki banyak makna. Salah satu makna tersebut adalah seseorang atau sekelompok orang yang perbuatannya membawa pengaruh baik dan manfaat bagi kepentingan umat, masyarakat, dan bangsa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pahlawan berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Bisa juga berarti pejuang yang gagah berani. Sebutan pahlawan identik dengan pejuang masa lalu di zaman kemerdekaan. Kata pahlawan lebih sering digunakan untuk menyebut para pejuang atau tentara Indonesia yang melawan penjajah. Selain itu, digunakan pula untuk para ulama zaman dahulu yang berpartisipasi dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

     Saat zaman milenial seperti sekarang ini atau lebih dikenal dengan sebutan ''jaman now'', sosok pahlawan kini mulai mengalami degradasi makna. Zaman sekarang tentu berbeda dengan zaman dahulu. Seiring berjalan waktu, Indonesia mulai terkontaminasi oleh budaya-budaya luar yang menyebabkan banyak hal penting luput dari perhatian masyarakat. Mulai dari budaya barat hingga yang kekoreaan perlahan semakin terpatri dalam diri masyarakat. Tak pandang umur, baik kaum remaja ataupun dewasa. Secara tidak sadar, kecenderungan terhadap budaya luar dan kecanduan pada teknologi yang kian pesat, dapat melupakan kearifan lokal dan potensi kekayaan alam di Indonesia yang seharusnya dijaga dengan baik. Banyak orang berpendapat bahwa upaya menjadi pahlawan di 'zaman now' dengan cara berkontribusi untuk negara dan agama. Namun amat disayangkan, sebagian besar generasi muda atau 'kids zaman now' yang menjadi pewaris kontributor negara, kurang memaknai pahlawan. Bahkan kurang mengetahui hal-hal tentang negara dan agamanya sendiri.

       Mereka lebih tahu nama-nama model fashion terbaru di dunia barat daripada nama-nama gunung berapi yang masih aktif di Jawa. Mereka juga lebih tahu kabar selebgram atau selebritis tanah air dibandingkan ulama nusantara dan karyanya yang mampu memerjuangkan kemerdekaan Indonesia. Bahkan lebih lanjut lagi mereka lebih tahu soal asmara Justin Bieber yang notabene kurang memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa. Demikian juga dengan apa saja brand make up terbaru dan tutorialnya lebih mereka kuasai daripada mengingat peta geografi wilayah-wilayah di Indonesia. Penghargaan musik dan drama terbaik Korea lebih mereka gandrungi daripada prestasi produksi kopi Indonesia yang menduduki peringkat keempat di dunia. Salah satu penyebabnya mungkin berasal dari publikasi wawasan tersebut yang kurang dimasifkan. Kita bisa mulai dari hal kecil dengan menshare berita informasi yang bermanfaat dari beragam media dan memfilternya.

   Sebagian besar 'kids, bahkan adults 'jaman now' memaknai pahlawan 'jaman now' dengan berkontribusi nyata dan menghasilkan karya di bidang passion dan status sosial masing-masing. Memang itu dibenarkan, akan tetapi melanjutkan perjuangan pahlawan sebelumnya dengan mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah hal yang tingkat urgensinya sama pentingnya dengan mengembangkan passion. Hanya saja upaya menjadi pahlawan itu berevolusi mengikuti perkembangan zaman.

    Jikalau dulu Ki Hajar Dewantara dijadikan pahlawan Nasional, karena sukses mendirikan Taman siswa dengan konsep pendidikan Budi pekerti dengan tuntunan dan bimbingan, maka Ki Hajar Dewantara zaman now harusnya yang bisa berevolusi dalam memeratakan pendidikan. Membantu kaum yang lemah untuk mendapat akses pendidikan. Dengan membantu kaum yang lemah memeroleh akses pendidikan berarti ikut serta dalam upaya pengentasan kemiskinan. 

     Dahulu kala pada zaman Rasulullah, terkenal romantisme Ali bin Abi Thalib dengan Fathimah Az-Zahra yang saling mencintai dan menyembunyikan perasaannya sampai halal. Sampai syaitan pun tidak mengetahui sebelumnya. Maka seharusnya ada banyak Ali dan Fatimah 'jaman now' yang bisa menjaga hati, pikiran, dan perasaan agar senantiasa mengingat Allah dan memperbaiki diri. Semoga ada banyak Fathimah 'jaman now', wanita yang selalu terjaga iffah dan izzahnya. Pun Ali 'jaman now', lelaki yang berani melamar perempuan yang dicintai, berapa pun modal yang dimilikinya.

     Dahulu Mohammad Toha itu dijadikan pahlawan dari Bandung dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Mohammad Toba masih muda tetapi berani memimpin pasukan gerilya untuk menghancurkan Belanda. Maka semestinya Mohammad Toha 'jaman now' harus bisa menginspirasi, mendorong, menyemangati teman-teman untuk berbuat kebaikan. Berbuat kebaikan, berprestasi dan menghancurkan musuh bangsa 'jaman now' yaitu penjajahan dalam bidang ekonomi dan ideologi. 

    Menjadi seorang pahlawan bukan merupakan predikat yang serta merta diperoleh tanpa tahapan-tahapan. Menjadi pahlawan 'jaman now' bisa dimulai dari mengubah tabiat buruk dan konsisten dalam kedisiplinan. Berani mengubah tabiat buruk menjadi lebih baik dan berkorban untuk orang banyak. Termasuk mengupgrade diri dalam salah satu tahapannya. Dalam sehari Allah memberi waktu 24 jam untuk kita. Berapa jam kita luangkan waktu untuk mengasah skill leadership, entrepreneur dan kreativitas? Apa kita malah lebih nyaman menikmati hiburan daripada mengupgrade diri dengan memperluas wawasan?

   Setiap orang pasti memiliki bidang yang ditekuni dalam kehidupannya. Agar dapat menjadi pahlawan, tentu kita tidak bisa menguasai semua bidang. Namun kita bisa memilih bidang yang akan fokus ditekuni, sehingga dapat tercipta brand dalam diri atau legitimasi kita sesuai dengan bidang tersebut. Sebagai makhluk sosial, berkolaborasi adalah hal yang sangat bermanfaat untuk dilakukan. Dengan berjejaring dan bertemu banyak orang, kita dapat memeroleh banyak hal baru dengan lebih cepat. Dibutuhkan juga keikhlasan dalam mengabdi dan memberi manfaat untuk orang lain. Dengan demikian, dengan seizin Allah, hasil dan dampak yang diperoleh akan lebih berkah.

      Indikator keberhasilan pahlawan 'jaman now' dilihat dari kebermanfaatannya untuk kepentingan umat dan bangsa. Melakukan hal yang bermanfaat untuk diri sendiri juga bisa disebut pahlawan. Sebab sejatinya menjadi pahlawan adalah yang bermanfaat minimal untuk dirinya sendiri. Terlebih bagi mereka yang ikhlas mengabdi untuk kepentingan orang banyak secara konsisten bahkan menghabiskan waktu separuh umurnya di bidang tersebut. Pahlawan 'jaman now' juga sering didefinisikan dengan orang-orang yang dengan karya, gagasan nyata dan dedikasi yang tinggi dapat membawa perubahan nyata di masyarakat luas. 

"Hakikat kepahlawanan adalah kontribusi dan dedikasi, Karya nyata lebih esensi daripada gelar pahlawan itu sendiri"- Muhammad Sohibul Iman, Presiden PKS. 

       Di 'jaman now' ini semua orang, baik muda maupun tua, bisa dengan mudah terbawa trend dan pergaulan 'jaman now'. Tapi tidak semua kids 'jaman now' bisa jadi pahlawan 'jaman now'. Jangan mau jadi kids 'jaman now' tanpa bisa jadi pahlawan 'jaman now'. Bagaimana pahlawan, jika kesehariannya lebih didominasi dengan hal yang tidak bermanfaat? Padahal kebermanfaatan adalah awal dari segalanya. Jadi apa yang sudah kau lakukan untuk bangsa dan agamamu?

Dikutip dari karya sendiri yang publikasikan di sini.

Jumat, 03 November 2017

       

        Kembali lagi di segmen QnA (Question and Answer). Pada kesempatan kali ini narasumber aku tidak dirahasiakan lagi namanya seperti QnA-QnA sebelumnya. Sebab narasumber kita kali ini bisa dikategorikan sebagai keluarga Allah, karena telah menyelesaikan hafalan qur'an 30 Juz yang insyaAllah selalu diamalkannya. Judul QnA kali ini adalah QnA how to be the best young hafidz/ah. Menceritakan bagaimana awal mereka menghafal dan bagaimana mereka yang masih berstatus mahasiswa bisa sukses dengan al-quran. Langsung saja tanpa bertela-tele berikut QnA bagaimana menjadi Hafidz/ah  muda yang terbaik.

Menghafal alquran sejak usia berapa?
Umair  : Masuk SMP, 11 thn
Syifa    :  Dari TK B/ setengah tahun sblm SD
Reyhan: Sejak kelas 1 SMP , sekitar umur 13
Aisyah : Mulai menghafal dari SMP, tapi SD udah hafal juz 30

Apa/Siapa Motivasi kamu menghafal Alquran?
Umair : Khairukum man taallamal qurana wa allamahu
Syifa    : Keluarga terutama kakak pertama yang udah selesai di umur 10 tahun (saat itu umur saya masih 3 tahun)
Reyhan: motivasiku ingin jadi keluarga Allah Dan memberi mahkota ke orang tua
Aisyah : Awalnya gatau manfaatnya maklumlah masih polos cuma kalo disuruh hafal quran iya iya aja, tapi setelah belajar dan tau manfaatnya jadi semangat ngafal quran karena mau banggain umi abi, dan mau kasih mahkota ke orang tua pas di akhrat nanti, amin
Usia berapa dan butuh berapa tahun untuk menamatkanya?
Umair  : Di usia 16 thn, selama 5 tahun.
Syifa    : Di umur 16 tahun. Mulai benar2 fokus dan komitmen buat nyelesai di umur 12 tahun, jadi kira2 butuh waktu 4tahun.
Reyhan: Usia 13-17 tahun. Kurang lebih 4 tahun khatam
Aisyah : Khatamnya pas kelas sebelas, tanggal 16 februari 2015, umur 16 tahun butuh waktu kurang lebih lima tahun

Apa prestasi di bidang Al Qur'an? 
Umair  :  Juara 1 MTQ 30 juz tafsir bahasa arab kota tangsel
Syifa    : Alhamdulillah, dibidang hifzil/hafalan dijadikan penyemangat buat murajaah dan melancarkan hafalan, pernah dibidang tafsir, fahmil, maupun sains/keilmiahan
Reyhan:  Juara 2 MTQ cabang tafsir inggris Palembang, Juara MHQ 20 juz Serang
Aisyah : Juara 2 cabang 5 juz mhq unnes 2017, juara 2 cabang 20 juz MHQ unnes 2017, peserta mtqmn malang, cabang 10 juz, juara 2 tafsir inggris cabang bekasi 2017

Apa punya prestasi selain dibidang Al-Qur'an, jika iya apa prestasi tersebut?
Umair  :  Finalis karya tulis ilmiah tingkat nasional di Universitas Brawijaya.
Syifa    : Karena Al Quran pintu segala ilmu, terbanyak dibidang akademik/olimpiade/cerdas cermat terutama matematika, public speaking (pidato, puisi, story telling, dsb)
Reyhan: Di Kampus alhamdulillah barusan lolos PKM GT di Danai
Aisyah : Juara 2 cabang 5 juz mhq unnes 2017, juara 2 cabang 20 juz MHQ unnes 2017, peserta mtqmn malang, cabang 10 juz, juara 2 tafsir inggris cabang bekasi 2017

Kuliah dimana dan semester berapa? 
Umair  :  LIPIA jurusan Syariah sama Universitas Pamulang jurusan teknik informatika Semester 1
Syifa    : Di Univ Brawijaya, semester 5
Reyhan: Kuliah kedokteran UNS semester 3
Aisyah : Arsitektur UNNES Semester 3
Selain menghafal Al-Qur'an kegiatan di kampus dan di luar apa?
Umair  :  Aktif di organisasi KAMMI sebagai dan mengajar Al-Qur'an di generasi qurani dan Rumah Tahfidz Al-Madani
Syifa    : Aktivis dakwah kampus lebih fokus di rohis, KAMMI, membina komunitas sama mengajar ngaji anak2 di setiap akhir pekan
Reyhan: Ikut di 5 organisasi kampus
Aisyah : UKM Teknologi Qur'an, Kerohanian Islam Teknik (Ristek), KAMMI fatahillah unnes

Mulai sejak kapan aktif di kegiatan tersebut? 
Umair  :  Sejak lulus SMA
Syifa    : Untuk mengajar anak2, dan menjadi aktivis dakwah kampus sudah sejak semester pertama. Untuk komunitas sendiri awal mulanya disemester 2, hanya inisiatif dari 2 orang temen lainnya, kita saling setoran setiap sebelm maupun sesudah kuliah, mengajak satu persatu smpai membentuk komunitas dengan waktu dan agenda yg lebih rapi
Reyhan: Mulai bulan Januari 2017
Aisyah : Sejak kuliah semester 2 mulai aktif di organisasi

Alasan untuk aktif di kegiatan tersebut apa? 
Umair :  Mengembangkan kapasitas diri dan memaksimalkan waktu
Syifa    : Di rohislah sarana terbesar dalam dakhwah memperjuangkan kejayaan islam.
Sedangkan mengajar dan komunitas sebenernya untuk menjaga diri biar terus istiqomah. Karena dulu sulit mencari tempat menyetor/sulit menyesuaikan jadwal dgn fasilitas2 yg ada akhirnya memutuskan untuk membangun sendiri dari lingkungan kita sendiri.
Reyhan: Karena ingin melatih soft skill ga cuma belajar aja di Kedokteran
Aisyah : Biar banyak channel sama cari pengalaman cari banyak temen juga dan biar bisa membuka banyak pengetahuan dari hasil diskusi

Apa manfaat yg kamu rasakan sebagai mahasiswa yg sudah Hafidz? 
 Umair :  Al quran banyak sekali memberi keberkahan dalam kehidupan, mempermudah banyak hal
Syifa    : Alhamdulillah. Disni byk org2 yg sangat menghargai penghafal alquran, mulai dari masyarakat, mahasiswa hingga dekan yg kemudian menawarkan kosan gratis untk para penghfal quran, Allah mudahkan dlm menerima ilmu dan masih byk lainnya
Reyhan: Banyak sekali, contohnya bisa masuk fk uns, bisa beasiswa full sampe jadi dokter dll
Aisyah : Manfaat yg dirasakan, kalo denger kajian trus pematerinya nyebutin dalil kita bisa nyambung dengerin dalil itu, trus tilawahnya juga gampang, apalagi kalo udah faham seisi2nya enak bisa mengkaji dan mengamalkannya di kehidupan sehari2, selain itu sekarang penghafal Quran Banyak beasiswa yg ditawarkan, mau masuk universitas tinggal kasih sertifikat Hafiz nanti gampang diterimanya

Apa yg diharapkan dari dirimu yg seperti ini untuk bangsa dan agama?
Umair  :  Bangsa ini menjadi bangsa yg sadar akan pentingnya bermuamalah baik dengan Allah, mementingkan kedua sisi hablun minallah dan hablun minan nas, sadar akan indahnya nilai2 keislaman bila diamalkan
Reyhan: Semoga bisa jadi dokter yg berguna bagi bangsa dan agama

Apa pesan untuk generasi mudah yang sedang berjuang untuk menamatkan Al-Qur'an? 

Umair :  Fokus, jaga hati jaga pikiran, berusaha terus utk istiqomah dan sabar dalam mengahafal, karena menjadi penghafal quran adalah berkah yg tidak semua org Allah berikan kesempatan utk menjadi
Syifa    : Manfaatkan waktu  ygkita miliki dengan optimal, jika lupa dan lalai maka ngajilah ketika ingat, karena perjuangan yang paling indah adalah saat menghafalkan kalam2Nya, rahmatNya mengalir deras dalam tiap ayat yg dihafalkan.tapi ingat, Sesungguhnya perjuangan dengan quran itu sampai akhir hayat bukan sampai akhir ayat. Maka jangan sampai ketika selesai ayat terakhir dihafalkan selesai pula urusan kita dgn alquran. Naudzubillah
Reyhan: Jangan pernah lelah , karena kalian akan tahu manis nya kalo dah selesai hafalan kalian. Semangaat
Aisyah : Mudahan para penghafal Quran selalu istiqomah, bisa membuat komunitas murojaah soalnya di Indonesia sekarang yg hafal Quran udah Banyak banget, dan bisa terjun ke masyarakat nggak harus dibidang quran, dibidang lainnya juga harus, itu membuktikan Quran bisa masuk segala aspek Dari politik, keilmiahan, seni, maupun kerohanian


Keluarga memang menjadi peran yang sangat berpengaruh pada potensi setiap anak. Para penghafal qur'an memang manusia biasa, tapi keseharian dan kegiatan aktivitaslah yang membuat mereka tetap pda jalan kebaikan. Sebab hari-hari kita jika tidak diisi dengan kebaikan, pastilah tentang keburukan atau yang tidak membawa manfaat. Perjuangan para hafidz/ah dalam memperjuangkan al-quran dan berkhidmat untuk dakhwah dan ummat adalah pelajaran yang bisa kita contoh dan dijadikan motivasi agar bisa seperti mereka, bahkan lebih baik dari mereka. Mereka memang bukan yang terbaik dari semua hafidz/ah mudah yang baik. Mereka hanya beberapa dari banyaknya hafidz/ah yang sukses dan berprestasi di usia muda. Mereka aja bisa, kita pasti juga bisa :')

Sampai jumpa di QnA berikutnya...

Senin, 23 Oktober 2017


Disini aku bener-bener mau curhat tentang aktivitas dan kesibukan selama 6 bulan terakhir ini. Tahun 2017 ini buatku super-super menakjubkan banget. Berawal dari diberi kesempatan bisa menyusun Tugas Akhir sehingga bisa lulus tepat waktu, bisa pulang kampung akhirnya ke Kalimantan untuk yang pertama kalinya, bisa traveling ke Bali dan yang paling bahagia akhirnya wisuda yeay. Tetapi karena hidup itu gak hanya tentang bahagia atau sedih, qodarullah dikasih cobaan penyakit yang cukup serius. Dari semua itu aku bersyukur mendapatkan banyak pelajaran, dan hal-hal positif lainnya,

Aku belajar untuk menghargai sebuah proses selama menyusun Tugas Akhir. Seperti yang sudah kutulis di potingan sebelumnya, aku mengalami kesuksesan yang tertunda saat udah rampung sampai bab 3, tapi harus mulai lagi semuanya dari awal. Jadi penelitian awal aku itu dulu tentang gaya manajemen konflik driver online sama angkutan konvensional. Dan letak gagalnya karena manajemen driver online pada gak terima untuk dijadiin objek penelitian. Awalnya sempet terpuruk, karena seminar proposal tinggal dua minggu lagi. Cari studi kasus, variabel urus surat penelitian itu bukan proses yang cepet dan mudah. Sedangkan teman-teman seperjuanku sudah sampai mau sampai bab 3 saat itu. Udah tuh, pasrah aja sama Allah. Aku keluar dari zona stres dan enjoy aja menikmati kumpul-kumpul sama banyak temen,

Sampai akhirnya di kopi darat Komunitas Blogger, aku dapet saran dari seseorang yang namanya sudah kutulis di postingan sebelumnya, untuk meneliti kampanye 'Yuk nabung Saham' dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang banyak orang meragukan kesuksesan kampanyenya. Disinilah aku belajar untuk menghargai proses. Aku memulai sebuah penelitian yang baru lagi, tapi karena sudah belajar dari penelitian sebelumnya. Aku jadi lebih tahu siasat apa saja yang perlu dikerjakan dengan cepat. Allah memudahkanku melalui bantuan teman tersebut untuk memahami penelitianku, memberi kontak orang BEI dan channel untuk responden. Jadi alhamdulillah aku bisa mengejak ketertinggalanku.

Aku belajar menerima saran dan kritikan apapun dari orang lain. Pasti pernah temen-temen meminta saran atau solusi dari teman atau kerabat, tapi rupanya saran atau solusi dari malah bikin kamu tambah down. Bukannya membangun dan jadi semangat. Jujur dua-tiga minggu pertama nyusun, aku masih belum sepenuhnya paham. Esensi dari penelitian itu apa. Waktu matkul riset atau metodologi penelitian, aku cuma ya ngikutin aja apa kata dosen. Disuruh ngerjain kuis yang begitu, yaudah kerjain. Tanpa bener-bener paham penelitian itu gimana sih. Jadi aku konsultasi ke beberapa kakak tingkat dan orang-orang yang sekiranya bisa memberi solusi. Dan man, disinilah aku belajar menerima dengan bijak apapun yang orang lain katakan kepada kita. Entah kita gatau apa yang ada di hati orang lain, tapi yang pasti kita hanya perlu mengambil yang positif dan yang baik aja buat kita. Kita hanya perlu membuat apa yang orang lain bilang itu menjadi boomerang buat kita untuk tetap maju dan semangat dalam berprogres lebih baik lagi. Sekalian mau ngucapin nih jazakumullah khairan katsiran buat Grup whatsapp Dewan Penasehat TA shofia, Kak Isna, Kak Ervi, Kak Wahyu, Kak Nazar yang udah bimbing aku sampe alhamdulillah udah dapet gelar A.Md

Aku juga belajar untuk terus mensyukuri nikmat Allah dan percaya pada janji Allah bahwa Inna ma'al yusri, yusron. Dulu setelah sempro, ada yang nanya "Sop lu nyusun sampe stres gini masih bisa main-main gak sih. Jalan-jalan gitu sampe luar kota." Guys, Allah itu udah janji kok dibalik kesusahan pasti ada kemudahan. Inna ma'al yusri, yusron. Bukan sama ya kaya peribahasa bersakit-sakit dulu, bersenang-senang kemudian. Dibalik kesulitan yang Allah uji buat kita, sebenernya itu Allah juga kasih kemudahan buat kita. Hanya saja kadang kita kurang menyadarinya. Alhamdulillah, waktu itu berapa hari sebelum sempro di awal Mei, banyak tuh tanggal merahnya. Jadi berjuang sebelum sempro aku diberi kesempatan buat jalan-jalan ke Bandung ikut sama tempat kerjanya Ibu. Terus setelah sempro memasuki bulan ramadhan, lagi-lagi Allah kasih aku waktu buat refreshing lagi. Aku bisa menikmati bulan puasa di Semarang, tengokin adik yang kuliah disana. 

Nikmat Allah gak akan pernah ada habisnya, menjelang sidang akhir karena waktunya lebaran, aku diberi kesempatan lagi sama Allah buat libur lebaran sama keluarga besar ke Kalimantan. Traveling dari Kalimantan Selatan sampai Kalimantan Tengah. Disela-sela seminggu sebelum sidang aku bisa jalan-jalan keluar pulau buatku itu wasyukurillah banget. Terlebih setelah sidang, angkatanku harus mengikuti KKL (Kuliah Kaya Liburan) hehe alias Kuliah Kerja Lapangan di Bali. YaAllah bahagianya tak terkira setelah semuanya selesai, Allah kasih hadiah lagi bisa traveling ke Pulau Dewata itu. Apalah aku mah, selama ini aku jalan-jalan paling kemana sih. Gak pernah sampai keluar pulau gini. Alhamdulillah wasyukurillah yaRabb




Setelah Yudisium dan menunggu hari wisuda alhamdulillah dapet amanah buat bantu-bantu di tempat kerja Ibu. Jobdecs utamanya yaa yang pasti sesuai dengan kapasitasku sebagai seorang lulusan Humas. Mengelola website, perencanaan sosial media, lmeliput kegiatan dll. Tapi yaa namanya juga hidup, kita gabisa memaksain buat selalu melakukan pekerjaan yang sesuai passion kita. Awalnya ngerasa gak betah karena hampir dua minggu aku diminta mengerjakan sesuatu yang sebelumnya staff lain kerjain. Dan pekerjaan itu terkadang membuatku jenuh ka. Beda ketika aku mulai berkutat dengan laptop mengatur konten website atau pengaturan sosial media misalnya, 

Akan tetapi dari itulah aku belajar bahwa yaa apapun alasannya, kita gak bisa menentukan dimana dan jadi apa kita akan bekerja. Ya gapapa jika kita belum melakukan hal yang sesuai passion kita. Gapapa jika pekerjaan yang saat ini kita kerjakan belum sesuai dengan apa yang kita impikan. Semua hanya tentang proses, lagi-lagi aku belajar untuk menghargai proses. Untuk mengawali karir itu memang biasanya dari bawah, untuk mengasah bakat dan kemampuan bekerja. Gak heran kalau banyak perusahaan yang memberi syarat minimal satu-dua tahun pengalaman kerja. Kita masih punya banyak waktu untuk coba mendapatkan apa yang kita inginkan. Tentunya diiringi dengan memperdalam kemampuan kita bisa yang menjadi nilai jual di sebuah tempat kerja. Alhamdulillah sekarang pure jadi Admin Media aja, nantikan website sekolah buatanku yaaa netijen wkwkwk